9 Buku Rekomendasi Untuk Investor Pemula

Jujun Kurniawan 6 Nov 2019 1072

Wawasan tentang investasi seharusnya mulai dipelajari sedini mungkin. Alasannya, sejak kecil hingga tua nanti, semua orang perlu mengelola uang, baik untuk dirinya sendiri, keluarga, maupun bisnis. Investasi adalah salah satu kunci mengelola uang untuk tujuan jangka panjang.

Namun tak perlu merasa terlambat bila Anda baru mulai belajar tentang investasi. Anda bisa memulai hari ini. Investasi tak cukup dipelajari hanya dalam sehari, melainkan secara bertahap dan terus menerus.

Nah, pastikan Anda belajar dari sumber yang terpercaya. Misalnya dengan membaca buku yang ditulis investor profesional dan berpengalaman. Berikut 9 buku yang bisa membantu Anda memahami dunia investasi dan memberi petuntuk bagaimana cara berinvestasi:

 

1. The Intelligent Investor karya Benjamin Graham

Menurut Warren Buffett, buku ini adalah buku terbaik tentang investasi yang pernah ditulis dalam sejarah. Bagaimana tidak? Penulisnya, Benjamin Graham, adalah investor legendaris Wall Street yang mampu meraup keuntungan 17 persen di pasar saham di tengah krisis Great Depression.

The Intelligent Investor karya Benjamin Graham

The Intelligent Investor terbit pada 1949 serta terkenal sebagai pedoman membedakan antara investasi dan spekulasi. Beberapa dekade setelah terbit, buku itu masih dianggap mengandung sudut pandang luar biasa tentang investasi.

 

2. A Random Walk Down Wall Street: The Time-Tested Strategy for Successful Investing karya Burton Malkiel

Buku ini ditulis oleh seorang ekonom sekaligus profesor Princeton University, Burton Malkiel pada 1973. Penulis telah memperbarui bukunya berkali-kali sehingga memungkinkannya untuk menerapkan teorinya ke pasar yang lebih modern.

A Random Walk Down Wall Street menawarkan saran investasi yang tepat di kala pasar bergerak secara acak. Hal ini bisa menjadi pertimbangan Anda mengingat tak banyak buku yang bisa memberikan rekomendasi terkait hal itu.

 

3. The Four Pillars of Investing: Lessons for Building a Winning Portfolio karya William Bernstein

Dr. William Bernstein merupakan investor sekaligus ahli saraf yang dikenal cerdas dan berwawasan luas. Kecerdasaannya dituangkan dalam The Four Pillars of Investing yang berisi dasar-dasar tentang investasi.

The Four Pillar of Investing

Dalam buku itu, Bernstein menggabungkan empat pilar yakni teori, sejarah, psikologi, dan bisnis dari investasi. Keempat pilar itu menciptakan strategi yang komprehensif untuk membantu Anda merancang rencana investasi.

 

4. The Essays of Warren Buffett: Lessons for Corporate America karya Warren Buffett & Lawrence A. Cunningham

Buku ini merupakan hasil kolaborasi antara investor sukses Warren Buffet dan dan profesor hukum Lawrence A. Cunningham. Esai ini berisi tentang renungan Buffet dengan Berkshire Hathaway, diversifikasi portofolio, dan banyak lagi. Pembaca akan mendapat banyak nasihat investasi yang berharga dari buku ini.

 

5. Common Sense on Mutual Funds karya John Bogle

John "jack" Bogle adalah salah satu pelopor di industri reksadana. Ia mendirikan perusahaan investasi reksadana "The Vanguard Group", yang pada Januari 2018 memiliki aset global lebih dari 5 triliun dolar. Buku ini menjadi rujukan tepat bagi Anda yang ingin mulai berinvestasi lewat instrumen reksadana.

Buku ini pertama kali diterbitkan pada 1999, namun sepuluh tahun kemudian diperbarui karena para investor telah menghadapi pasar yang sangat berbeda. Secara keseluruhan, Common Sense on Mutual Funds memberikan pandangan yang mendalam tentang reksadana dan indeks saham

 

6. Stocks for the Long Run karya Jeremy Siegel

Penulisnya merupakan seorang pengajar di Wharton School di University of Pennsylvania. Buku ini mengupas tentang pertumbuhan saham dalam jangka panjang. Siegel menganggap investasi jangka panjang dalam bentuk saham lebih baik daripada obligasi.

Stock for the long run

Buku ini telah diperbarui beberapa kali demi memasukan faktor-faktor ekonomi yang baru-baru saja terjadi, efeknya pada hipotesis, dan prospek jangka panjang suatu saham. Update terbaru dilakukan pada 2014, dimana Siegel memberikan analisis tentang krisis keuangan yang terjadi pada 2008.

 

7. Making the Most out of Your Money karya Jane Bryant Quinn

Berinvestasi bukan sekadar tentang memilih saham untuk dibeli. Namun berinvestasi juga melibatkan perencanaan keuangan yang baik di seluruh aspek kehidupan Anda. Quinn, penulis best-seller tentang keuangan, memberikan tips bagaimana cara menabung, menghindari dan melunasi utang, serta berinvestasi.

Making the Most out of Your Money pertama kali terbit pada 1991 dan diperbarui pada 2010 dengan menambahkan topik krisis ekonomi global 2008. Buku ini adalah salah satu pilihan bagi Anda yang mencari tips berinvestasi dan menabung ketika situasi ekonomi sedang kurang bagus.

 

8. One Up on Wall Street karya Peter Lynch

Setelah rilis pada 1989, buku One Up on Wall Street langsung menjadi best-seller. Buku ini ditulis untuk orang awam dan bukan investor senior. Di sana, Peter menulis bahwa hanya dengan menyadari industri dan perusahaan yang bersentuhan dengan hidup Anda sehari-hari, Anda bisa berhasil dalam berinvestasi.

Buku ini menekankan kesadaran dan penelitian. Lynch percaya bahwa kita dapat berinvestasi dengan baik tanpa bantuan para ahli. Ia membuat kriteria yang dapat Anda gunakan untuk menilai apakah suatu instrumen investasi baik untuk kondisi Anda, serta tips untuk mempertahankannya dalam jangka panjang.

 

9. The Bogleheads' Guide to Investing karya Taylor Larimore, Mel Lindauer & Michael LeBoeuf

Ketiga penulis itu dijuluki "Bogleheads" karena merupakan murid dari Jack Bogle. Mereka mengambil filosofi Bogle dan dikombinasikan dengan pengalaman mereka sendiri untuk membuat panduan bagi para pemula.

The Bogleheads's Guide

Buku ini merupakan pilihan yang sangat baik bagi pemula karena menekankan strategi investasi yang konservatif dan pengelolaan risiko. Topiknya pun beragam, mulai dari alokasi aset hingga bagaimana mengendalikan emosi Anda saat berinvestasi.

 

Salah satu jenis investasi yang menghadirkan peluang keuntungan jangka pendek dengan modal yang lebih terjangkau adalah trading forex. Bagaimana bisa? Ungkap fakta dan penjelasannya di Panduan Trading Forex Untuk Pemula.

Kirim Komentar/Reply Baru
Febrian Surya 155
Saya Loss, Apa Yang Salah?
saya sudah 2 tahun lebih trading forex. dan sudah beberapa tekhnik yang saya coba.bebrpa di bulan juni 2015 sy gunakan tekhnik suport and Resisten tapi modal yg sy gunakan 100 usd kemudian sya kelola. sy heran kok dana yg tadinya 100 usd gak bisa lewat2 100usd. berada di kisaran 50 usd sampai 90 usd. hingga akhirnya kena MC.

setelah itu sy belajar lagi dengan technik compound.
target profit dengan 5% dan tak pake stop los. sya nyoba di akun demo. dana 100 usd yg sy kelola bisa menghasilkan 300an usd dalam 1 bulan lbih.
karena saya rasa ini bisa menghasilkan profit dari sebelumnya sya percya diri dengan deposit 300 an usd sya trading dengan tekhnik itu.
awal trading sy salah sehingga modal tergerus 20an usd lebih. setelah itu sy usahakan recovery tapi belum sampai di modal awal sya los lagi sebanyak 90 usd karena sy tdk pake sl.

sya ingin tanya apakah cara trading sya yg salah. psycologi saya kah atau money management saya yg salah atau ada hal lainnya yg salah atau mungkin sy ndak cocok di dunia trading. toling jawabannya

Jumardi 29 May 2016

Reply:

M Singgih (01 Jun 2016 02:32)

@ jumardi:
Ya, cara trading Anda salah karena tidak menerapkan money management. Dengan tidak menentukan stop loss berarti Anda tidak membatasi resiko. Dan lagi menggunakan teknik compounding adalah memperbesar resiko (kecuali jika sudah sangat berpengalaman). Selain itu trading di akun demo secara psikologis sangat berbeda dengan trading di akun riil.

Yang harus Anda lakukan adalah:
1. Cobalah temukan sistem trading yang profitable. Sistem trading terdiri dari metode, strategi entry dan exit dan strategi money management. Metode meliputi indikator teknikal yang digunakan, dan biasanya disesuaikan dengan type trading Anda, apakah ingin trading dalam jangka pendek (scalping atau trading harian), jangka menengah atau jangka panjang. Money management meliputi besarnya resiko per trade dan risk/reward ratio yang agar profitable sebaiknya lebih besar dari 1:1.
2. Uji sistem tersebut dengan backtest (ditest pada kondisi pasar yang telah lewat), atau forward test (ditest pada kondisi pasar sekarang dalam account demo), dan lihat persentasi profitnya. Kalau persentasi profit kurang dari 50% benahi lagi sistem tersebut.
3. Buat rencana trading yang jelas, lengkap dengan kriteria untuk entry dan exit, resiko per trade dan risk/reward ratio.
4.Jalankan rencana trading tersebut dengan disiplin, dan kendalikan emosi sewaktu trading. Rencana dan proses trading seharusnya tidak dipengaruhi oleh emosi.
5. Buat jurnal trading untuk evaluasi. Benahi mana yang kurang dan tingkatkan persentasi keuntungannya.
Baca juga:
Belajar Memahami Money Management
Teknik Compound Yang Realistis
Pelajaran Dari Live Trading (1)

Trading bisa dipelajari dan bukan karena faktor cocok atau tidak cocok.
Selamat mencoba dan semoga sukses..

Wahyudi 493
Wahyudi 208
Wahyudi 331