EUR/USD bergerak stabil di dekat level 1.0650, hanya pidato Lagarde yang menjadi katalis, 18 jam lalu, #Forex Teknikal   |   Dolar Australia menguat di tengah sentimen risk-on dan dolar AS yang lemah, 19 jam lalu, #Forex Fundamental   |   XAU/USD kembali ke zona merah setelah kembali gagal di atas level $2,400, 19 jam lalu, #Emas Teknikal   |   Sebagian besar price action Dolar berada di atas support baru di 104.68 dalam sepekan terakhir, 1 hari, #Forex Teknikal   |   Candle bearish Indeks Dolar sudah tercetak minggu lalu pada harga tertinggi 5 bulan, 1 hari, #Forex Teknikal   |   Harga emas berakhir dengan penutupan mingguan tertinggi sepanjang masa setelah terus menanjak selama sepekan, 1 hari, #Emas Teknikal   |   Candle mingguan harga emas mengisyaratkan Bullish Inside Bar di tengah reli Dolar AS, 1 hari, #Emas Teknikal   |   Penutupan harian di atas 2400 bisa menjadi peluang beli harga emas selanjutnya, 1 hari, #Emas Teknikal   |   USD/CAD berpotensi membentuk support di level 1.3726, 1 hari, #Forex Teknikal   |   USD/JPY terus menguat setelah breakout bullish di atas level 152, 1 hari, #Forex Teknikal   |   Setelah ditutup pada level tertinggi 34 tahun terhadap Yen, waspadai potensi penolakan Dolar dari resistance 155, 1 hari, #Forex Teknikal   |   Trend penurunan EUR/USD mendorong pengujian ke level support 1.06900, 1 hari, #Forex Teknikal   |   Pasar khawatir jika Bank Sentral Eropa akan memangkas suku bunga sebelum Federal Reserve, 1 hari, #Forex Fundamental   |   Setelah diantisipasi sejak awal tahun, Halving Bitcoin berlangsung sesuai rencana pada 20 April lalu, 1 hari, #Kripto Fundamental   |   Reward penambangan blok Bitcoin kini berkurang dari 6.25 BTC menjadi 3.125 BTC, 1 hari, #Kripto Fundamental   |   Momentum Halving mengakibatkan fee harian Bitcoin melompat ke $128 lalu crash ke kisaran $8-$10, 1 hari, #Kripto Fundamental   |   Bitcoin sempat menyentuh 65,000, namun saat ini kembali stabil di bawah level kunci tersebut, 1 hari, #Kripto Teknikal   |   Secara umum, BTC/USD belum keluar dari range konsolidasi yang terbentuk sejak awal Maret lalu, 1 hari, #Kripto Teknikal   |   Analis Crypto Potato mencermati bahwa performa Altcoin justru berhasil mengungguli Bitcoin pada akhir pekan lalu. Salah satunya karena SHIB melesat hingga 18% di atas 0.000027, 1 hari, #Kripto Teknikal   |   PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menyiapkan sejumlah strategi untuk mengembangkan bisnisnya tahun ini. Meliputi bisnis pertambangan & perdagangan batubara, penyediaan tenaga listrik & uap, perdagangan pupuk & bahan kimia, serta bisnis teknologi, 1 hari, #Saham Indonesia   |   PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mencatat kenaikan pendapatan konsolidasi sebesar 3.7% year on year (YoY) atau senilai Rp37.4 triliun. , 1 hari, #Saham Indonesia   |   Top gainers LQ45 pagi ini adalah: PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) 5.08%, PT XL Axiata Tbk (EXCL) 3.65%, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) 3.29%, 1 hari, #Saham Indonesia   |   IHSG menguat di awal perdagangan hari ini, naik 0.26% ke 7,105, 1 hari, #Saham Indonesia

Apa Itu Stop Out Broker Forex?

Wiji Purnama 28 Mar 2017
Dibaca Normal 6 Menit
forex > broker >   #broker-forex   #stop-out
Pernahkah Anda mendengar istilah stop out broker? Dalam trading forex, kata stop out bisa menjadi hal yang sangat ditakuti. Simak alasan lengkapnya di sini.

Apa Itu Stop Out Broker

Saat menelusuri seluk-beluk kondisi dan spesifikasi broker forex, pernahkah Anda menjumpai istilah stop out broker? Jika ya, sudahkah Anda memahami artinya? Sebagian trader cenderung mengabaikan aspek ini karena lebih memprioritaskan parameter lain seperti lot dan deposit minimal, spread, serta leverage.

Trader biasanya menelusuri peringkat broker untuk menemukan broker terbaik tapi lupa memberhatikan stop out tiap-tiap broker.

Stop out sangatlah penting dan berkaitan langsung dengan dana trading Anda. Jika tidak diwaspadai, stop out broker bisa menjadi mimpi buruk yang tiba-tiba datang untuk mengkonfirmasi terkurasnya dana trading Anda. Itulah sebabnya, kita akan membahas tuntas tentang stop out broker, baik itu definisi, contoh, maupun cara menghindarinya.

 

Apa Itu Stop Out Broker?

Stop out broker adalah penutupan paksa suatu posisi yang merugi, karena trader tak lagi memiliki cukup dana untuk menahan posisi terbuka. Penutupan tersebut dilakukan secara otomatis oleh server broker, dan dimaksudkan untuk melindungi akun dari kerugian yang melebihi modal.

Stop Out broker biasanya beriringan dengan penetapan margin call. Dalam kebijakan broker forex, margin call lebih difungsikan sebagai sistem peringatan sebelum posisi ditutup secara paksa oleh stop out.

Jadi apabila terdapat aturan margin call 50% dan stop out broker 20%, maka artinya Anda akan mendapat peringatan margin call untuk menutup posisi trading saat kerugian trading hanya menyisakan dana sebesar 50% dari used margin. Apabila peringatan tersebut tidak diindahkan, maka saat kerugian terus berlanjut dan dana Anda terus menyusut hingga tersisa 20% dari used margin, posisi trading akan ditutup secara paksa (ter-stop out) oleh server broker forex.

 

Contoh Penerapan Stop Out Broker

Stop out broker biasanya ditentukan dalam presentase untuk melambangkan berapa persen dari used margin yang diset untuk memicu stop out. Sebagai informasi, used margin adalah jumlah dana yang diperlukan untuk membuka sebuah posisi.

Rumus used margin:
(harga saat ini x ukuran trading) / leverage
Contoh used margin:
Anda menggunakan leverage 1:100 dan hendak open posisi 2 lot (200,000 unit mata uang) untuk EUR/USD yang saat ini sedang berada di kisaran 1.4524.
(1.4524 x 200,000) / 100 = $2,904.8

Dari perhitungan di atas, jika Anda trading di broker yang menetapkan stop out 100%, maka semua posisi floating akan tertutup saat kerugian menyisakan ekuitas senilai $2,904.8. Cara menghitungnya seperti ini:

Rumus stop out 100%:
Stop out diberlakukan saat jumlah ekuitas mencapai besaran ini.
Ekuitas = Used margin x 100%
Rumus stop out 20%:
Stop out diberlakukan saat jumlah ekuitas mencapai besaran ini.
Ekuitas = Used margin x 20%

Jadi apabila kebijakan stop out broker forex adalah 20%, maka posisi Anda tak akan ditutup paksa sebelum sisa ekuitas mencapai $580.96 ($2,904.8 x 20%).

Contoh Penerapan Stop Out Broker

Dalam kondisi trading sebesar 2 lot yang nilai per pips-nya adalah $20 per pip, maka ketahanan dana untuk stop out 100% adalah ($10,000 - $2,904.8) /$20 = 354 pip. Jadi apabila kerugian telah melebihi 354 pip, maka posisi akan segera terkena stop out broker.

Baca Juga:

1 Pip Fixed Spread Forex Brokers

 

Manakah Yang Lebih Baik? 20% Atau 100%?

Belajar dari contoh di atas, dapat dipahami bahwa baik stop out besar maupun kecil sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan. Jika broker forex memiliki kebijakan stop out 100%, maka artinya akan ada lebih banyak dana yang diamankan dari kerugian total. Namun demikian, risiko terkena stop out broker jadi lebih besar, karena broker forex mematok jumlah used margin begitu saja sebagai parameter.

Stop Out Broker 100 Persen atau 20 Persen

Sebaliknya, keuntungan dari stop out broker 20% terletak pada risiko penutupan paksa yang lebih kecil. Contoh di atas telah membuktikan bahwa dengan penggunaan stop out broker sebesar 20%, Anda bisa menahan kerugian lebih banyak dari aturan stop out 100%. Sayangnya, kemudahan tersebut juga mengandung risiko, karena jumlah dana tersisa akan jauh lebih sedikit (Stop out broker 100% menyisakan $2,904.8, sedangkan stop out broker 20% hanya menyisakan $580.96).

Untuk memilih stop out broker terbaik, Anda bisa menyesuaikannya dengan pertimbangan sendiri: apakah Anda lebih suka mengamankan lebih banyak dana dan tidak keberatan menerima risiko terkena stop out broker lebih cepat, atau justru mengutamakan keleluasaan trading dan tidak masalah dengan kecilnya jumlah dana yang tersisa setelah terkena stop out. Jika Anda termasuk tipe trader kedua, maka broker forex dengan stop out kecil bisa menjadi pilihan utama.

Selain itu untuk pemula, sangat disarankan untuk memulai trading dengan modal kecil. Pasalnya, dunia trading forex akan sangat kejam bagi mereka yang kurang persiapan matang seperti para pemula. Untuk memperkuat pondasi trading, alangkah baiknya jika trader mempelajari beberapa tips trading dengan modal kecil ini.

Baca Juga:

Tips Trading with Small Capital

 

Bagaimana Cara Menghindari Stop Out Broker?

Stop out adalah situasi terburuk yang bisa menimpa trader, karena kondisi ini membuktikan bahwa dana akun di trading Anda sudah terkikis habis oleh kerugian. Dengan kata lain, tidak ada sisa equity yang dapat digunakan untuk membuka transaksi baru.

Untuk menghindari hal ini, ada beberapa cara yang bisa diterapkan:

  • Berhati-hatilah dalam memilih leverage. Jika Anda memilih leverage kecil, pastikan Anda punya cukup dana untuk mempertahankan kelangsungan posisi trading. Namun apabila Anda trading dengan leverage besar, sebaiknya perhitungkan baik-baik tingkat ketahanan dana Anda terhadap risiko.
  • Kurangi risiko Anda. Jangan ceroboh jika ingin membuka lebih dari 1 posisi, dan jangan lalai untuk mengawasi used margin dan available margin. Anda bisa menggunakan Kalkulator Margin untuk menghitung margin dengan lebih cepat dan mudah.

    Kalkulator Margin
  • Gunakan stop loss untuk mencegah kerugian mencapai batas stop out. Dengan cara ini, Anda bisa membatasi loss agar posisi bisa teramankan sebelum stop out broker forex bertindak.

  • Terapkan pengaturan money management untuk mengatur risiko trading. Jangan lupa memperhitungkan kerugian maksimal dari level stop out broker saat Anda mempertimbangkan besar risiko per trade.

  • Jika khawatir karena margin call dan stop out broker sudah semakin dekat, Anda bisa:
    • Menyuntikkan dana ke akun trading.
    • Menutup posisi trading secara manual.
    • Melakukan strategi hedging (hanya jika Anda tahu benar caranya).
  • Kontrol emosi trading Anda, jangan terpancing rasa serakah untuk membuka posisi tanpa rencana, atau membuka banyak posisi hanya untuk membalas dendam atas kekalahan dari trading-trading sebelumnya.

Terkait Lainnya
 
EUR/USD bergerak stabil di dekat level 1.0650, hanya pidato Lagarde yang menjadi katalis, 18 jam lalu, #Forex Teknikal

Dolar Australia menguat di tengah sentimen risk-on dan dolar AS yang lemah, 19 jam lalu, #Forex Fundamental

XAU/USD kembali ke zona merah setelah kembali gagal di atas level $2,400, 19 jam lalu, #Emas Teknikal

Sebagian besar price action Dolar berada di atas support baru di 104.68 dalam sepekan terakhir, 1 hari, #Forex Teknikal

Candle bearish Indeks Dolar sudah tercetak minggu lalu pada harga tertinggi 5 bulan, 1 hari, #Forex Teknikal

Harga emas berakhir dengan penutupan mingguan tertinggi sepanjang masa setelah terus menanjak selama sepekan, 1 hari, #Emas Teknikal

Candle mingguan harga emas mengisyaratkan Bullish Inside Bar di tengah reli Dolar AS, 1 hari, #Emas Teknikal

Penutupan harian di atas 2400 bisa menjadi peluang beli harga emas selanjutnya, 1 hari, #Emas Teknikal

USD/CAD berpotensi membentuk support di level 1.3726, 1 hari, #Forex Teknikal

USD/JPY terus menguat setelah breakout bullish di atas level 152, 1 hari, #Forex Teknikal

Setelah ditutup pada level tertinggi 34 tahun terhadap Yen, waspadai potensi penolakan Dolar dari resistance 155, 1 hari, #Forex Teknikal

Trend penurunan EUR/USD mendorong pengujian ke level support 1.06900, 1 hari, #Forex Teknikal

Pasar khawatir jika Bank Sentral Eropa akan memangkas suku bunga sebelum Federal Reserve, 1 hari, #Forex Fundamental

Setelah diantisipasi sejak awal tahun, Halving Bitcoin berlangsung sesuai rencana pada 20 April lalu, 1 hari, #Kripto Fundamental

Reward penambangan blok Bitcoin kini berkurang dari 6.25 BTC menjadi 3.125 BTC, 1 hari, #Kripto Fundamental

Momentum Halving mengakibatkan fee harian Bitcoin melompat ke $128 lalu crash ke kisaran $8-$10, 1 hari, #Kripto Fundamental

Bitcoin sempat menyentuh 65,000, namun saat ini kembali stabil di bawah level kunci tersebut, 1 hari, #Kripto Teknikal

Secara umum, BTC/USD belum keluar dari range konsolidasi yang terbentuk sejak awal Maret lalu, 1 hari, #Kripto Teknikal

Analis Crypto Potato mencermati bahwa performa Altcoin justru berhasil mengungguli Bitcoin pada akhir pekan lalu. Salah satunya karena SHIB melesat hingga 18% di atas 0.000027, 1 hari, #Kripto Teknikal

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menyiapkan sejumlah strategi untuk mengembangkan bisnisnya tahun ini. Meliputi bisnis pertambangan & perdagangan batubara, penyediaan tenaga listrik & uap, perdagangan pupuk & bahan kimia, serta bisnis teknologi, 1 hari, #Saham Indonesia

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mencatat kenaikan pendapatan konsolidasi sebesar 3.7% year on year (YoY) atau senilai Rp37.4 triliun. , 1 hari, #Saham Indonesia

Top gainers LQ45 pagi ini adalah: PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) 5.08%, PT XL Axiata Tbk (EXCL) 3.65%, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) 3.29%, 1 hari, #Saham Indonesia

IHSG menguat di awal perdagangan hari ini, naik 0.26% ke 7,105, 1 hari, #Saham Indonesia


Forum Terkait

 Dana |  2 Jan 2019

mohon maaf saya mau bertanya, saya baru bergabung dengan broker yang memiliki trading terms stop out level 30% dan margin call level 100%.. maksud dari 30% dan 100% itu apa? terima kasih.

Lihat Reply [68]

@ Best:

Btw, apakah Anda sudah pasangin stop loss (SL)?
Kalau tanpa SL berarti Anda tidak membatasi resiko..

- .. Atau walaupun saya uninstall M 4, kalau memang sudah MC, walaupun tidak sedang Online..tidak ada koneksi, tetap kena MC

Ya, tetap kena MC. Semua histori order Anda tersimpan di server broker sekalipun Anda tidak online, baik order yang sudah tereksekusi maupun pending order. Semua order yang sudah di-accept server akan tetap berjalan kecuali servernya down.
Kalau memang kondisi order Anda sudah harus kena MC, maka tidak bisa dihindari. Jadi cara uninstall tsb tidak ada gunanya.

M Singgih   11 Jul 2020

Untuk Akhmad,

Bisa jadi ketika akun trading Anda sedang mengalami floating profit, lalu terdapat momentum fundamental atau rilis data penting dan membuat pair yang Anda tradingkan berbalik arah dengan cepatnya sehingga membuat kondisi akun trading Anda menjadi loss bahkan berujung stop out.

Umumnya, masih terdapat dana sisa yang bisa ditarik atau digunakan untuk bertrading lagi meskipun terkena stop out. Mengenai berapa besar nominal yang tersisa itu tergantung dari level stop out yang ditetapkan oleh broker. Namun, ketika saldo menjadi nol atau bahkan minus ketika terkena stop out, maka berarti terdapat lonjakan harga yang sangat cepat sehingga menjadikan stop loss atau sistem stop out pada broker tidak berfungsi.

Mengenai hal ini Anda tidak perlu khawatir. Anda tidak perlu memikirkan apakah Anda harus membayar, atau takut ditagih, atau mengganti saldo yang negatif tersebut. Karena umumnya kini sudah banyak broker yang memberikan fasilitas perlindungan saldo negatif (negative balance protection), sehingga para klien atau trader tidak perlu risau ketika hal ini terjadi.

Semoga bisa membantu.

Argo Gold Spotter   5 Aug 2019

@ Akhmad:

Nominal apa yang dinaikkan?
Stop Out (SO) maksudnya batas margin level yang ditentukan broker, yang mana kalau level SO (dalam persen) tercapai, maka proses trading akan dihentikan secara otomatis.

Misal broker Anda menentukan SO = 40% dan Margin Call (MC) = 100%, maka kalau (equity / margin total) x 100%
telah mencapai level MC, Anda akan mendapat warning, tapi proses trading masih berjalan. Kalau telah mencapai level SO, maka proses trading secara otomatis akan dihentikan.

Maksud adanya MC dan SO karena broker tidak mau rmeugi. Hal itu logis saja karena kalau posisi Anda terus minus dan jaminan (margin) Anda habis tetapi tidak dihentikan maka Anda akan berhutang pada broker, dan kalau tidak terbayar maka broker akan merugi.


- … Tapi setelah kena stop out margin -594. 00. Untuk minus margin bagaimana?

Margin tidak mungkin minus Pak.
Margin adalah jaminan untuk membuka sebuah posisi. Sisa margin akan dikembalikan ketika Anda terkena SO.

Contoh perhitungan margin:
Kalau Anda membuka akun regular (standard) dan trading EUR/USD, GBP/USD, AUD/USD atau NZD/USD, maka nilai kontrak untuk 1 lot adalah USD 100,000.
Dalam hal ini, perhitungan untuk Margin adalah:

Margin = (USD 100,000)  x (jumlah lot atau volume) x (persentasi margin) x harga pasar saat itu

Misal: Anda trading dengan leverage 1:200, Anda buy 2 lot EUR/USD pada harga 1.1200, maka margin =  (USD 100,000)  x 2 x 0.5% x 1.1200 = USD 1,120.


- … Apakah harus menanggung margin yang minus itu dengan adanya tagihan

Tidak ada margin minus, dan tidak ada trader yang berhutang pada broker. Margin adalah jaminan pada saat membuka posisi.

M Singgih   6 Aug 2019

@ Achmad Kusuma P.:

Dalam hal ini kemungkinan trading telah dihentikan. Kalau trading Anda dihentikan, berarti Anda terkena Stop Out (SO).
Istilah Margin Call (MC) dan Stop Out (SO) menunjukkan batas-batas besarnya equity yang ditentukan, ketika Anda sedang mengalami kerugian, atau floating loss.

Balance / saldo : jumlah dana dalam akun Anda.
Equity = Balance + Floating Profit / Loss
Floating profit : posisi terbuka yang sedang profit
Floating loss : posisi terbuka yang sedang loss

Ketika Anda kena Margin Call (MC), berarti Anda dianjurkan untuk menambah dana supaya equity Anda mencukupi untuk menahan kerugian yang sedang terjadi (floating loss).
Tetapi ketika Anda kena Stop Out (SO), trading Anda akan dihentikan secara otomatris oleh broker, karena equity Anda dianggap sudah tidak bisa menahan kerugian.

MC dan SO ditentukan dari Margin Level.
Margin Level = (Equity / Margin total) x 100%

Biasanya broker menetapkan Margin Level = 100% untuk mengenakan Margin Call (tiap broker bisa berbeda).
Misal Anda trading pada broker yang menerapkan aturan Margin Level 100% untuk Margin Call, dan Anda masih punya USD 5,000 dengan beberapa posisi trading yang masih terbuka dan totalnya rugi (diluar margin), dengan margin total USD 500.
Jika total kerugian Anda telah mencapai USD 4,500 maka Anda akan terkena Margin Call, karena Margin Level Anda = ((USD 5,000-USD 4,500) / USD 500 ) x 100% = 100%.

Contoh lain, jika broker Anda menetapkan Margin Cal Level = 100%, dan Stop Out level = 30%, maka:
- Jika Margin Level = 100%, maka Anda akan terkena MC. Dalam hal ini Anda akan terkena MC ketika Equity = Margin total.
- Jika Margin Level = 30%, maka Anda akan terkena SO, dan trading Anda akan dihentikan. Dalam hal ini Anda akan terkena SO ketika Equity = 30% dari Margin total.

Contoh:
Balance dalam akun Anda = USD 5,000, dengan beberapa posisi trading yang masih terbuka dan totalnya rugi (diluar margin), dengan margin total = USD 500.
Jika total kerugian Anda telah mencapai USD 4,500 maka Anda akan terkena Margin Call, karena Margin Level Anda = ((USD 5,000-USD 4,500) / USD 500 ) x 100% = 100%.
Jika Anda diamkan (tidak menambah dana), dan total kerugian Anda telah mencapai USD 4,850 maka Anda akan terkena Stop Out, karena Margin Level Anda = ((USD 5,000-USD 4,850) / USD 500 ) x 100% = 30%.

Margin berhubungan dengan Leverage.
Jika Anda memilih leverage 1:100 maka dana jaminan Anda adalah 1% dari nilai kontrak. Jika leverage 1:200 maka dana jaminannya adalah 0.5% dari nilai kontrak.
Jika Anda membuka akun standard dan trading EUR/USD, GBP/USD, AUD/USD atau NZD/USD, maka nilai kontrak untuk 1 lot adalah USD 100,000.
Dalam hal ini, perhitungan untuk Margin adalah:

Margin = (USD 100.000)  x (jumlah lot atau volume) x (persentasi margin) x harga pasar saat itu

Misal: Anda membuka account standard dengan leverage 1:200, Anda buy 2 lot EUR/USD pada harga 1.0885, maka margin =  (USD 100.000)  x 2 x 0.5% x 1.0885 = USD 1,088.50.

Free Margin atau Margin bebas adalah selisih antara Equity dengan Margin total Anda untuk membuka posisi (kalau ada beberapa posisi yang masih terbuka). Kalau tidak ada posisi berarti seluruh dana dalam account Anda adalah Free.

Free Margin = Equity - Margin total

Misal total dana Anda USD 5,000, dan Anda punya beberapa posisi yang masih terbuka dengan total margin USD 1,750 dan posisi Anda yang profit USD 870, yang loss USD 240, maka:
Equity = USD 5,000 + USD 870 - USD 240 = USD 5,630.
Free Margin = USD 5,630 - USD 1,750 = USD 3,880.

Semoga bisa membantu.

M Singgih   16 Jan 2019

Untuk Agus Gari,

Untuk aturan Stop Out, bisa berbeda antara satu broker dengan broker lainnya. Jadi apabila terdapat aturan margin call 50% dan stop out broker 20%, maka artinya Anda akan mendapat peringatan margin call untuk menutup posisi trading saat kerugian trading hanya menyisakan dana sebesar 50% dari used margin.

Apabila peringatan tersebut tidak diindahkan, maka saat kerugian terus berlanjut dan dana Anda terus menyusut hingga tersisa 20% dari used margin, posisi trading akan ditutup secara paksa (ter-stop out) oleh server broker forex.Ada baiknya perhatikan dulu aturan Stop Out si broker yang  anda gunakan.

Rumus used margin:
(harga saat ini x ukuran trading) / leverage

Rumus stop out 100%:
Stop out diberlakukan saat jumlah ekuitas mencapai besaran ini.
Ekuitas = Used margin x 100%

Rumus stop out 20%:
Stop out diberlakukan saat jumlah ekuitas mencapai besaran ini.
Ekuitas = Used margin x 20%

Thanks.

 
Basir   25 Oct 2019

@ Dana:

Istilah Margin Call (MC) dan Stop Out (SO) menunjukkan batas-batas besarnya equity yang ditentukan, ketika Anda sedang mengalami kerugian, atau istilahnya floating loss.

Balance / saldo : jumlah dana dalam akun Anda.
Equity = Balance + Floating Profit / Loss
Floating profit : posisi terbuka yang sedang profit
Floating loss : posisi terbuka yang sedang loss

Ketika Anda kena Margin Call (MC), berarti lampu kuning. Dalam hal ini Anda dianjurkan untuk menambah dana supaya equity Anda mencukupi untuk menahan kerugian yang sedang terjadi (floating loss).
Tetapi ketika Anda kena Stop Out (SO), berarti sudah lampu merah. Dalam hal ini trading Anda akan dihentikan secara otomatris oleh broker, karena equity Anda dianggap sudah tidak bisa menahan kerugian.

MC dan SO ditentukan dari Margin Level.
Margin Level = (Equity / Margin total) x 100%

MC = 100%, artinya jika Margin Level = 100%, maka Anda akan terkena MC. Dalam hal ini Anda akan terkena MC ketika Equity = Margin total.
SO = 30%, artinya jika Margin Level = 30%, maka Anda akan terkena SO, dan trading Anda akan dihentikan. Dalam hal ini Anda akan terkena SO ketika Equity = 30% dari Margin total.

Contoh:
Balance dalam akun Anda = USD 5,000, dengan beberapa posisi trading yang masih terbuka dan totalnya rugi (diluar margin), dengan margin total = USD 500.
Jika total kerugian Anda telah mencapai USD 4,500 maka Anda akan terkena Margin Call, karena Margin Level Anda = ((USD 5,000-USD 4,500) / USD 500 ) x 100% = 100%.
Jika Anda diamkan (tidak menambah dana), dan total kerugian Anda telah mencapai USD 4,850 maka Anda akan terkena Stop Out, karena Margin Level Anda = ((USD 5,000-USD 4,850) / USD 500 ) x 100% = 30%.

Maksud adanya Margin Call dan Stop Out karena broker tidak mau merugi. Hal itu logis saja karena kalau posisi Anda terus minus dan jaminan (margin) Anda habis tetapi tidak dihentikan maka Anda akan berhutang pada broker, dan kalau tidak terbayar maka broker akan merugi.
Untuk keterangan lebih lanjut bisa baca: Margin Dalam Trading Forex

Semoga bisa membantu.

M Singgih   4 Jan 2019

Barusan saya kena Margin Call dan modal saya tinggal 0.36 Dolar. Masih bisakah saya bertrading dengan modal tsb?

Ipang   20 Feb 2019

@ Ipang:

Anda kena Margin Call, artinya Anda diminta untuk menambah dana agar bisa meneruskan trading. Kalau ada posisi yang masih terbuka, akan jalan terus. Jika tidak menambah dana dan posisi yang terbuka tersebut terus minus, maka Anda akan terkena Stop Out, dan proses trading otomatis akan dihentikan oleh sistem.

Ketika terkena Margin Call, Anda tidak bisa lagi membuka posisi baru, karena Free Margin yang ada dianggap tidak mencukupi, apa lagi jika ada posisi terbuka yang merugi.
Jadi kesimpulannya Anda harus menambah dana supaya bisa terus trading. Dengan dana USD 0.36, dengan akun cent sekalipun Anda tidak cukup untuk membuka posisi. Ketahanan Anda sangat kecil.

M Singgih   21 Feb 2019

@ Agung Subakti:

Margin Call level = 50%, dan Stop Out level = 30%.

Margin Level = (Equity / Margin total) x 100%

Dalam hal ini jika Margin Level mencapai 50% maka Anda akan terkena Margin Call, artinya Anda akan diberitahu untuk menambah dana tetapi Anda masih bisa terus trading.
Jika Margin Level telah mencapai 30%, maka Anda akan terkena Stop Out, yang mana proses trading akan secara otomatis dihentikan.

Maksud adanya Margin Call level dan Stop Out level karena broker tidak mau merugi, karena kalau posisi Anda terus minus dan jaminan (margin) Anda habis tetapi tidak dihentikan maka Anda akan berhutang pada broker, dan kalau tidak terbayar maka broker akan merugi.

 

M Singgih   11 Apr 2021

Setiap broker apakah beda-beda pak maksimal Margin Call dan Stop Outnya?

Kalo menurut bapak, akun trading seperti yang saya lampirkan itu bagus apa engga? Makasih

Agung Subakti   12 Apr 2021

@ Agung Subakti:


- Setiap broker apakah beda-beda pak maksimal Margin Call dan Stop Outnya?

Bisa berbeda.

- … Kalo menurut bapak, akun trading seperti yang saya lampirkan itu bagus apa engga?

Mengenai Margin Call level dan Stop Out level itu relatif, tidak ada patokan bagus atau tidaknya, sepenuhnya tergantung dari ketentuan masing-masing broker. Hanya saja semakin besar persentase Margin Call dan Stop Out level, maka jika Anda terkena Margin Call atau Stop Out, dana yang tersisa di akun Anda juga akan semakin besar.

 

M Singgih   13 Apr 2021

Hemmm gt, jadi Margin Call dan Stop Out itu kayak pengaman gt ya pak..

Tanya lagi pak, kalau maksud yang "floating, from 0 pips" itu maksudnya gimana ya pak?

penjelasan MC dan Stop Out

Agung Subakti   16 Apr 2021

@ Agung Subakti:

Maksudnya adalah floating spread. Floating spread adalah spread yang bisa berubah-ubah mulai dari nol sampai pada nilai yang tidak bisa diperkirakan, tergantung dari volatilitas pergerakan harga. Semakin tinggi volatilitas pergerakan harga, maka spread akan semakin besar juga.

Broker yang menerapkan floating spread biasanya menggunakan harga bid dan ask yang lebih mendekati harga pasar. Selain itu ada broker yang menawarkan fixed spread atau spread yang nilainya tetap. Pada keadaan pasar yang relatif tenang (tidak bergejolak), biasanya spread pada broker yang menerapkan floating spread lebih kecil dari broker yang menerapkan fixed spread

Untuk penjelasan mengenai floating spread dan fixed spread, silahkan baca:

M Singgih   17 Apr 2021

Pair apa yang biasanya cepat bikin trader kena MC Pak

Puji Asmoro   17 Jun 2021

@ Puji Asmoro:

MC atau tidak, sama sekali tidak tergantung dari pair yang Anda tradingkan. Semua pair yang hrganya masih bergerak berpotensi menyebabkan MC.

Agar tidak cepat terkena MC, Anda harus mempunyai sistem trading yang profitable. Sistem trading yang profitable bukan berarti setiap trade mesti profit, tetapi hasil akumulasi dari sekian kali trade dalam periode waktu tertentu secara keseluruhan hasilnya masih profit.

Sistem trading terdiri dari metode entry dan exit, strategi entry dan money management. Metode entry dan exit menggunakan analisa teknikal, strategi entry bisa berdasarkan analisa teknikal atau analisa fundamental, sedang pengaturan money management terdiri dari risk management dan risk/reward ratio setiap kali entry.

M Singgih   18 Jun 2021

@ Bang Wira:

Cepat atau tidaknya terkena Margin Call (MC) tergantung dari besarnya equity atau modal, dan juga ketahanan modal (dalam pip), tidak ditentukan oleh besarnya lot.

Margin Level = (Equity / Margin total) x 100%

Jika broker menetapkan Margin Level = 100% untuk mengenakan MC (tiap broker bisa berbeda), dan equity telah mencapai = margin total, maka Anda akan terkena MC.
Jika broker menetapkan Margin Level = 80% untuk mengenakan MC (tiap broker bisa berbeda), dan equity telah mencapai = 80% dari margin total, maka Anda akan terkena MC.

Cepat atau tidaknya equity = margin total, tentunya tergantung dari equity yang tersisa yang dipengaruhi juga oleh besarnya pip yang telah berkurang ketika Anda mengalami loss.

 

M Singgih   20 Aug 2021

Kalau terkena MC namun ada beberapa posisi yang belum diclose, apakah akan tertutup sendiri pak?

Yondu   19 Nov 2021

@ Yondu:

Biasanya broker menetapkan level margin call (MC) dan juga level stop-out (SO) berdasarkan Margin Level. Margin Level (dalam persen) adalah perbandingan antara Equity dengan Margin total.
Margin Level = (Equity / Margin total) x 100%

Jika misalnya broker Anda menetapkan MC level 50% dan SO level 30%, maka jika Margin Level telah mencapai 50% Anda akan terkena MC, yaitu diberitahu untuk menambah dana, tetapi masih bisa terus trading dan posisi yang masih terbuka akan tetap jalan asal belum mencapai target (stop loss / SL ataupun target profit / TP).

Tetapi jika Margin Level telah mencapai 30% Anda akan terkena stop-out (SO), yang mana proses trading secara otomatis akan dihentikan. Dalam hal ini posisi yang masih terbuka tidak secara otomatis ditutup karena pergerakan harga atau proses trading telah dihentikan. Pererakan harga atau proses trading akan kembali normal jika Anda telah menambah dana.

 

M Singgih   21 Nov 2021

@ Hendy Prabawa:

Margin Call (MC) level = 30%, dan Stop Out (SO) level = 10%.

Margin Level = (Equity / Margin total) x 100%

Dalam hal ini jika Margin Level mencapai 30% maka Anda akan terkena Margin Call (MC), artinya Anda akan diberitahu untuk menambah dana tetapi Anda masih bisa terus trading. Jika Margin Level telah mencapai 10%, maka Anda akan terkena Stop Out (SO), yang mana proses trading akan secara otomatis dihentikan.

Modal = USD 1,000.
Trading 1 lot XAU/USD.
Leverage = ??  Diasumsikan Anda trading dengan leverage: 1:500 atau 0.2% dari nilai kontrak.

Jika Anda buy atau sell 1 lot XAU/USD pada harga 1830.00, maka:
Margin = (harga XAU/USD) x besarnya lot x % leverage x 100. (Keterangan: 100 adalah nilai kontrak untuk 1 lot XAU/USD, yaitu 100 troy ounce).
Jadi margin yang diperlukan = 1830.00 x 1 x 0.2% x 100 = USD 366.

Ketika posisi dibuka, maka Margin Level = (USD 1,000 / USD 366) x 100% = 273.22%.
Anda akan terkena MC jika Margin Level = 30%, atau (Equity / USD 366) x 100% = 30%, atau ketika Equity = USD 366 x 30% = USD 109.8.
Dalam hal ini Anda akan terkena MC ketika telah mengalami loss sebesar: USD 1,000 - USD 109.8 = USD 890.2, atau telah loss sebesar 890 pip, yang mana nilai per pip 1 lot XAU/USD adalah USD 1.

Anda akan terkena SO jika Margin Level = 10%, atau (Equity / USD 366) x 100% = 10%, atau ketika Equity = USD 366 x 10% = USD 36.6.
Dengan demikian Anda akan terkena SO ketika telah mengalami loss sebesar: USD 1,000 - USD 36.6 = USD 963.4, atau telah loss sebesar 963 pip.

 

M Singgih   9 Feb 2022

@ Herman Juliardi:

Untuk menghindari Margin Call (MC), Anda harus membatasi risiko setiap kali entry, yaitu dengan memasang stop loss (SL). Tanpa memasang SL, berarti Anda tidak membatasi risiko atau risiko tidak terbatas yang pada akhirnya akan menyebabkan MC jika ternyata posisi yang Anda buka salah.

Untuk penjelasan mengenai SL, silahkan baca: Stop Loss Dan Take Profit, 2 Aspek Penting Dalam Trading Forex

Selain itu, agar tidak selalu loss yang pada akhirnya juga akan menyebabkan terkena MC, Anda harus mempunyai sistem trading yang profitable. Sistem trading terdiri dari metode entry dan exit, strategi entry dan money management.

M Singgih   16 Mar 2022

@Dewi Emawati: Evaluasi.

Evaluasi secara menyeluruh apa yang menjadi penyebab MC terjadi.

Kiki R   17 Mar 2022

saat terkena MC pasti sangat berpengaruh pada spikologi trader, bagaimana tips cara mengatasinya? Trims

Dewi Emawati   21 Mar 2022

@Dewi Emawati: Kalau sudah MC, cara terbaik untuk menghadapinya adalah menerimanya, jangan diingkari apalgi balas dendam ke market.

MC yang terjadi selidiki dulu apa penyebabnya.

  • Apakah karena sistem tradingnya tidak profitable?
  • Apakah karena Anda yang tidak disiplin menjalankannya?
  • Atau mungkin Anda belum mempunyai sistem trading sama sekali?

Pertanyaan-pertanyaan diatas ditunjukkan untuk Dewi Emawati. Kalau Anda hanya berfokus pada "bagaimana agar tidak MC" maka Anda tidak akan menemukan jawabannya.

Dewi Emawati. Selama akar permasalahnnya belum diketahui, Anda akan susah melangkah dari masalah ini.

Kiki R   21 Mar 2022

Saya terkena stop out, tp saya liat posisi yg masih open masih bergerak. Apakah artinya masih bisa trading? Tp saya Uda coba tambah deposit, tp saya tdk bisa menutup posisi yg masih open itu.

Lina   1 Apr 2022

@ Lina:

Setahu saya kalau terkena stop out maka proses trading akan dihentikan, dan akun trading di non aktifkan. Kalau masih margin call bisa nambah dana, akun trading tetap aktif. Untuk mengaktifkan akun trading Anda, silahkan menghubungi broker.

 

M Singgih   3 Apr 2022

@ Golekprofit:

Margin call (MC) terjadi karena Marin Level telah mencapai level MC yang ditetapkan broker.
Margin Level = (Equity / Margin total) x 100%

Kalau broker Anda menetapkan MC jika Margin Level telah mencapai 50%, maka ketika Margin Level = 50%, Anda akan terkena MC.

MC bisa terjadi jika Equity terus berkurang karena posisi yang Anda buka terus mengalami kereugian, dan Anda tidak membatasi risiko (kerugian) tersebut. Jadi untuk menghindari MC maka batasi besarnya kerugian dengan memasang stop loss (SL) setiap kali membuka posisi.

 

M Singgih   6 Apr 2022

@Hady Bhart: Stop-out adalah persentase level margin yang apabila terkena maka semua posisi floating loss tertutup dan akun dinyatakan bankrut.

Dengan demikian, level stop-out menjadi titik akhir akun Anda. Jika Anda ingin menggunakan akunnya lagi, maka Anda harus deposit ulang.

Sedangkan margin level adalah persentase level margin yang apabila terkena maka pihak broker akan menghubungi (call) kliennya bahwa akunnya sudah mendekati level margin stop-out.

Dengan menghubungi Anda, pihak broker ingin agar Anda menambahkan deposit sehingga level margin naik dan akun Anda tidak sampai terkena stop-out.

Kiki R   30 Apr 2022

Kalau ada broker yang menuliskan spesifikasi akun seperti ini gimana ya pak ngartiinnya, saya masih kurang paham. Angka Margin Call 50% Dan Stop Out 30%. Mohon penjelasannya. Terima kasih

penjelasan margin call dan stop out

Agung Subakti   8 Apr 2021

Halo semuanya, saya mau tanya...kan di broker lokal lot sizenya kan lebih besar ya...apakah demikian berarti Margin Callnya juga semakin cepat?

Bang Wira   5 Aug 2021

Bagaimana tips dan saran agar terhindar dari margil call untuk yang baru mulai trading?

Herman Juliardi   14 Mar 2022

Siang pak,

Mau tanya.  Kenapa saya mendapat stop out pada saat nominal saya naikan? Sebelum2 nya saya profit terus. Tapi setelah kena stop out margin -594. 00.

Untuk minus margin bagaimana?  Apakah harus menanggung margin yang minus itu dengan adanya tagihan, ataukah dengan pot saldo.

Mohon penjelasannya.

Akhmad   1 Aug 2019

Broker saya memberi margin call 30% dan stop out 10%, apabila dana saya 1000dolar, dan saya trading XAU/USD sebesar 1lot, berapa floating loss saya sampai terkena margin call dan stop out pak?

Hendy Prabawa   4 Feb 2022

Apa perbedaan stop out dengan margin call dalam trading? Trm ksh

Hady Bhart   29 Apr 2022

Apa yang menjadi penyebab margin call? dan bagaimana cara mengatasinya?

Golekprofit   1 Apr 2022

Mau tanya pak, sistem margin call itu prosedurnya seperti apa ya? Saya baru2 ini trading, dan mengalami floating loss, lalu tiba-tiba dana yang floating loss itu hilang dengan sendirinya. Apakah saya kena Margin Call? Kenapa dana saya bisa hilang sendiri. 


Di akun trading saya ada tulisah Margin Bebas, Margin Level dan Margin, bedanya apa ya?

Achmad Kusuma P.   15 Jan 2019

Contoh,satu posisi pair gbp/usd saya beli di harga 

1.31200 dan satu posisi lg saya jual diharga
1.31000. Dan setelah kedua posisi ini terbuka
Kekuatan saldo tinggal 31$, margin 0.60 dan 
Margin level 100%.
 
Apakah akun ini bisa kena stop 
out? Mohon penjelasannya. Tks
 
Agus Gari   23 Oct 2019

Apa yang harus dilakukan ketika mengalami margin call?

Dewi Emawati   17 Mar 2022

Akun saya sedang floating loss senilai 50% Dr modal..

Saya trading melalui smartphone..
Sementara saya screenshot trading saya..untuk saya simpan..
Nah untuk menghindari Margin Call..
Saya uninstall M 4 di smartphone..
Nanti saya login Kira Kira trading saya dah profit..
 
Apakah it efektif..
Atau walaupun saya uninstall M 4, kalau memang sudah MC, walaupun tidak sedang Online..tidak ada koneksi, tetap kena MC.
Best   9 Jul 2020

Izin nanya, apa di setiap broker ada stop out? Bagaimana dengan broker luar?

Deny   30 Nov 2022

Ada, setiap broker mempunyai level stop-out, termasuk broker luar.

Ada yang level stop-outnya 100%, 50%, dan 20%.

Kiki R   1 Dec 2022

Izin bertanya,

Assalamualaikum wr wb. Apabila kerugian melebihi margin call maka akan di stop out secara otomatis. Namun jika sebaliknya bagaimana ya ? Jika profit keuntungan yang belum ditutup melebihi margin call, apakah akan di stop out juga?

Mohon penjelasanya pak.

Deny   2 Dec 2022

Maaf gan, kalau ga salah margin call itu kalau diterjemahkan dalam kata kata yang agak sederhana itu adalah bangkrut gan. Dengan kata lain uang yang diperdagangkan udah ga sanggup lagi nahan kerugian yang dialamin jadi langsung di stop biar ga minus. Kurang lebih seperti itu. Kalau mau trading itu diterusin biasa langsung nambah modal lagi buat nahan loss gitu.

Kalau profit seharusnya ga ada kejadian kayak gitu ya. Namanya juga profit kalau bisa profit segede-gedenya juga ga akan ada yang ngelarang. Setau saya ga ada deh stop out kayak gitu kecuali agan ada taruh TP di titik tertentu jadi kalau nyentuh ya langsung take profit di titik itu.

Rando   5 Dec 2022

Waalaikumsalam wr wb pak Deny.

Jika profit atau keuntungan yang belum ditutup melebihi margin call tidak akan terjadi stop-out.

Stop-out hanya berlaku jika terjadi kerugian atau floating loss.

Untuk floating profit, Anda bisa tetap menahan floating profit sebesar 500% dari modal dan tidak akan terjadi stop-out.

Kiki R   5 Dec 2022

Salam, saya membaca beberapa section dari forum ini, ternyata margin call itu berbeda dengan yang saya ketahui selama ini. Pernah ada yang cerita kalau kena margin call langsung menutup semua perdagangan forex.

Tetapi ketika saya membaca beberapa pembahasan master disini, ternyata klu margin belum menutup perdagangan..mengapa teman saya mengalami kejadian yang berbeda dengan yang dibahas di forum ini ya?

Sadil   3 Feb 2023

@ Sadil:

Mungkin broker teman Anda tsb menetapkan bahwa margin level untuk margin call (MC) sama dengan stop out (SO).
Margin Level = (Equity / Margin total) x 100%
Misal jika broker menetapkan 50% untuk MC dan juga SO, maka ketika margin level telah mencapai 50%, maka semua posisi yang masih terbuka akan ditutup secara otomatis oleh sistem.

M Singgih   5 Feb 2023

Sadil:

Tengok aja aturan margin di broker yang dipake. MC berapa persen, SO berapa persen.

Kalau persentasenya sama, berarti MC = SO. Begitu kena margin call, broker langsung eksekusi stop out.

Kalau persentasenya beda, semestinya MC > SO. Broker bakal kirim notice margin call dulu, lalu ntar kita bisa top up buat mencegah stop out. Kalau kita nggak top up dan margin turun terus, barulah kena stop out.

Aturan MC/SO biasanya ditulis di situs broker bagian account. Kalau nggak ada, tanya aja ke CSnya.

Sofiyan   13 Feb 2023

Deny:Baik luar maupun dalam negeri, semua broker memiliki stop out. Fungsi stop out ini untuk menghindari kerugian pada investor dan broker. Biasanya level stop out ini sekitar 20-100%. Untuk pemula, amannya memakai Stop Out 20-50, karena Stop Out 100% artinya bakal berujung ke Margin Call. 

Ananta   14 Feb 2023

Golekprofit:

Margin Call terjadi karena total Margin yang digunakan untuk trading telah melewati batas atau ambang tertentu yang telah ditetapkan oleh broker sebelumnya pada akun yang dipilih. Penjelasan lengkap tentang perhitungan Margin sendiri telah dijelaskan oleh pak M Singgih di atas.

Cara mencegahnya tentu saja mudah. Selain memasang Stop Loss seperti penjelasan pak M Singgih di atas. Bapak juga bisa mulai menerapkan untuk membatasi risiko yang digunakan pada setiap posisi yang digunakan. Batasan ini bisa bernilai Fixed Dollar sesuai ketahanan risiko bapak atau bisa dihitung dengan menggunakan persentase tertentu. Misalnya Balance akun yang digunakan adalah 1,000 USD dan batasan risiko yang ditetapkan adalah 1% dari akun. Hal ini berarti pada setiap posisi yang dibuka, kerugian maksimal posisi tersebut hanyalah 1% dari 1,000 USD atau 10 USD saja. Dengan mempraktikkan hal ini serta membatasi jumlah posisi yang dibuka, sudah dapat dipastikan bapak tidak akan pernah lagi bertemu dengan Margin Call.

Nur Salim   19 Feb 2023

Hady Bhart:

Stop out dan margin call adalah dua konsep yang terkait dengan trading yang berhubungan dengan persyaratan margin dan tingkat risiko yang dapat ditoleransi oleh trader. Meskipun keduanya terkait dengan persyaratan margin, tetapi keduanya memiliki perbedaan, yaitu:

  • Margin Call: Ini terjadi kalo nilai ekuitas akun trading seseorang turun di bawah persyaratan margin minimum yang ditetapkan oleh broker. Ini terjadi ketika kerugian trading melebihi jumlah margin yang telah disetor oleh trader. Dalam kondisi ini, broker akan memberi tahu trader bahwa mereka perlu menambahkan dana ke akun mereka untuk memenuhi persyaratan margin, jika tidak maka trading akan ditutup atau di-liquidate secara otomatis.
  • Stop Out: Ini terjadi kalo nilai ekuitas akun trading seseorang turun di bawah persyaratan stop out yang ditetapkan oleh broker. Ini adalah tingkat minimum dimana broker akan secara otomatis menutup trading yang terbuka secara paksa pada akun trader. Tingkat stop out ini biasanya lebih rendah daripada persyaratan margin minimum dan umumnya berkisar antara 10% hingga 30% dari nilai margin awal.
Dadakin S   28 Feb 2023

Permisi, mau tanya apakah stop out dan margin call merupakan produk turunan dari "perlindungan saldo negatif"?

Aku kan smpt ngebaca-baca beberapa review broker di Inbizia. rata-rata Broker ini memberikan fitur perlindungan saldo negatif. Jadi aku sklian ingin brtnya mengenai pperlindungan saldo negatif sndiri apakah ada broker yg tidak menyediakan hal itu dan bila memang ada apakah sbaiknya kita sbagai trader lbh baik memilih ada fitur ini atau tidak, dan fitur perlindungan saldo negatif itu sndiri apa2 aja sih yg bisa dirasakan oleh trader dan mengapa tercipta fitur ini? terima kasih!

Polin   17 Mar 2023

Polin:

Stop Out (SO) dan Margin Call (MC) tidak ada hubungannya dengan perlindungan saldo negatif.

SO dan MC adalah mekanisme pemberitahuan dan eksekusi otomatis untuk trader dalam menghadapi situasi saldo menipis. Artinya, saldo masih ada tapi tidak cukup untuk menahan posisi yang floating.

Dalam situasi pasar yang wajar, SO & MC dapat mencegah saldo merosot sampai nol atau lebih rendah lagi. Namun, dalam situasi pasar yang tidak wajar, SO & MC mungkin tidak berfungsi.

Ketika pergerakan pasar abnormal & terlalu cepat, sistem nggak bisa ngejar, kemudian saldo ambles sampai nol atau bahkan negatif. Situasi terburuk seperti ini sangat jarang terjadi, tetapi ketika terjadi pasti tragis sekali. Contohnya ketika insiden Black Thursday 2015, sekitar setengah lusin broker kolaps dan tak terhitung jumlah trader yang dapat tagihan untuk membayar saldo negatif sampai jutaan dolar.

Nah, perlindungan saldo negatif adalah mekanisme yang akan me-nol-kan rekeningmu ketika saldo ambles sampai di bawah nol.

Kalau tidak ada perlindungan saldo negatif, broker mengemban kewajiban untuk menagih angka negatifnya saldo itu kepadamu dan kamu berkewajiban melunasinya. Ini masalah hukum dan berkaitan dengan undang-undang keuangan yang berlaku, sehingga broker tidak bisa mengikhlaskannya saja.

Kalau ada perlindungan saldo negatif, kamu nggak berkewajiban mengganti angka negatif tadi. Kok bisa begitu? Ada banyak kemungkinan.

Pertama, jika broker itu bandar, maka urusan utang-piutang hanya antara kamu dan broker, sehingga dia bisa langsung write-off (mengikhlaskan).

Kedua, broker bukan bandar, tapi mungkin sudah menyiapkan sistem yang anti-jebol, sehingga insiden saldo negatif tidak akan terjadi. Seandainya sistemnya kelak tetap jebol, ia akan menganggapnya sebagai kerugian bisnis atau berkomitmen untuk mengganti angka negatif itu dengan dananya sendiri.

Aisha   20 Mar 2023

Polin:

Stop out dan margin call bukanlah produk turunan dari "perlindungan saldo negatif", tetapi terkait dengan manajemen risiko dalam trading forex. Stop out dan margin call adalah level yang ditetapkan oleh broker untuk membatasi kerugian atau menghindari terjadinya saldo negatif pada akun trader.

Kita harus paham 3 konsep ini:

  • Stop out adalah level di mana broker akan secara otomatis menutup posisi trader ketika margin level pada akun mencapai level stop out yang telah ditetapkan.
  • Margin call adalah pemberitahuan dari broker kepada trader bahwa margin level di akun trading sudah di bawah level yang ditetapkan, sehingga trader harus menambahkan dana agar margin level kembali ke level yang aman.
  • Perlindungan saldo negatif adalah fitur yang ditawarkan oleh beberapa broker forex untuk menyediakan perlindungan terhadap saldo negatif pada akun trader. Fitur ini memastikan bahwa trader tidak akan kehilangan lebih dari jumlah modal yang diinvestasikan ke dalam trading.

Stop out dan margin call bertujuan untuk mencegah kerugian yang besar pada akun trading, sedangkan perlindungan saldo negatif bertujuan untuk melindungi trader dari kehilangan lebih dari modal yang telah diinvestasikan.

Ananta   22 Mar 2023

Jawaban untuk Lina:

Jika Anda terkena stop out, itu berarti saldo akun trading Anda telah turun di bawah batas minimum yang diperlukan untuk mempertahankan posisi trading yang masih terbuka. Dalam kondisi ini, broker akan menutup posisi Anda secara otomatis untuk mencegah kerugian lebih lanjut.

Meskipun posisi yang masih terbuka bergerak, Anda tidak dapat menambah deposit atau membuka posisi baru karena saldo akun Anda sudah turun di bawah batas minimum. Dalam hal ini, Anda perlu menunggu sampai saldo akun Anda naik kembali di atas batas minimum sebelum dapat membuka posisi baru atau menambah deposit.

Namun, jika Anda ingin menutup posisi yang masih terbuka, Anda dapat menghubungi layanan pelanggan broker Anda untuk meminta bantuan.

Kiki R   27 Mar 2023

Hady Bhart:

Stop Out dan Margin Call adalah level batasan yang ditentukan oleh broker mengenai jumlah Margin yang tersisa berbanding dengan Equity. Bedanya seperti yang dijelaskan oleh pak Kiki R di atas, Margin Call hanyalah sebuah Warning atau peringatan, sedangkan saat terkena Stop Out maka posisi akan ditutup secara paksa oleh broker. 

Nur Salim   28 Mar 2023

Hendy Prabawa:

Untuk jawaban dan perhitungan lengkapnya sebenarnya membutuhkan satu variabel lagi pak yaitu Leverage yang digunakan. Dari Leverage nanti kita bisa menghitung berapa nilai Margin yang dibutuhkan untuk membuka posisi 1 Lot di XAU/USD dan kemudian menghitung ketahanan Floating Lossnya agar bisa terkena Margin Call dan Stop Out. Di atas sendiri sudah dijelaskan perhitungan lengkap oleh pak M Singgih dengan menggunakan Leverage 1:500. Semakin kecil Leverage akan semakin besar Margin yang digunakan nanti dan sebaliknya. Jadi perhitungannya akan berbeda.

Nur Salim   29 Mar 2023

Jawaban untuk Herman Juliardi:

Untuk menghindari margin call bagi pemula, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan.

1. Gunakan stop loss. Selalu gunakan stop loss setiap transaksi tanpa terkecuali.

2. Gunakan maksimal risiko 1%-3% per transaksi. Dengan membatasi risiko per transaksi maka Anda tidak akan langsung terkena margin call.

Kiki R   29 Mar 2023

Puji Asmoro:

Semua pair bisa kena MC lah. Tp berdasar pengalaman, entah kenapa cross sering lebih cepet kena

Sofiyan   29 Mar 2023

Jawaban untuk Bang Wira:

Kalau menggunakan modal yang sama, misalnya $1000, maka jawabannya iya.

Misalnya Anda mempunyai akun $1000 di broker lot dengan minimal lot 0.1 dan Anda juga mempunyai akun di broker luar $1000 dengan minimal lot 0.01.

Otomatis kalau Anda membuka lot 0.01 di akun broker luar dan 0.1 lot di akun broker lokal maka yang terlebih dahulu margin call adalah akun Anda di broker lokal.

Kiki R   2 Apr 2023

Untuk margin call dan stop out ini apakah cuma ada di broker forex dan treding emas? Kalo kita trading saham sama kripto begitu apakah ada kebijakan semacam ini?

Fathoni   6 Apr 2023

Lina:

Stuju bang Kiki. Kalau ada masalah kayak gini, langsung kontek CS deh. Tiap broker bisa punya kebijakan beda beda soalnya.

Samsul   10 Apr 2023

Fathoni:

Margin Call dan Stop Out bukan hanya ada dalam trading forex dan gold, melainkan juga ada pada semua praktik trading yang menggunakan leverage atau margin.

Broker saham yang memberikan fasilitas margin untuk nasabahnya juga akan memberlakukan mekanisme serupa Margin Call & Stop Out saat margin yang dimiliki nasabahnya menipis.

Aisha   12 Apr 2023

@ Fathoni:

Semua jenis trading yang menawarkan margin atau jaminan berdasarkan leverage tentu akan ada aturan Margin Call (MC) dan juga Stop Out (SO) seperti dalam trading forex, komoditi (termasuk emas), futures (termasuk indeks saham), kripto, dsb. Untuk trading saham yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) tidak ada leverage dan margin, sehingga tidak ada MC dan SO.

 

M Singgih   16 Apr 2023

Siang! Salam cuan! Mau nnya sebagai pemula, lebih baik memilih margin call level yang rendah atau margin call level tinggi ya? Krna saya sendiri merasakan klu margin call terkadang ngehalangin kita utk menahan rugi lebih lama tetapi di sisi lain klu margin call terlalu rendah juga takutnya modal habis lebih cepat. Terus terkadang ada yang ngasih stop out level 0 juga, apakh ini bagus untuk pemula? Saya jujur agak bingung krna banyaknya broker yang menawarkan trading terms yang berbeda2 .

Mohon bantuannya gan! Terima kasih sebelumnya!

Suryo   30 Apr 2023

Suryo: Halo kak! Margin call level itu adalah batas level dana minimum yang harus kamu punya di akun tradingmu. Kalo levelnya rendah, artinya kamu punya sedikit dana yang bisa dipake untuk trading, jadi risikonya lebih gede buat terkena margin call. Kalo levelnya tinggi, artinya kamu punya lebih banyak dana yang bisa dipake buat trading, jadi risikonya lebih kecil buat terkena margin call.

Menurut aku sebaiknya hindari margin call level yang tinggi soalnya bakal pengaruh ke modal yang hilang And sebaiknya pilih aja margin call level yang sesuai sama kemampuan dan strategi trading kamu.

Terus, soal stop out level 0, ini artinya broker bakal otomatis stop out posisi kamu kalo dana di akun trading udah abis. Jadi, hati-hati kalo pake stop out level 0, karena kalo tradingnya nggak hati-hati bisa cepet kena margin call dan akun trading bisa langsung habis. Jadi, pastiin kamu udah punya strategi dan manajemen risiko yang jelas sebelum mulai trading.

Semoga bisa membantu

Indra   1 May 2023

@ Suryo:

- … Mau nnya sebagai pemula, lebih baik memilih margin call level yang rendah atau margin call level tinggi ya?

Pilih Margin Call (MC) level yang tinggi, misal 100%. Semakin tinggi MC level maka jika terjadi MC dana yang tersisa juga akan semakin banyak.

- … . Terus terkadang ada yang ngasih stop out level 0 juga, apakh ini bagus untuk pemula?

Untuk Stop Out (SO) level, pilih yang tinggi juga. Semakin tinggi SO level maka jika terjadi SO dana yang tersisa juga akan semakin banyak.

MC dan SO ditentukan berdasarkan Margin Level. Margin Level = (Equity / Margin total) x 100%.

M Singgih   4 May 2023

Halo.. 

Saya mau nanya misalkan saya buka posisi di EU dengan total lot 5 lot,kemudian SO satu posisi di margin level 40% dengan sisa equity 223.05 bagaimana cara saya untuk mengetahui di harga berapa SO berikutnya dengan sisa equity 223.05 dan sisa lot 4?

Rehan   8 Sep 2023

@ Rehan:  

Kalau sudah terkena SO, maka proses trading akan secara otomatis dihentikan oleh sistem. Jadi kalau ingin lanjut, Anda harus menambah dana. Dalam hal ini broker Anda menetapkan level SO ketika Margin Level mencapai 40%.

Margin Level = (Equity / Margin total) x 100%

Untuk penjelasan mengenai SO, silahkan baca: Apa Itu Stop Out Broker Forex?

 

M Singgih   13 Sep 2023

Rehan:

Jadi ini ceritanya km udah kena stop out sekali. Masih punya banyak open trade lain, trus mau open trade lagi tanpa inject modal?

Yaaa, kalau kayak gitu sih, bisa dijamin km bakal langsung kena stop out lagi begitu klik enter open trade yang baru. Biar nggak kejadian kayak gitu, mesti inject modal dulu, seperti kata Master Singgih tuh

Sofiyan   23 Sep 2023
 Ghani |  20 Jan 2022

Beberapa waktu lalu ketika trading, ada transaksi pemotongan dana di akun trading saya dengan tulisan: “Custody Fee aff. adjusment”. Itu maksutnya apa ya?

Lihat Reply [1]

@ Ghani:

Forex custody fee adalah biaya penitipan atau biaya penyimpanan, yaitu sejenis fee atau biaya komisi yang dikenakan broker forex untuk layanan terkait nilai dana deposit trader yang disimpan atau dititipkan di akun broker sebagai penyelenggara perdagangan forex.

Forex custody fee sendiri baru diterapkan mulai Oktober 2021 di beberapa broker, sehingga masih belum banyak keterangan lengkap mengenainya, seperti berapa fee yang dibebankan dan sebagainya. Yang jelas forex custody fee ini akan memotong saldo trading yang memiliki transaksi menginap selama 7 hari meskipun itu akun bebas swap.

M Singgih   30 Jan 2022
 Wildan |  5 Dec 2022

Halo mastah-mastah.

Saya pengen coba trading dengan broker lokal. Kira-kira broker forex lokal apa yang bagus? Mohon rekomendasinya. Terima kasih

Lihat Reply [20]

GKINVEST itu recommended.

MONEX juga.

Atau apa aja asal bukan rif** sih, menurutku.

Maxxx   7 Dec 2022

@ Wildan:

Mengenai broker, kami tidak memberikan rekomendasi pada broker tertentu. Silahkan Anda temukan pada ulasan-ulasan artikel di situs ini.

Semua perusahaan pialang berjangka (broker) yang telah terdaftar di Bappebti bisa digunakan untuk trading. Untuk mengetahui lebih lanjut, Anda bisa berkomunikasi dengan perusahaan pialang berjangka tsb, mencoba akun demonya, atau kalau mungkin bisa berkunjung ke kantornya.

M Singgih   8 Dec 2022

Saat ini, seluruh broker lokal mempunyai regulasi dari Bappepti sehingga regulasi bukan menjadi patokan utama untuk melihat broker lokal terbaik.

Dilihat dari sisi tradernya, pertimbangan utama dalam melihat broker lokal adalah biaya trading.

Sebelumnya, Inbizia pernah menulis artikel mengenai broker lokal dengan biaya trading termurah. Beberapa broker termasuk di dalamnya  adalah:

  • Monex Investindo Futures (MIFX)
  • GKInvest
  • Maxco
  • Valbury
  • Finex berjangka

Untuk melihat detailnya, Anda bisa membacanya langsung ke artikel berikut: Daftar Broker Lokal dengan Biaya Trading Termurah

Kiki R   9 Dec 2022

Bang, apakah broker GKInvest dan Monex bagus buat strategi scalping? Mohon masukannya bang. Aku bingung mau pilih diantara dua broker itu...

Ivan Adi Jaya   12 Dec 2022

@Ivan Adi Jaya: Bagus. Keduanya mempunyai jenis akun dengan spread kecil dan kecepatan eksekusi tinggi.

Di Monex (MIFX) gunakan jenis akun ultra low, sedangkan pada GKInvest gunakan tipe akun raw Zero.

Kiki R   13 Dec 2022

Monex kalau dibuat scalping rekomended gak kak? Soalnya tak liat spreadnya sampe 1:100 aja.

Wildan   13 Dec 2022

Apakah broker indonesia sangat direkomendasikan untuk main scalping?

Alwi Bin Slamet   14 Dec 2022

Maaf, pertama-tama perlu diluruskan dulu ya.

Spread itu pasti dalam satuan pips. Umpamanya, 0.2 pips, 1 pips, 2.3 pips, dan seterusnya.

Apabila berupa perbandingan, seperti 1:100, maka biasanya merujuk pada leverage.

Jadi, apakah Monex memiliki spread sampai 1:100? Itu tentu tidak benar. 

Monex sekarang punya 4 jenis akun dengan standar spread berbeda-beda:

  • Akun Ultra Low dengan spread mulai dari 0.2 pips
  • Akun Standar dengan spread mulai dari 1.8 pips
  • Akun Pro dengan spread mulai dari 1.8 pips
  • Akun Multilateral dengan spread mulai dari 0.6 pips

(jenis akun dan spread bisa berubah-ubah, silakan cek situs Monex untuk mengetahui status terbaru)

Untuk scalping, trader butuh spread yang rendah dan bea komisi yang murah. Mari ambil contoh akun Ultra Low saja, spread mulai dari 0.2 dan bea komisi $10 per lot. Ini tarif yang sangat masuk akal untuk scalping. Memang bukan yang termurah, tapi juga tidak tergolong mahal.

Tapi, leverage-nya cuma 1:100? Leverage itu tidak mempengaruhi gaya trading, melainkan hanya mempengaruhi kebutuhan modal trader. Banyak sekali trader yang bisa scalping dengan leverage 1:100. Hanya saja, memang butuh modal lebih besar agar bisa scalping dengan nyaman pada leverage maksimum segitu.

Aisha   15 Dec 2022

Sebagai broker, perusahaan yang menyediakan layanan trading forex biasanya menetapkan beberapa aturan dan ketentuan yang harus diikuti oleh para trader yang ingin menggunakan layanannya. Ditambah lagi, ada badan regulasi yang memberi syarat-syarat tertentu.

Saat ini, regulator Indonesia yaitu Bappebti tidak melarang Scalping, jadi Anda tinggal cek ke kondisi brokernya.

Jadi, apakah broker Indonesia sangat direkomendasikan untuk scalping? Sebaiknya Anda tidak memandang broker hanya dari aspek negaranya saja, tetapi lebih ke aturan dan ketentuan yang diberlakukan oleh broker tersebut.

Untuk bocoran soal nama-nama brokernya, bisa cek artikel berikut ini: Broker Lokal Untuk Scalping

Ananta   20 Dec 2022

Sangat direkomendasikan sih enggak ya.

Kan broker Indonesia itu sendiri tuh jumlahnya buanyaaak. Ada yang bangsat, ada yang oke. nggak bisa dipukul rata dong ya

Kalau mau copet-copetan, pokoknya cari broker yang ngebolehin scalping, spread tipis, komisi murah, eksekusi muluss. Dah, itu ja.

Sofiyan   27 Dec 2022

Kak, kalau scalping pakai fixed spread itu direkomendasikan apa enggak ya?

Alwi Hidayat   27 Dec 2022

@Alwi Hidayat:

Scalping sebaiknya menggunakan spread variable. Kenapa? Karena scalping butuh spread sekecil mungkin. Spread variable itu biasanya lebih kecil daripada spread fixed, kecuali pada situasi pasar khusus.

Tapi jika ingin coba scalping dengan akun spread fixed juga sah-sah saja. Coba dulu lewat demo agar memahami konsekuensinya pada sistem trading.

Aisha   27 Dec 2022

Kak, kalau milih broker scalping itu pilih spread rendah atau komisi rendah?

Samsul Hadi   28 Dec 2022

Jika Anda akan melakukan scalping, maka spread yang rendah lebih disarankan. Hal ini karena spread yang tinggi akan membebani hasil trading Anda.

Contohnya begini: jika Anda membuka posisi buy dengan spread sebesar 2 pip, dan kemudian menutup posisi tersebut setelah 5 menit dengan profit 1 pip, maka secara teori Anda hanya akan mendapatkan profit sebesar 1 - 2 = -1 pip. Jadi spread mulai nol koma itu menarik untuk para scalper.

Sebenarnya komisi yang rendah juga merupakan faktor yang perlu dipertimbangkan, tapi karena hitungannya dengan nominal, cenderung lebih besar daripada hitungan pips. Apalagi komisi yang rendah biasanya hanya ditawarkan oleh beberapa broker forex tertentu dengan minimal depo agak kurang ramah dompet. 

untuk menambah wawasan soal spread rendah, bisa cek ke sini: 

Ananta   2 Jan 2023

Maxxx:. Wah, dari insialnya udah ketebak broker mana nih kak. Emang kenapa koq menganggap broker tersebut gak rekomen? Btw saya bukan sales broker yaaa, beneran nanya ini karena mau coba trading di broker lokal. 

Rekan-rekan yang lain juga boleh donk share pada pk broker apa, terutama yang rebatenya lumayan, hehehe

Shakira   25 Jan 2023

Shakira:

Kesel banget lah sama rif** itu. Salesnya sering bgt nelpon tahun lalu, mau ngasih tahu peluang bisnis, bla bla bla.

Tiap kali ada yang nelpon, udah dibilang "gua udah ngarti!!!" trus tutup. Tapi tetep aja besoknya ada yang nelpon lagi.

Iming-imingnya ngga beres pula. Ada yang bilang pasti untung, gampang, diajarin sampai bisa. Lahhhh, boong semua itu.

Kalau pemula ya, jangan mau sama sales broker yang ngebet kayak gitu. Lha wong mereka sendiri belum tentu bisa trading kok, malah sok-sokan ngasih garansi cuan.

Ngga ada istilah pasti cuan dlm investasi. pasti bisa cuan, tapi pasti bisa boncos juga. jadi kalau ada yang janjiin untung, gampang pula, nah, pasti boong.

Maxxx   27 Jan 2023

Agak OOT mungkin yha... tapi masih ada hubungannya sama soal broker2 indo. Benernya sales2 broker gitu ada sekolahnya gk sih?? Ato ada sertifikasinya?? Banyak2nya menjerumuskan trader dan ngomporin depo doank tapi gak ngasih edukasi. Tolong donk info kalau ada broker yang beneran niat ngasih ilmu cari cuan, gak cuma depo aja satset tp pas di tengah jalan klien ditinggal dadah gudbay

Cindy Atmaja   9 Feb 2023

Cindy Atmaja:

Pertanyaannya, broker apa yang dipertanyakan?

Karyawan broker saham (sekuritas) harus memiliki sertifikasi seperti WPPE dan sejenisnya untuk posisi-posisi vital. Ini sudah ada ketentuannya dari OJK/Bursa.

Karyawan broker properti tidak harus punya sertifikasi apa pun. Latar belakang sekolah apa pun bisa, tidak ada ketentuan khusus.

Karyawan broker forex juga tidak diharuskan untuk memiliki sertifikasi tertentu. Lowongannya juga terbuka untuk siapa saja.

Ketika tidak ada ketentuan khusus, maka kembali lagi ke kompetensi perusahaan masing-masing. Ada broker forex yang berupaya men-training karyawan baru dengan sungguh-sungguh. Tapi ada juga broker yang tidak memberi training sungguhan, melainkan hanya menyuruh anak baru untuk cari klien.

Aisha   13 Feb 2023

Cindy Atmaja: Pertanyaan anda itu sama dengan benar tidak kalau sales asuransi gitu ada sekolahnya atau tidak?

Yang jelas tentunya tidak, kalau di training iya. Tetapi yang namanya training terkadang diadakan seadanya terkadang juga tidak. Bahkan nih, pernah ane dapatin kalau salesnya sendiri ternyata tidak memiliki pengetahuan basic forex yng kuat. Jadi kebanyakan sales gitu tujuannya emang nyari klien baru.

Kasusnya sama seperti sales asuransi, bnyk kok yang daftarin diri jdi sales asuransi, kemudian belajar sndiri via materi yang dibagiin. Makanya gara-gara sales asuransi ga dibekalin ilmu, banyak nih peeserta asuransi yang ngerasa ditipu ama sales asuransi krna fasilitasnya ga sesuai yg di gembor-gemborkan oleh sales.

Menurut ane, balik ke kkita lgi, lebih baik nyari tau sndiri broker mana yang cocok dan seluk beluknya jga ditleusuri, klu memungkinakn bisa datangin kantornya.

John Hardi   13 Feb 2023

@ Cindy Atmaja:

- Benernya sales2 broker gitu ada sekolahnya gk sih?? Ato ada sertifikasinya??

Tidak semua staff marketing atau sales dari broker dari Indonesia (broker lokal) memempunyai sertifikat. Yang mempunyai sertifikat hanya Wakil Pialang Berjangka. Mengacu dari ketentuan Bappebti, setiap broker yang teregulasi oleh Bappebti harus mempunyai minimal 3 orang Wakil Pialang Berjangka. 

Kalau staff marketing atau sales biasa (bukan Wakil Pialang Berjangka) sekolahnya ya di broker tempat dia kerja. Kan begitu masuk langsung diberikan training.

- … Banyak2nya menjerumuskan trader dan ngomporin depo doank tapi gak ngasih edukasi.

Itu tergantung orang salesnya. Menurut saya tidak semua orang sales seperti itu.

- …. Tolong donk info kalau ada broker yang beneran niat ngasih ilmu cari cuan, gak cuma depo aja satset tp pas di tengah jalan klien ditinggal dadah gudbay

Cobalah cari broker yang sudah lama eksis dan sudah dikenal secara luas. Setahu saya mereka kerjanya cukup profesional. Kalau tidak tentu tidak bisa bertahan lama.

M Singgih   14 Feb 2023
 

Komentar @inbizia

Wahh mengenai apakah $10 dngn leverage 1:500 itu bsa trading ato ga, ya jelas sbnrnya bisa banget tetapi terbatas cma buka 1 posisi per trading aja. Dan itu juga wajib make 0.01 lot. Mengapa wajib make 0.01 lot? Hal ini dikarnakan kita berusaha menekan penggunaan margin yg dipake. Smakin bsar margin yg dipakee, margin free level kita bisa dngn cepat mendekati ketentuan margin call dari Finex, yakni 50% dan Stop out sebesar 20%.

Dan kita juga harus memperhatikan jg pasangan mata uang juga. Margin yg dipake itu berapa, itu perlu diperhatikan. Misalkan kita trading di pasangan mata uang tertentu, misalkan dngn 0.01 lot dapatnya $1 per posisi, maka kita hnya pnya kesempatan maksimal loss 10 kali dngn resiko loss di setting 1%. (lebih lengkap mengenai margin bisa baca : Apa Itu Balance, Equity, Dan Margin? )

 Vensen |  12 Jul 2023
Halaman: Cara Trading Tanpa Deposit Di Broker Finex

Thanks utk artikel yg udah ngebahas tentang stop loss dan penyebab mengapa stop loss itu ga bekerja dngn baik. Dan paling ga, saya bisa mengidentifikasi kesalahan2 yg udah dilakukan dan bsa menghindari hal tsb dngn baik.

Nah, berbicara tentang stop loss nihh, dikatakan bahwa kesalahan pertama dari menggunakan stop loss adalah kita ga merencanakan stop loss dngn baik maka dana kita bisa abis dan bsa kena margin call. Trading plan yg kita jalankan itu ga disusun dngn baik tnpa perhitungan yg baik bsa menyebabkan kerugian besar.

Krna ini adalah artikel dari MIFX yaa, aku ingin bertanya nihh berapa margin call dan stop out yg mngkn diterapkan ama si MIFX yaa, krna sempat disinggung bahwa ketika stop loss ga berjalan dngn baik, kerugian bsa sampe ke titip margin call, makasih bnyk

 Amin |  12 Jul 2023
Halaman: Kesalahan Memasang Stop Loss Menurut Mifx

Haloo, utk kondisi margin call dan stop out di MIFX itu cukup unik dmana margin call dan stop out bakalan berbeda bila leverage yg dipilih. Berikut gue infoin ketentuan trading di MIFX ya gan :

  • Leverage 1:100 akan mengalami Margin Call jika margin mencapai ≤ 100%
  • Leverage 1:200 dan 1:500 akan mengalami Margin Call jika margin mencapai ≤ 150%

Kemudian utk ketentuan stop out, jg terdapat pegnaruh dari leverage :

  • Leverage 1:100 akan mengalami Auto Cut jika margin mencapai ≤ 20%
  • Leverage 1:200 akan mengalami Auto Cut jika margin mencapai ≤ 50%
  • Leverage 1:500 akan mengalami Auto Cut jika margin mencapai ≤ 100%

Semoga membantu ya gan!

 Leonardo |  13 Jul 2023
Halaman: Kesalahan Memasang Stop Loss Menurut Mifx

Kyknya elo kena stop out ato istilah cut otomatis dri broker. Jd dalam aturan broker, biasanya ada penetapan dmana margin kita hrs berada di level persentase berapa. Jika dibawah aturan mereka maka mereka akan langsung otomatis tutup posisi trading sampe modal yg ada itu diatas level persentase yg ditetapkan. Biasanya kan ada tuhh broker dngn margin call berapa persen dan cut out berapa persen. DI broker MIFX sndiri itu margin callnya 100% dan auto cut nya itu 20%. Biasnya klu kita trading itu ketauan kok margin level kita berapa persen dan persentase nya ga blh dibawah 20%.

Sedangkan stop loss itu kita yg tentukan kira2 tutup rugi di level harga berapa gitu. Simplenya, stop loss itu kita yg tentukan dan auto cut/ stop out itu broker yg menentukan. Jd utk kedua istilah ini, emang artinya beda2 yaa

 Liko Cahyadi |  21 Jul 2023
Halaman: Macam Manajemen Risiko Terbaik Menurut Mifx

Halo juga kawan...
saya bantu menejaskan ya terkait aturan deposit di broker FOREXimf . Sebelumnya saya kurang setuju kalo kamu mengatakan depositnya termasuk murah. Gini ya, mungkin kalo pakek dollar keliatan rendah, tapi jika di rupiahkan minimum depositnya 3 juta rupiah dan itu mahal menurut saya. Padahal ada broker yang menawarkan deposit lebih rendah dari itu seperti MFIX yang menawrkan deposit minimum Rp.500.000 untuk penggunanya.
Memang dari sekian banyak metode deposit yang disajikan oleh broker ini, Metode bank memang paling banyak diminati terutama oleh trader Indonesia. FOREXimf menawarkan 2 jenis mata uang, ayaitu Rupiah dan Dollar.
Waktu yang dibutuhkan untuk memproses deposit masuk ke dalam akun trading, tergatung dengan metode yang digunakan. Baisanya kalo menggunakan transfer Bank sih lebih mudah dalm cepat, kira kira beberapa menit sudah sampai ke akun anda. Namun jika anda depositnya dalam Dollar AS, biasanya masuknya akan lebih lambat, kira kira 2-3 jam kerja.
Jika deposit/transfer dana dilakukan malam hari di atas pukul 21.00 WIB, maka dana baru akan kami terima/depositkan di atas pukul 01.00 WIB (tergantung proses bank terkait) karena adanya proses end of day/offline dari bank terkait dan kami tidak dapat melakukan pemeriksaan mutasi dana.

 Bambang |  22 Sep 2023
Halaman: Cara Deposit Withdrawal Di Foreximf

Halo, mau lurusin aja utk akun2 di FINEX emang bedanya hnya di spread dn komisi. Perbedaan lainnya klu disamain itu tergntng kebijakan dri broker itu sndiri. Biasanya ada broker yg menerapkan beda spread, komisi, jumlah lot yg dbuka, maupun margin call level dan stop out level.

Khusus utk FINEX hnya beda di spread dn komisi aja gan. Dan jgn salah, beda spread dn komisi akan terasa meski agan buka posisi trading 1 kli sehari dan bila diakumulasikan 100 hari, bsa ketauan kena berapa spread dan komisi serta total biaya trading yg terjadi di trading. So, alangkah baiknya agan itu itung2an lg dan nyesuain cara trading agan yg sesuai dngn jnis akun yg tersedia agar bsa ngurangin dampak biaya trading

 Iwan |  24 Sep 2023
Halaman: Beberapa Faktor Penggerak Dolar As Menurut Finex

Broker Forex


Komentar[7]    
  Niken   |   27 Jan 2021

Sebelum pilih broker, sebaiknya di cek dulu bagaimana dan berapa stop out level serta margin call tiap-tiap broker. Trader seringnya langsung buru-buru buka akun tapi ga tanya-tanya dulu

  Viva   |   27 Jan 2021

Margin call = stop call itu maksudnya gimana ya?

  Darmo   |   27 Jan 2021

Berarti berarti stop out akan terjadi otomatis di mana margin call dipasang. Kalau ada broker yang punya peraturan gini, hati-hati aja biasanya pas stop out broker tidak akan kasih peringatan tahu-tahu posisi-mu langsung ditutup/dihentikan.

  Cici   |   27 Jan 2021

Margin call itu kayak warning ya, kalau sebentar lagi hampir stop out?

  Laila   |   27 Jan 2021

Ya... seperti itulah. Enaknya kalau sudah margin call kamu bisa antisipasi supaya tidak mencapai level stop out dengan manajemen risiko. Broker biasanya memintamu deposit uang untuk menutupi kekurangan uang

  Jhony   |   12 Nov 2021

Lebih baik stop loss otomatis atau manual?

  Mokash   |   12 Nov 2021

Bila tidak ada waktu, sebaiknya menggunakan stop loss otomatis.
Semakin berisiko instrumen tradingnya, disarankan menggunakan stop loss otomatis.
Sebagai contoh, umumnya risiko trading forex lebih besar daripada saham, sehingga umumnya lebih tepat menggunakan stop loss otomatis.