Apa Beda Margin Call Broker Dan Stop Out?


Wiji Purnama 22 Feb 2018 7435Dibaca Normal 7 Menit

Tahukah Anda? Ada yang lebih mengerikan dari Margin Call Broker, yaitu Stop Out. Apa Beda keduanya? Dan bagaimana cara menghindarinya?



Dewasa ini, istilah MC atau level Margin Call broker sering dikaitkan dengan habisnya dana seseorang yang baru saja mengalami kerugian besar pada tradingnya. Istilah ini cukup populer di kalangan komunitas trader Indonesia yang aktif di media-media sosial maupun dunia nyata.

Berkebalikan dari Margin Call broker, justru banyak trader yang bahkan tidak mengenal istilah Stop Out. Istilah yang jarang digunakan ini merupakan hal yang tidak kalah penting dari Margin Call. Jika Anda pernah mengalami kerugian besar dalam trading Anda, yang ditandai dengan posisi tiba-tiba hilang dan diikuti dengan dana yang hilang pula, itulah yang disebut Stop Out.

Ya, hal yang selama ini Anda kira bernama Margin Call broker sebenarnya adalah Stop Out. Kebanyakan trader mengira jika dana habis dan posisi ditutup oleh broker, maka yang mereka alami adalah Margin Call. Padahal sebenarnya tidak!

 

Lalu, Apa Itu Margin Call Broker?

Margin Call broker merupakan sebuah sistem peringatan dari broker jika ekuitas yang Anda punya sudah tidak mencukupi margin yang dibutuhkan untuk menahan posisi tersebut. Sedangkan Stop Out adalah penutupan paksa posisi trading, dikarenakan dana ekuitas sudah berkurang dan tidak memenuhi margin yang dibutuhkan untuk menahan posisi. Jadi, penutupan paksa yang Anda alami itu bukan bernama Margin Call broker, tetapi Stop Out.

Margin Call broker dan Stop Out sebenarnya muncul dari banyaknya minat masyarakat untuk ikut berpartisipasi langsung dalam perdagangan pasar finansial. Untuk melakukan perdagangan ini, dibutuhkan modal besar karena basis transaksi minimumnya yang mencapai ribuan bahkan ratusan ribu Dolar AS di setiap transaksinya. Para pialang atau broker kemudian mengatasinya dengan margin trading.

Margin trading adalah solusi yang diberikan broker agar seorang investor dengan modal kecil tetap dapat ikut dan mengambil keuntungan dalam pasar finansial. Margin sendiri merupakan uang jaminan yang kita berikan agar posisi kita dapat terjaga. Umumnya, untuk pembelian 1 lot pada pair EUR/USD, dibutuhkan jaminan sebesar 10,000 Sampai 100,000 USD. Dari sinilah muncul istilah leverage, atau daya ungkit untuk para investor dengan modal kecil. Penjelasan dan contoh-contoh penggunaan leverage dan margin bisa dibaca pada artikel di sini.

Lantas bagaimana cara mengetahui nilai-nilai Margin Call broker dan Stop Out tersebut? Nilai-nilai tersebut sebenarnya telah ditetapkan oleh masing-masing broker yang Anda gunakan dalam trading forex. Ada beragam nilai Margin Call broker. Nilai ini dapat dilihat pada halaman spesifikasi akun di website broker tersebut.

 

Contoh Penerapan Margin Call Broker

Dalam penerapannya, terdapat beberapa broker yang hanya beroperasi dengan Margin Call, maupun dengan spesifikasi khusus untuk Stop Out dan Margin Call broker.



Sebagai contoh, jika pada halaman spesifikasi akun hanya dituliskan level Margin Call broker adalah 100% tanpa menyebutkan level Stop Out-nya, hal ini dapat diartikan bahwa level Margin Call broker = level Stop Out = 100% dari margin yang dibutuhkan untuk menahan suatu posisi.

Sehingga saat nilai ekuitas akun sama atau kurang dari yang dibutuhkan untuk menahan posisi tersebut, maka peringatan Margin Call broker akan muncul dan posisi yang terbuka otomatis akan tertutup. Untuk mempermudah pemahaman penjelasan di atas bisa dituliskan sebagai berikut:

Margin call broker terjadi jika Ekuitas akun = Margin yang dibutuhkan x 100%

Contohnya, Budi ingin membeli 0.1 lot EUR/USD (10,000 basis unit) pada harga 1.3500 dengan leverage 1:400. Maka margin yang Budi butuhkan untuk menahan posisinya adalah:

Margin yang dibutuhkan = (1.3500 x 10,000) / 400 = 33.75 USD

Ekuitas Budi saat ini adalah 100 USD. Jika Budi mengalami kerugian hingga menyisakan ekuitas yang nilainya sama dengan margin yang dibutuhkan, yaitu 33.75 USD, maka Budi akan mendapatkan Margin Call broker dan Stop Out secara bersamaan, sehingga hanya tersisa 33.75 USD pada akun trading Budi.

Selain itu, terdapat pula broker yang memberikan spesifikasi khusus untuk nilai Margin Call dan Stop Out-nya. Contohnya, apabila level Margin Call broker ditetapkan pada 100% dan Stop Out pada 20% dari margin yang dibutuhkan, maka saat posisi mengalami kerugian hingga ekuitas menyisakan nilai yang sama dengan margin yang dibutuhkan, peringatan Margin Call broker akan muncul pada terminal trading.

Munculnya Margin Call broker ini tentu saja tidak akan memicu penutupan pada posisi yang mengalami kerugian. Penutupan posisi tersebut baru akan terjadi setelah ekuitas akun hanya menyisakan 20% dari margin yang dibutuhkan untuk menahan posisi. Untuk mempermudah pemahaman, penjelasan panjang di atas dapat dituliskan seperti berikut:

  • Margin Call broker terjadi jika ekuitas akun = Margin yang dibutuhkan x 100%
  • Stop Out terjadi jika ekuitas akun = Margin yang dibutuhkan x 20%

Contohnya, Budi ingin membeli 0.1 lot EUR/USD (10,000 basis unit) pada harga 1.3500 dengan leverage 1:400. Maka margin yang dibutuhkan untuk dapat menahan posisinya adalah 33.75 USD. Ekuitas Budi saat ini adalah 100 USD. Jika Budi mengalami kerugian pada posisinya, maka Budi akan terkena Margin Call broker jika :

Ekuitas akun Budi = 33.75 USD atau margin yang dibutuhkan untuk menahan posisi.

Lalu, posisi Budi yang mengalami kerugian akan ditutup jika:

Ekuitas akun Budi = 20% x margin yang dibutuhkan = 20% x 33.75 USD = 6.75 USD

Terkesan rumit? Jika ingin menghitung margin secara otomatis, Anda bisa menggunakan Kalkulator Margin yang bisa Anda gunakan setiap saat.

Kalkulator Margin

Dalam prakteknya, terdapat kelebihan dan kelemahan pada tiap spesifikasi Margin Call broker. Jika Anda seorang trader yang umumnya kurang bisa menjaga moneymanagement dan emosi, broker-broker dengan fasilitas level Margin Call dan Stop Out 100% mungkin lebih cocok untuk Anda gunakan. Sedangkan jika Anda seorang trader dengan tingkat presisi dan perhitungan yang baik, broker-broker yang menyediakan spesifikasi khusus pada Margin Call dan Stop Out lebih cocok untuk Anda gunakan.

 

Bagaimana Cara Menghindari Margin Call Broker?

Bagi beberapa trader, Margin Call broker merupakan hal yang sangat menyakitkan dan cenderung dihindari. Lalu apa yang sebaiknya dilakukan agar dapat menghindari insiden ini? Berikut beberapa tips agar akun trading selalu terjaga dari hal-hal seperti Margin Call broker.

  • Bijak Dalam Memilih Leverage

Leverage merupakan sebuah pedang bermata dua bagi para pelaku pasar finansial. Di satu sisi, leverage dapat membantu kita agar bisa memperoleh keuntungan maksimal hanya dengan modal yang cenderung kecil. Di sisi lain, leverage juga dapat membunuh kita karena menjadi penyebab hal-hal seperti overtrade, overlot, dll. Dalam menggunakan leverage tinggi, terdapat trik dan tips agar bisa mendapatkan profit tinggi, tapi bagi pemula, disarankan menggunakan leverage yang kecil.

leverage dalam forex

  • Money Management Yang Baik

Money Managament merupakan faktor yang tidak kalah penting dalam menjaga akun dari panggilan Margin Call broker maupun Stop Out, karena bisa mengatur lot dan jumlah dana yang siap ditanggung kehilangannya pada satu posisi. Selain itu, penambahan posisi juga harus diperhitungkan dengan baik dari sisi Margin dan ketahanan modalnya. Selalu ingat bahwa overlot dan overtrade itu telah banyak membunuh akun banyak trader karena bisa mengundang Margin Call broker lebih cepat.

money management forex

  • Gunakan Stop Loss, Akui Kesalahan

Kebanyakan trader enggan menggunakan Stop Loss hanya karena berharap harga dapat berputar balik dan mengubah kerugian yang sedang terjadi menjadi keuntungan. Rasa tidak ingin mengakui kesalahan dalam menganalisa ini juga sering menjadi penyebab terjadinya Margin Call broker maupun Stop Out pada akun trading. Untuk menghindari hal ini, jadikan kebiasaan pada diri sendiri untuk selalu menghitung risiko yang bisa diperoleh dalam setiap posisinya, dan selalu gunakan Stop Loss untuk mencegah kerugian yang membengkak dan tak dapat dibendung lagi. Pelajari kembali cara memasang stop loss yang baik dan benar.

Advertisement


Forum

Suimah (24 Apr 2021)

Jika uang diakun demo sudah habis apakah kita disuruh untuk membayarnya?

Selengkapnya...

Advertisement

Saya hanya kaya karena saya tahu kapan saya salah. Pada dasarnya saya bisa bertahan dengan mengakui kesalahan-kesalahan saya.

George Soros

Pada dasarnya, forex dan saham tidak jauh berbeda. Yang membedakan adalah risikonya.

Ellen May

Masuklah pasar hanya saat pasar trending; jika bullish Anda harus buy, jika bearish masuk posisi sell. Cuma cara itu yang bisa menghasilkan keuntungan sebenarnya.

Jesse Livermore

Ketika mendapat profit, kita jadi lebih berhati-hati. Sedangkan ketika mengalami kerugian, kita justru mulai mengambil risiko lebih banyak dan rugi lebih banyak lagi.... Jadi, trader perlu memutuskan apakah mereka bisa menanggung risiko dan apakah mereka bisa mengambil keputusan dengan cepat sebelum trading.

Paul Rotter

Trader yang benar-benar (ingin) sukses haruslah berkomitmen untuk mendalami dunia trading, dan menganggap uang sebagai bonus sampingan.

Bill Lipschutz

Kehancuran emosional hampir sama buruknya dengan kehancuran finansial.

Kim Krompass

Saya akan selalu mengurangi posisi ketika loss. Dengan begitu, saya hanya akan memiliki posisi kecil saat trading berakhir buruk.

Paul Tudor Jones

Yang penting bukan masalah benar atau salah, tapi seberapa besar profit Anda ketika benar, dan seberapa banyak loss Anda ketika salah.

George Soros

Saya selalu percaya bahwa passion yang diikuti kerja keras dan doa akan membuahkan hasil yang baik di segala bidang, termasuk forex.

Buge Satrio

Tekunilah proses dari setiap proses, kerjakan, rencanakan, investasikan waktu Anda dengan bijak, jadilah produktif, dan jangan buang-buang waktu.

Chris Lori

Orang yang tradingnya maksa seringkali berujung pada kegagalan. Disyukuri saja profit yang sudah didapat hari itu. Jangan kemaruk.

Desmond Wira

Saya tak banyak melihat korelasi antara trading yang bagus dan kecerdasan. Beberapa trader terkemuka cukup cerdas, tetapi beberapa diantaranya tidak.

William Eckhardt

Untuk pemula disarankan lebih baik trading saham dahulu, kalau sudah profit konsisten baru mencoba forex, emas, atau lainnya. Kalau dari awal sudah nekat trading forex, emas, apalagi indeks tanpa bekal ilmu yang cukup, boleh jadi sebentar saja uangnya langsung amblas,

Desmond Wira

Untuk menjadi sukses, trading-lah seperti Anda memulai usaha, jangan perlakukan trading sebagai hobi atau pekerjaan rutin. Kalau cuma hobi, tak ada komitmen belajar, dan akhirnya Anda cuma buang-buang uang. Sedangkan kalau diperlakukan sebagai pekerjaan, trading bisa membuat Anda frustasi karena di sini tidak ada gaji bulanan.

Jean Folger

Charting itu agak mirip dengan berselancar. Anda tak perlu banyak tahu tentang fisik gelombang untuk menangkap sebuah ombak yang bagus. Anda hanya perlu mampu merasakannya ketika (ombak) itu terjadi dan memiliki keberanian untuk beraksi di saat yang tepat.

Ed Seykota

Tak ada satupun aturan trading yang bisa 100% profit sepanjang waktu.

Jesse Livermore

Anda bisa memperkirakan apa yang terjadi. Tapi bila Anda tidak punya parameter trading, maka sebaiknya jangan masuk hanya karena peluangnya terlihat oke, atau karena seseorang mengatakannya.

Carolyn Boroden

Saat Anda mengalami kerugian beruntun, segala keraguan dan ketidakpastian akan menyeruak dan membuat Anda sangat ragu untuk menarik pelatuk (entry). Rasanya tak ada satupun yang berjalan dengan benar. Itu adalah sesuatu yang harus Anda kontrol.

Bill Lipschutz

Memilih time frame rendah untuk kemudian mengolah cara trading jangka pendek bukanlah tindakan memalukan apalagi sebuah dosa.

Barbara Rockefeller

Cara membangun return jangka panjang adalah dengan melindungi modal dan memaksimalkan profit.

Stanley Druckenmiller

Dalam berinvestasi Anda harus tahu betul apa-apa yang tidak Anda ketahui, dan berpeganglah hanya pada apa yang Anda ketahui.

Warren Buffett

Saya tahu kemana saya akan keluar bahkan sebelum saya masuk (pasar).

Bruce Kovner

Trader cerdas akan selalu paham dan mengikuti latar fundamental dari instrumen tradingnya, namun untuk mengenali level entry dan exit, ia akan menggunakan analisa teknikal

Kathy Lien

Trading bukanlah hanya soal melindungi modal dari kerugian, melainkan juga melindungi diri dari diri sendiri.

Kim Krompass

Ketika Anda benar-benar percaya bahwa trading hanyalah sebuah permainan probabilitas yang sederhana, konsep seperti benar dan salah atau menang dan kalah tidak lagi memiliki makna yang sama.

Michael Covel
Kirim Komentar/Reply Baru

Reply Pembaca : 6    

Dewi S
28 DEC 2020

Apa perbedaan trading margin dan MC?

Aquatrader
28 DEC 2020

trading margin itu trading dimana trader bisa membuka posisi dengan jumlah berapapun: lusinan, ratusan, ribuan, asalkan nanti bisa dilunasi. Sedangkan margin call itu peringatan dari broker bahwa balance di akun trading kita sudah menipis dan tidak memungkinkan membuka posisi lagi

Winona
28 DEC 2020

Waktu memberi peringatan margin call, broker biasanya juga minta tambahan modal/dana ke akun Anda. Tapi jangan khawatir, broker akan memberi waktu buat kamu mentransfer dana kira-kira dua sampai lima hari.

Dylan
28 DEC 2020

Apakah stop out level muncul otomatis di MetaTrader?

Putra
28 DEC 2020

Stop Out akan muncul otomatis untuk menutup posisi di MetaTrader. Untuk ukuran level, setahuku sih berbeda-beda tergantung broker.

Sera
1 SEP 2021

Idealnya di broker berapa persen untuk  MC dan STOP OUT?

Kirim Komentar/Reply Baru
Daftar Broker Forex Resmi Di Indonesia 2020
Daftar Broker Forex Resmi Di Indonesia 2020
Anna   30 Nov 2020   3665  
Berapa Modal Untuk Daftar Broker Forex Lokal?
Berapa Modal Untuk Daftar Broker Forex Lokal?
Anna   28 Dec 2018   3917