3 Chart Pattern Terbaik Untuk Trading Kripto

Evan 28 Apr 2022Dibaca Normal 5 Menit
kripto>strategi-trading>   #chart-pattern   #trading-kripto
Mudahnya penerapan chart pattern membuat strategi ini kerap digunakan oleh para trader. Dari sekian banyak pola grafik, ada 3 jenis bentuk yang dianggap terbaik. Apa saja itu? Berikut ulasan lengkapnya.

Tahukah Anda bahwa mempelajari dan mengenali pola pada grafik harga (chart pattern) sangat membantu dalam memahami fluktuasi harga kripto yang liar?

Dalam analisa teknikal, pola grafik adalah kumpulan bentuk berulang yang dapat digambar pada chart harga dengan menghubungkan harga tertinggi dan terendah. Formasi atau pola ini, biasanya muncul di sekitar area level support dan resistance kuat, yang kemudian dapat menandakan kemungkinan tren harga baru akan dimulai.

Trading Kripto Dengan Chart Pattern

Sebenarnya, ada banyak perdebatan tentang mengapa dan bagaimana pola ini terbentuk, apakah formasi tersebut muncul secara alami atau ada pihak yang sengaja mengintervensi.

Terlepas dari perdebatan semacam itu, pola grafik dapat menjadi instrumen yang handal untuk memprediksikan salah satu dari dua kepastian harga, yaitu:

  • Trend Continuation atau Penerusan Tren. Kondisi ketika pergerakan harga akan terus mengikuti tren yang sama, setelah periode konsolidasi atau koreksi singkat.
  • Trend Reversal atau Pembalikan Tren. Kondisi ketika pergerakan harga akan berbalik dan bergerak ke arah yang berlawanan dari tren sebelumnya.

Anda tidak perlu memiliki banyak pengalaman trading kripto untuk dapat menemukan pola-pola ini. Ada 3 chart pattern yang mudah ditemukan dan digunakan oleh banyak trader, dengan memanfaatkan chart TradingView seperti contoh di bawah ini:

 

1. Double atau Triple Top dan Bottom

Sama seperti namanya, maka pola ini terbentuk ketika harga memantul di area resistance (top) maupun support (bottom) yang sama sebanyak 2 atau 3 kali berturut-turut. Baik pola triple ataupun double, keduanya sama-sama mensinyalkan trend reversal atau harga menuju ke arah berlawanan.

Seperti double top misalnya, menunjukkan harga suatu aset kripto sedang berada dalam tren bullish, kemudian ketika telah mendekati area resistance kuat, maka ia cenderung memantul ke bawah sementara. Saat harga tersebut mulai naik dan mendekati area resistance yang sama, maka kemungkinan untuk memantul dan memulai pembalikan arah akan menjadi lebih besar.

Baca Juga: 5 Hal Yang Wajib Diketahui Tentang Level Support-Resistance

Namun, jika harga dapat menembus area resistance atau support yang hendak dipakai dalam penentuan pola, maka chart pattern ini dapat dianggap tidak valid. Kondisi seperti itu akhirnya menunjukkan kemungkinan sinyal penerusan tren, bukan pembalikan lagi.

Di sisi lain, pola double lebih sering terjadi dan mudah ditemukan, namun sinyalnya tak sekuat dengan yang diberikan oleh pola triple. Di bawah ini adalah contoh dari pola top atau bottom tersebut:

Double Top ETH
Triple Bottom Cryptocurrency

 

2. Ascending dan Descending Triangle

Kedua pola segitiga ini dikenal sebagai pola penerusan tren, baik bullish maupun bearish. Ascending triangle muncul ketika secara garis besar, harga sedang mengalami uptrend dan beberapa kali mendapat penolakan di area resistance yang sama. Akhirnya, harga berhasil menembus garis support-resistance untuk meneruskan tren. Begitu pula sebaliknya yang terjadi pada descending triangle.

Bentuk kedua pola ini selalu diikuti dengan adanya garis flat (penanda area resistance atau support) yang terhubung dengan garis diagonal (menunjukkan area konsolidasi sebelum breakout) membentuk segitiga. Berikut ini adalah contoh dari kedua pola tersebut:

Descending Triangle Cryptocurrency
Ascending Triangle Cryptocurrency

 

3. Head and Shoulder (HnS) dan HnS Inverse

Pola ini termasuk dalam trend reversal chart pattern atau pembalikan tren yang ditandai dengan adanya tiga harga tertinggi atau terendah yang berurutan dan membentuk seperti 1 kepala, serta 2 bahu manusia.

Baca Juga: Ilmu Dasar Candlestick untuk Strategi Trend Reversal

Dua bahu tersebut berada di kedua sisi yang mengapit harga tertinggi atau terendah di tengah (itulah kenapa disebut kepala).

Setiap bagian terendah dari kedua bahu pola HnS (kalau pada HnS Inverse, bagian tertinggi) biasanya  dihubungkan menggunakan garis datar yang dikenal sebagai neckline atau garis leher.

Setelah bahu terakhir terbentuk dan kembali ke garis leher, harga cenderung akan melakukan breakout untuk pembalikan tren sebelumnya.

Berikut di bawah ini adalah contoh dari kedua pola tersebut:

Inverse Head and Shoulders Cryptocurrency
Head and Shoulders Cryptocurrency

 

Tips Menggunakan Strategi Chart Pattern Pada Kripto

Berikut beberapa tips yang perlu Anda pertimbangkan sebelum menggunakan strategi Chart Pattern:

  • Gunakan time frame 4H atau 1D. Semakin kecil time frame yang dipakai, makin sering trader harus memantau pergerakan pasar. Time frame di bawah 4H lebih cocok untuk day trading, bukan swing trading.
  • Sebagai awal, gunakan chart pattern yang paling mudah Anda pahami dan hafal polanya secara konsisten.
  • Selalu tunggu terjadi breakout terlebih dahulu sebagai konfirmasi sinyal.
  • Gunakan juga indikator-indikator teknikal untuk meningkatkan akurasi sinyal.
  • Terapkan rasio risk and reward sebagai manajemen keuangan Anda.
  • Lakukan perdagangan pada koin-koin kripto terbaik, minimal peringkat 100 besar berdasarkan kapitalisasi pasar.
  • Ikuti tren pasar; beli ketika uptrend dan jual ketika downtrend.
  • Lakukan pencatatan jurnal untuk mengevaluasi hasil trading Anda. Hitunglah berapa persentase kemenangan dibandingkan dengan kekalahan.

 

Penutupan

Ketiga jenis chart pattern di atas, akan lebih sering terbentuk pada pasar dengan fluktuatif tinggi, seperti perdagangan kripto. Namun perlu menjadi catatan bahwa tidak ada pola grafik yang memiliki tingkat akurasi 100%. Persiapan pembentukan pola bisa saja terlihat sempurna, namun seringkali dapat bergerak ke arah yang berbeda dari prediksi Anda.

Di samping itu, pasar berfluktuasi tinggi memiliki kecenderungan terjadi fake atau fail breakout. Itulah sebabnya banyak trader merekomendasikan menunggu konfirmasi terlebih dahulu pada time frame 4H atau 1D, serta menempatkan stop loss untuk mengurangi risiko. Karena penggunaan time frame besar itu, maka penggunaan strategi chart pattern ini cocok bagi kripto swing trader.

 

Selain chart pattern, agar dapat memaksimalkan potensi profit, Anda juga bisa memanfaatkan pola-pola candlestick kripto, lho. Pelajari pola candlestick tersebut di artikel berjudul "Belajar Candlestick Kripto untuk Mengikuti Trend."

Terkait Lainnya
 

Forum Terkait

 Keser |  11 Dec 2016

Malam gan. Saat ini saya sadang proses belajar. Menurut temen saya, katanya perlu mempelajari pola chart (chart pattern) atau pola candle y.

Saya masih bingung tuh. setelah baca-baca artikel chart pattern, kok saya agak kerepotan alias bingung bedakan pola pennant dan triangle y (sepertinya symetrical triangle ) dan pemanfaatannya (reversal/continuation). Mohon pjelasannya, sukur kalau dikirim ke email. Makasih.

Lihat Reply [13]

 M. Sidiq |  27 Jan 2022

biar bisa profit di kripto, pakai indikator atau cukup price action saja bos? Mohon bantuannya

Lihat Reply [1]

 Nia Fitriani |  25 Feb 2022

mas, untuk trading dan bisa profit di kripto apakah jg bisa pake indikator seperti di valas? indikator apa yang bagus? thx b4

Lihat Reply [1]

 Yuni Aulia |  15 Apr 2022

mohon bantuannya, bagaimana manajemen modal yang baik untuk memaksimalkan hasil trading kripto?

Lihat Reply [1]

 Faqih Chandra |  30 Apr 2022

kenapa quasimodo seringnya masuk ke dalam materi untuk trading dengan menggunakan supply dan demand pak? Kenapa tidak masuk ke dalam bagian chart pattern mengingat kita harus melihat bentukan harganya terlebih dahulu?

Lihat Reply [1]

 

Komentar @inbizia

@Budi:

Secara teknikal, saya pribadi menggunakan analisa trend dan momentum, biasanya antara tf H1, H4 dan daily. Tf yang lebih rendah untuk cari momentum entry.
Kalau di tf tinggi sedang uptrend, antisipasinya buy, kalau sedang downtrend sell. Kapan saat untuk entry (buy atau sell) disesuaikan dengan momentum yang tepat.

Analisa trend menggunakan indikator trend, seperti moving average (sma, ema), MACD, ADX, Bollinger Bands, parabolic SAR. Analisa momentum menggunakan indikator oscillator seperti RSI atau stochastic.
Momentum entry bisa salah kalau misalnya saat harga bergerak uptrend, tetapi indikator oscillator menunjukkan divergensi bearish. Yang seperti ini harus dihindari.

Meski demikian, analisa teknikal hanya sebagai konfirmator dari kondisi pasar yang sedang terjadi, karena hampir semua indikator teknikal bersifat lagging atau terlambat dalam merespon pergerakan harga. Yang bersifat leading atau mendahului pergerakan harga adalah analisa sentimen pasar berdasarkan price action.

Intinya sbb:
1. Tentukan terlebih dahulu level-level resistance dan support. Kalau tidak jelas gunakan Fibonacci, baik retracement atau expansion.
2. Amati price action yang terbentuk, baik single candle maupun beberapa candle (chart pattern).
3. Amati indikator trend, apakah mengkonfirmasi price action yang terjadi.
4. Amati indikator oscillator, terjadi divergensi atat tidak. Kalau tidak, tentukan momentum entry yang tepat.
5. Kalau indikator trend tidak menunjukkan sedang trending, berarti harga sedang bergerak sideways. Ketika sideways, amati area overbought / oversold indikator oscillator, kalau overbought maka sell, dan kalau oversold buy.

 M Singgih |  14 Feb 2019
Halaman: Strategi Trading Dengan Indikator Ema Untuk Trader Harian
Bila dilihat berdasarkan sistem transfernya, ada beberapa hal yang menjadi keuntungan utama dari trading kripto: Hampir tidak ada biaya untuk setiap transaksi yang dilakukan. Mata uang kripto menawarkan deposit dan penarikan dengan komisi yang sangat minim (tidak lebih dari 1% per transaksi). Tidak ada komisi untuk penukaran dari dan ke jenis mata uang kripto lainnya. Proses transfer instan tanpa keterlambatan dan tanpa hambatan. Sebagai referensi tambahan, Anda juga bisa membaca artikel berikut: Keunggulan Cara Kerja Mata Uang Kripto 10 Broker Forex Pilihan Untuk Trading Bitcoin Terima kasih.
 Seputarforex |  6 Dec 2019
Halaman: Mata Uang Kripto Asal Indonesia
Tidak ada pola paling baik, atau paling menguntungkan. Ada pola yang cocok untuk pasar volatile, ada yang cocok dipakai saat pasar bullish, dan sebagainya. Kadang, chart pattern digunakan di trading bentuk candlestick untuk melihat pembukaan dan penutupan pasar sebelumnya.
 Fathia |  1 Feb 2021
Halaman: Teknik Analisa Chart Pattern Dalam Strategi Trading Forex
Chart pattern berguna untuk memahami bagaimana dan kenapa suatu aset bergerak ke arah tertentu karena ia bisa menghighlight area support dan resisten, yang dapat membantu trader membuka open or long position. Apa trader mau open, atau ada tren pembalikan.
 Rino |  1 Feb 2021
Halaman: Teknik Analisa Chart Pattern Dalam Strategi Trading Forex
Sejauh ini TokoCrypto yang mampu memberikan layanan trading kripto terbaik di Indonesia, dibndingkan dengan exchange sebelah, saya rasa TokoCrypto mampu menghadirkan fitur-fitur menarik. Selain itu, exchange ini juga memiliki Tokennya sendiri yaitu TKO yang bisa jadi pilihan investasi. Saya sendiri saat ini sudah hold beberapa token TKO. Harapannya nanti bisa mencapai new ATH...good job TokoCrypto
 Aliandra |  10 May 2022
Halaman: Review Exchange Kripto Tokocrypto
Kirim Komentar Baru
Info Karir
Kontak Kami
Tentang Kami
Peraturan
Terms Of Use
Privacy Policy
Arsip