3 Teknik Trading EUR/USD Paling Sederhana

Anna 7 May 2019 13281
Dibaca Normal 5 Menit

Tiga teknik trading EUR/USD paling sederhana berikut ini bisa dilakukan oleh siapa saja dengan mudah.



Trading forex itu susah, rumit, dan membingungkan. Pendapat itu hampir pasti pernah menghampiri benak para trader pemula saat baru mengenal dunia forex, karena belum tahu bagaimana caranya menyusun suatu teknik trading yang handal. Padahal, ada banyak cara trading forex yang simpel dan mudah diterapkan oleh siapapun. Diantaranya, tiga teknik trading EUR/USD paling sederhana berikut ini.

 

1. Teknik Trading EUR/USD dengan Strategi London Breakout

Sesuai namanya, strategi London Breakout mengandalkan terjadinya breakout pada awal sesi London. Kapankah sesi London itu? Sesuai dengan pembagian sesi trading forex, sesi London dibuka pukul 7:00 GMT dan ditutup pukul 15:00 GMT atau antara pukul 13:00-22:00 WIB.

Untuk menerapkan teknik trading EUR/USD yang satu ini, Anda perlu membuka grafik pada time frame Hourly (H1), kemudian memastikan model grafik berupa Candlestick. Setelah itu, ikuti petunjuk step-by-step ini:

  • Ketahui setelan waktu pada platform. Akan lebih mudah jika setelan waktu sudah berdasarkan GMT atau WIB (GMT+7); tetapi apabila tidak memungkinkan, maka Anda dapat menyesuaikannya secara manual. Dalam strategi London Breakout, Anda harus benar-benar dengan tepat mengenali jam buka dan jam tutup (15:00 GMT) sesi London.
  • Setelah sesi London dibuka dan harga mulai membentuk candle baru (> 7:00 GMT), berilah penanda pada tiga candle sebelumnya (tiga candle terakhir sesi Tokyo). Penanda bisa berupa dua garis horizontal yang setara dengan puncak tertinggi dan lembah terendah diantara ketiga candle tersebut. Kedua garis itu akan berperan sebagai garis Resistance dan Support, sebagaimana nampak dalam screenshot di bawah:

Strategi London Breakout

  • Siapkan Pending Order. Pertama, taruh Buy Stop sekitar 5-10 pips di atas garis Resistance. Kedua, taruh Sell Stop sekitar 5-10 pips di bawah garis Support. Jarak 5-10 pips ini tidak baku, sehingga Anda bisa menyesuaikannya sendiri dengan volatilitas perdagangan pada hari itu.
  • Biarkan kedua Stop Order tadi hingga salahsatunya ter-trigger. Setelah ada yang ter-trigger, maka langsung batalkan Stop Order yang belum ter-trigger. Umpamanya pada contoh screenshot di atas, jelas bahwa Buy Stop ter-trigger, sehingga Anda perlu membatalkan Sell Stop. Pembatalan manual ini tak diperlukan jika Anda menggunakan OCO Order karena posisi yang tak tereksekusi akan dibatalkan otomatis; tetapi sayangnya, tak banyak broker yang menyediakan fitur ini, sehingga kemungkinan Anda hanya bisa memanfaatkan Pending Order saja.
  • Take Profit dan Stop Loss bisa dilakukan berdasarkan aturan rasio risk/reward, penilaian Anda mengenai situasi pasar setelahnya, ataupun dengan menerapkan Trailing Stop. Tak peduli metode apa yang digunakan, yang penting adalah Take Profit dan Stop Loss harus dilakukan paling lambat satu jam sebelum penutupan sesi London.

 

2. Teknik Trading Jam 7 Pagi

Sama dengan strategi London Breakout, teknik trading EUR/USD yang ini juga berbasis pada breakout dalam timeframe Hourly. Bedanya, yang ini dilaksanakan dengan acuan harga awal sesi Asia, yaitu sekitar pukul 12:00 GMT, atau 07:00 WIB. Langkah-langkahnya:

  • Sekitar dua jam setelah pembukaan sesi Asia, pastikan bahwa dua candle Hourly sudah terbentuk sempurna dan grafik mulai membentuk candle ketiga. Agar lebih mudah, tandailah candle yang terbentuk saat jam pembukaan sesi Asia pukul 12:00-13:00 GMT tadi sebagai candle pertama.

Strategi Trading Jam 7 Pagi

  • Apabila penutupan (Close) candle kedua berada di atas level High candle pertama, maka pergerakan harga diperkirakan akan naik, sehingga direkomendasikan untuk buka posisi Buy. Sebaliknya, jika penutupan (Close) candle kedua berada di bawah level Low candle pertama, berarti arah pergerakan akan turun, sehingga direkomendasikan agar membuka posisi Sell.
  • Take Profit dan Stop Loss bisa dilakukan berdasarkan aturan rasio risk/reward, penilaian Anda mengenai situasi pasar setelahnya, ataupun dengan menerapkan Trailing Stop.

 



3. Teknik Trading EUR/USD dengan Exponential Moving Averages (EMA)

Berbeda dengan kedua strategi di atas, teknik trading EUR/USD ketiga ini memanfaatkan indikator Exponential Moving Average (EMA) yang diterapkan pada grafik time frame 5 Menit (M5). Namun, aturannya sama sederhananya dengan kedua strategi sebelumnya. Berikut ini langkah-langkahnya:

  • Pasang tiga indikator EMA pada timeframe M5, masing-masing dengan period 8, 20, dan 90. Set warna berbeda-beda untuk setiap garis EMA. Dalam contoh ini, EMA 8 berwarna merah, EMA 20 berwarna biru, sedangkan EMA 90 berwarna kuning.

Teknik Trading EURUSD dengan EMA

  • Apabila EMA 8 melintasi EMA 20 dan EMA 20 dari atas ke bawah, maka itu merupakan sinyal Sell. Sedangkan jika EMA 8 melintasi EMA 20 dan EMA 90 dari bawah ke atas, maka itu merupakan sinyal Buy. Sebagai contoh, perhatikan kotak-kotak hijau pada screenshot di atas.
  • Anda bisa open posisi saat EMA 8 baru melintasi EMA 20 saja. Namun, hati-hatilah pada kemungkinan fake sebagaimana nampak dalam kotak merah. Terlihat bahwa EUR/USD menanjak setelah EMA 8 melintasi EMA 20, tetapi kemudian jatuh lebih jauh lagi setelah EMA 8 gagal menembus EMA 90.
  • Karena ini merupakan salah satu tipe scalping, maka sebaiknya tentukan ambang Take Profit antara 5-15 pips saja. Sedangkan Stop Loss bisa diterapkan tepat pada garis EMA yang berada di atas atau di bawah harga.

Mudah sekali bukan!? Coba praktikkan berbagai teknik trading EUR/USD ini pada akun demo, lalu manfaatkan teknik yang paling cocok bagi Anda dalam akun riil. Penjelasan secara visual bisa Anda lihat pada video berikut:

 

Untuk meningkatkan kualitas trading Anda, tak ada salahnya untuk menyimak juga tips-tips trading forex lainnya.



Forum

Billy (16 May 2012)

Om master, bisa minta infonya gimana caranya mengetahui rasio real-time posisi order yg lagi buy dan sell? makasih

Selengkapnya...


Kirim Komentar/Reply Baru
Pola Candlestick Real-time
Pola Candlestick Real-time
Sistem   7 May 2021   145  
Jenis-jenis Support Dan Resistance

Permisi pak martin. Maaf mau tanya. Ada berapakah jenis2 support dan resistance? Apa saja nama jenisnya? Dan bagaimana cara menemukanya? Tks.

Edwin Widianto 13 Oct 2019

Reply:

M Singgih (15 Oct 2019 13:10)

@ Edwin widianto:

Ada support (S) dan resistance (R) kunci, mayor, minor dan temporary. Semakin sering level S atau R dikunjungi, berarti semakin kuat S dan R tersebut. S atau R yang sering dikunjungi dan sulit ditembus pada time frame tinggi, adalah S atau R kunci.

  • S dan R mayor adalah S dan R pada time frame tinggi yang sering dikunjungi.
  • S dan R minor adalah S dan R pada time frame tinggi tetapi tidak sering dikunjungi.
  • S dan R temporary adalah S dan R pada time frame rendah yang masih valid. S dan R temporary biasanya akan mudah ditembus, misal pada time frame 5 menit atau 15 menit.

Untuk lebih jelasnya, silahkan baca: Beberapa Tips Dalam Menentukan Support Dan Resistance

Sunardi M (17 Mar 2020 14:31)

halo master mohon penjelasanya..
apa yang dimaksud dengan support 1, support 2, resistance 1, resistance 2, lalu TF berapa yang digunakan? karena saya belajar forex secara otodidak...terimakasih jawabanya.

M Singgih (18 Mar 2020 16:04)

@ sunardi m:

R (Resistance) 1, R2, R3  adalah batas-batas level resistance dilihat dari harga yang ada di pasar saat ini (current price). Maksudnya jika level R1 ditembus, maka acuan level resistance terdekat berikutnya adalah R2, dan jika R2 ditembus, maka acuan level resistance terdekat berikutnya adalah R3.

S (Support) 1, S2, S3  adalah batas-batas level support dilihat dari harga yang ada di pasar saat ini (current price). Maksudnya jika level S1 ditembus, maka acuan level support terdekat berikutnya adalah S2, dan jika S2 ditembus, maka acuan level support terdekat berikutnya adalah S3.

R1, R2, R3 dan S1, S2, S3 bisa di-plot pada time frame berapa saja. Semakin tinggi time frame, akurasi level-level resistance dan support akan semakin tinggi juga, atau lebih akurat.

Berikut ini contoh pada USD/JPY daily:

Sempat Terkoreksi, EUR/GBP Kini Berpeluang Menguat
Sempat Terkoreksi, EUR/GBP Kini Berpeluang Menguat
Jujun Kurniawan   6 May 2021   95  
Berbias Bearish, GBP/USD Tunggu Aksi Di R1
Berbias Bearish, GBP/USD Tunggu Aksi Di R1
Kazuki   6 May 2021   103  
Pulih Menuju R1, Pound Sinyalkan Buy
Pulih Menuju R1, Pound Sinyalkan Buy
Jujun Kurniawan   4 May 2021   104  
Live Trading NFP Bareng Finex
Live Trading NFP Bareng Finex
Melati   4 May 2021   235  
Berpotensi Rebound, GBP/CHF Sinyalkan Buy
Berpotensi Rebound, GBP/CHF Sinyalkan Buy
Jujun Kurniawan   3 May 2021   105  
Dolar Australia Sinyalkan Sell Setelah Tertahan Di R2
Dolar Australia Sinyalkan Sell Setelah Tertahan Di R2
Jujun Kurniawan   28 Apr 2021   146  
Harga Emas Masih Berisiko Melemah Hingga S2
Harga Emas Masih Berisiko Melemah Hingga S2
Kazuki   28 Apr 2021   117  
Terjun Dari S2, Dolar AS Kini Berpeluang Pulih
Terjun Dari S2, Dolar AS Kini Berpeluang Pulih
Jujun Kurniawan   27 Apr 2021   117  
GBP/JPY Berpotensi Menuju S2 Dan Sinyalkan Buy
GBP/JPY Berpotensi Menuju S2 Dan Sinyalkan Buy
Jujun Kurniawan   26 Apr 2021   103