4 Tips Menggandakan Profit Hingga 10 Kali Lipat

Nandini 20 Jan 2021 266
Dibaca Normal 8 Menit

Mendulang profit maksimal adalah keinginan setiap trader. Pada artikel kali ini, penulis akan membagikan beberapa tips menggandakan profit hingga 10x lipat yang bisa Anda tiru.

Keuntungan adalah hal utama yang ingin diraih oleh para pelaku ekonomi. Banyak orang melakukan segala cara agar bisnis mereka mendapatkan profit maksimal. Lantas, bagaimana cara menggandakan profit dalam trading ataupun investasi?

 

Strategi Trading Forex Yang Profitable

Siapa sih yang tidak mau sukses dalam trading dengan profit hingga 10 kali lipat bahkan lebih? Nah agar keinginan ini dapat tercapai, trader tentu membutuhkan strategi yang ideal dan profitable. Tak perlu bingung-bingung bagaimana cara menyusunnya. Kunci suatu strategi trading dikatakan profitable adalah apabila Anda bisa menerapkannya dengan tepat dan disiplin sebelum membuat keputusan trading.

Jika ingin memiliki strategi trading yang profitable, Anda bisa mengikuti beberapa langkah di bawah ini:

  • Meniru trader lain. Tidak perlu sungkan, Anda bisa menjadikan trader sukses sebagai role model hingga meniru bagaimana cara tradingnya.
  • Perhatikan Risk/Reward Ratio. Jangan gegabah hanya karena ingin mendapatkan profit cepat. Anda perlu hati-hati dalam mengikuti permainan pasar. Perhatikan perbandingan profit dan loss-nya (Risk Reward Ratio) agar Anda bisa mengkalkulasi berapa profit yang akan didapatkan.
  • Pahami seluk beluk trading. Karena pasar forex cenderung penuh dengan ketidakpastian, trader sangat disarankan untuk memahami segala hal tentang trading forex.
  • Hati-hati dalam memilih broker. Kualitas broker forex sangat beragam dan tidak semua aman dipilih. Agar tidak rugi trading di broker curang, sebaiknya pelajari cara tepat memilih broker forex terbaik.

Trading Forex

Sebenarnya, ada banyak sekali strategi trading yang bisa digunakan untuk meraih profit, seperti strategi trading menggunakan indikator SMA (Simple Moving Average), Positional Trading, hingga Scalping. Dari berbagai strategi tersebut, Scalping dinilai sebagai strategi paling profitable. Lantas, apa itu Scalping dan bagaimana cara aplikasinya?

 

Berkenalan Dengan Strategi Scalping

Scalping adalah strategi trading yang berfokus pada jumlah posisi yang dibuka daripada besar nilai profitnya. Jadi, para Scalper akan lebih fokus untuk mengejar profit kecil tetapi sering. Seorang Scalper akan cenderung melakukan entry sebanyak 10 kali dengan profit masing-masing 10 pips dibandingkan entry 1 kali dengan profit 100 pips.

Strategi Scalping biasanya dilakukan di time frame rendah, sehingga cocok digunakan oleh mereka yang tidak memiliki cukup waktu untuk berpikir dan membuat keputusan. Para Scalper akan lebih mengandalkan intuisi atau perasaan dalam bertrading. Oleh karenanya, tak heran jika mereka lebih sering tertekan dan stres.

Memang jika diperhatikan, teknik Scalping ini akan memudahkan Anda mencetak profit sedikit demi sedikit. Namun, strategi ini memerlukan konsentrasi, konsistensi, serta kecepatan koneksi internet dan eksekusi ordernya. Anda harus siap duduk di depan komputer, memantau pasar dan meresponnya dengan cepat jika ada peluang. Oleh karena itu, pikiran Anda harus tetap fokus Jika teralihkan sebentar saja, bisa jadi Anda akan kehilangan momentum. Jadi bila ingin mencobanya, Anda sebaiknya membuka akun demo terlebih dahulu.

5 kunci sukses trading Scalping(Baca Juga: 5 Kunci Sukses Trading Scalping)

 

Cara Trading Scalping Untuk Pemula

Untuk pemula, cara trading Scalping yang disarankan adalah Lazy River. Cara trading ini dianggap lebih mudah dan bisa untuk menghasilkan profit setiap harinya. Selain Lazy River, ada juga strategi Scalping lainnya, yaitu Bali Scalping dan RSI Scalping. Namun keduanya memiliki risiko tinggi, sehingga tidak cocok untuk pemula.

Untuk menerapkan strategi Lazy River, trader perlu memperhatikan beberapa hal di bawah ini:

  • gunakan time frame M5 (5 menit),
  • gunakan indikator EMA-50 dan EMA-200,
  • pilih pasangan mata uang yang memiliki likuiditas tinggi, seperti EUR/USD atau USD/CAD.

Setelah sistem terpasang, tunggu hingga harga masuk ke area EMA-50 dan EMA-200, jangan lakukan apa pun jika harga tidak mengalami perubahan setelah membentuk 3 candlestick. Tunggu sampai harga menembus indikator, baru Anda membuka posisi dengan aturan:

  • buka 2 posisi dengan lot order yang sama sesuai pergerakan harga,
  • pasang Stop Loss untuk menutup keduanya jika harga mengalami reversal,
  • tutup order pertama menggunakan Take Profit saat menyentuh nilai Stop Loss,
  • tutup order kedua secara manual saat trend menunjukkan reversal.

Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar berikut ini:

Setup Scalping

Gambar di atas menunjukkan chart pasangan mata uang EUR/USD. Para Lazy River trader ditandai dengan tanda panah yang menunjukkan harga sudah keluar "sungai" atau menembus indikator. Dengan menerapkan 4 langkah pembukaan posisi di atas, bisa dipastikan profit Anda sudah lumayan; 80 pips di order pertama, dan 240 pips di order kedua. Jika dibuka dengan modal sebesar USD 10,000, maka order pertama menghasilkan USD8, sementara order kedua USD24.

Setup Scalping Jitu

Melihat ilustrasi di atas, jika profit dihitung dengan leverage, maka hasilnya adalah 16%. Bukankah itu angka yang cukup tinggi? Akan tetapi, keadaan seperti ini jarang terjadi. Biasanya, rata-rata profit yang dihasilkan oleh Lazy River trader sebesar 5-8% saja. Peluang profitnya memang tampak menggiurkan, tetapi tak bisa dielakkan bahwa strategi ini juga amat berisiko.

 

Trading Scalping Setiap Hari, Mungkinkah?

Penggunaan strategi Scalping nyatanya tak semudah yang dibayangkan. Kondisi market yang senantiasa berubah kerap menjadi alasan utama mengapa order posisi tak membuahkan hasil. Meski strateginya sudah benar, sempurna, dan mulus sekalipun, akan selalu ada kemungkinan Anda terkena Stop Loss atau bahkan tidak mendapatkan profit sama sekali.

Selain itu, peluang entry bisa saja muncul dalam jumlah berbeda setiap harinya. Mungkin hari ini Anda bisa membuka posisi sampai 13 kali, tetapi besok Anda mungkin hanya akan membuka posisi sebanyak 5-6 kali di pasar yang volatilitasnya rendah.

Sebenarnya, sah-sah saja jika Anda ingin trading Scalping setiap hari untuk meraih profit maksimal. Namun, untuk melipatgandakan modal awal, kemungkinannya sangatlah kecil.

 

4 Tips Sukses Melipatgandakan Profit

Meraup profit semaksimal mungkin adalah tujuan utama para trader. Tentu sah-sah saja jika mereka ingin profitnya bisa mencapai 10 kali lipat, bahkan lebih. Yang jadi pertanyaan, mungkinkah?

tips menggandakan profit(Baca Juga: Cara Menggandakan Profit Dalam Trading Forex)

Ada 4 tips melipatgandakan profit hingga mencapai 10 kali lipat atau bahkan lebih ala Dana Allen, seorang trader saham, komoditas, serta opsi yang sudah berulang kali meraup profit berlipat. Dalam sebuah wawancaranya bersama Kathy Lien dan Boris Schlossberg yang dimuat di buku "Millioner Traders: How Everyday People Are Beating Wall Street At Its Own Game", Allen mengemukakan 4 tips sukses untuk melipatgandakan profit. Apa sajakah itu?

 

1. Lirik Dan Incar Aset Yang Sedang Murah

Bagi Dana Allen, trik utama untuk mendapatkan profit berlipat adalah dengan membeli aset yang sedang oversold (jenuh jual). Pemikirannya ini ia peroleh berdasarkan petunjuk dari John Templeton bertajuk "Pemilih Saham Global Terbaik Abad Ini".

Dalam saham, Dana Allen tak ingin membeli saham sembarangan; ia akan membeli saham-saham murah yang perusahaannya bebas dari utang. Sebab jika perusahaan memiliki utang besar sekalipun bisnisnya bagus, mereka bisa saja mengalihkan cash flow untuk melunasi hutang.

Di tahun 2001 sendiri, Allen membeli saham-saham berharga USD1 dari NYSE dan NASDAQ saat pasar runtuh. Hasilnya sungguh menggiurkan saat pasar kembali pulih.

 

2. Perhatikan Outlook Harga Dalam Jangka Panjang

Anda bisa mencontoh apa yang dilakukan Dana Allen saat bertrading saham, yaitu lebih baik membeli di harga rendah (buying dips) ketimbang menjual saat harga sedang naik (selling rallies) di pasar. Selain itu, ia juga lebih suka mengambil posisi long (buy) ketimbang short (sell).

Meski terkoreksi dari waktu ke waktu, saham masih menjadi aset finansial yang menunjukkan tren naik dalam jangka panjang. Terhitung sejak dua abad terakhir, saham AS mampu menghasilkan profit sekitar 7%.

Tips Trading Saham(Baca Juga: 5 Strategi Unik Trading Saham Demi Profit Menarik)

 

3. Atur Posisi Close Berdasarkan Waktu Dan Harga

Bagi Allen, cara exit dari pasar harus memperhatikan 2 aspek, yaitu Price Stop (Target Profit dan Stop Loss) dan Time Stop untuk meminimalkan risiko. Cara ini jelas berbeda dengan kebanyakan trader yang biasanya exit berdasarkan Price Action.

Sebagai contoh, ia akan menutup semua posisi di akhir perdagangan harian jika harga belum mencapai target hingga penutupan pasar. Alasannya, harga aset seharusnya naik dari level terendah karena terbantu oleh "bargain hunter" untuk memborong aset tersebut. Jika harga tak kunjung naik dalam kurun waktu tertentu, kemungkinan memang harga tersebut belum mencapai level terendah dan dikhawatirkan akan terus turun.

 

4. Cari Kesenjangan Antara Kondisi Fundamental Dan Harga

Biasanya trader akan mengincar aset-aset dengan divergensi berdasarkan kondisi teknikal. Namun tidak demikian dengan Dana Allen; ia lebih condong trading divergen dengan basis fundamental.

Divergensi Fundamental

Salah satu setup favoritnya adalah ketika mengetahui laporan keuangan perusahaan menunjukkan pendapatan cukup besar, tetapi sahamnya justru banyak tertekan aksi profit-taking. Begitu aksi ini berakhir, saham tersebut akan menampilkan profil ideal bagi investor jangka panjang yang mencari saham-saham dengan basis fundamental kuat.

Kirim Komentar/Reply Baru


Forum

Dani (05 Feb 2020)

Ketika terbentuk sebuah pola candlestick reversal apa aja sih syarat syarat klo si candlestick tersebut valid akan reversal ?

Selengkapnya

Pola Candlestick
Harami Cross
Indikasi : Bullish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 2 candlestick. Pola pertama adalah candlestick bearish panjang di penghujung downtrend, sedangkan pola kedua adalah candlestick doji ber-body kecil dengan harga pembukaan yang nyaris sama dengan harga penutupannya. Pola ini lebih signifikan ketimbang Harami biasa. Semakin kecil body candlestick kedua, semakin tinggi akurasi sinyal bullish reversal-nya.
Menggambar fibo di time frame d1
gimana ya gan, kalau trend kuat melebihi 5 candle beri contohnya dong...
kalau di tarik dari swing low tf D1 5 candle lebih, lalu di ubah ke tf h1 apa gk kepanjangan ya

Budi 14 Jul 2018

Reply:

M Singgih (17 Jul 2018 06:45)

@ Budi:

Kepanjangan atau tidak itu relatif, tergantung bagaimana Anda akan melakukan analisa.
Dalam hal ini, kalau Anda menarik garis trend dari time frame daily, maka untuk time frame yang lebih rendah (H4, H1, M30 dst) akan tampak lebih jelas titik-titik high dan low-nya.
Ini tidak berlaku sebaliknya. Kalau Anda menarik trend line dari time frame rendah kemudian dipantau pada time frame yang lebih tinggi, maka akan kurang akurat.

Contoh pada EUR/USD berikut ini:
Tarik garis uptrend mulai dari tanggal 28 Juni 2018 pada time frame daily, lalu bandingkan dengan time frame H1:





Jujun Kurniawan 56
Linlindua 142
Forex 
Jujun Kurniawan 79
Forex 
Tomy Zulfikar 131
Forex