Awas 3 Kesalahan Fatal Memasang Stop Loss Dan Take Profit

Nadila D 13 Oct 2020 801
Dibaca Normal 6 Menit

Mulai dari penempatan yang terlalu sempit atau lebar, menggunakan ukuran posisi sebagai dasar, hingga berpacu pada support resistance, berikut adalah 3 kesalahan memasang Stop Loss dan Take Profit yang berakibat fatal.



Salah satu kemampuan yang penting untuk dimiliki seorang tader adalah menentukan Stop Loss dan Take Profit. Strategi ini dapat dikatakan cukup tricky dan membutuhkan analisis yang kuat.

Dalam pembelajaran seputar dasar-dasar forex trading, topik yang paling umum dibahas adalah pentingnya mengetahui dan menentukan tempat yang tepat sebagai titik entry posisi. Namun sejatinya, manajemen trading juga tidak dapat diabaikan karena meski memiliki entry yang bagus, trader tetap bisa rugi jika ia tidak mampu menentukan titik exit yang ideal.

Manajemen risiko

Dalam prakteknya, trader harus memahami bahwa total keuntungan yang didapat sebenarnya merupakan hasil selisih antara gross profit dan gross loss. Jadi, trader perlu mengingat bahwa kesuksesan trading terjadi apabila total profit melebihi total loss. Hampir tidak mungkin melakukan trading tanpa rugi sedikitpun, sehingga manajemen resiko dipandang sangat penting dalam trading.

Pada dasarnya, Stop Loss dan Take Profit merupakan bagian dari risk management dalam trading forex. Seorang trader harus menyadari bahwa trading bukanlah aktivitas mencari untung semata, namun juga memahami risiko yang ada dan mempersiapkan diri untuk merugi dalam prosesnya jika hasil ternyata tidak sesuai dengan prediksi. Apalagi, pasar forex sangatlah volatile dan cepat berubah, sehingga trader membutuhkan strategi dan perencanaan yang kuat sebelum terjun ke dalamnya.

Nah, untuk dapat mengetahui lebih banyak mengenai kesalahan-kesalahan yang wajib Anda hindari beserta cara memperbaikinya, simak penjelasan berikut ini ya!

 

1. Menentukan Stop Loss Dan Take Profit Terlalu Rapat Atau Jauh

Ini merupakan kesalahan pertama yang paling sering dilakukan trader. Perlu diketahui bahwa pasar forex dapat cepat berubah dalam waktu singkat. Apabila Anda meletakkan Stop Loss atau Take Profit terlalu rapat atau berdekatan, kemungkinan besar posisi akan terhenti sebelum harga menuju ke arah yang Anda inginkan. Dengan kata lain, Anda terlalu cepat berasumsi di awal sebelum melihat pergerakan sesungguhnya.

Keliru memasang Stop Loss terlalu jauh

Contohnya saja, katakanlah Anda akan membuka posisi buy GBP/JPY di 145.00 dengan Stop Loss di 144.90. Meskipun perhitungan Anda benar jika harga akan bounce di sekitar angka tersebut, namun tetap ada kemungkinan bahwa harga akan menurun 10-15 pip lagi sebelum akhirnya naik, anggaplah hingga 147.00. Sayangnya, kesempatan itu bisa terlewat begitu saja karena Anda terlalu cepat berhenti di 144.90.



Jadi, penting untuk memberikan "ruang bernafas" saat menentukan Stop Loss atau Take Profit untuk menghidnari skenario seperti ditunjukkan di atas. Tidak hanya itu, selalu cek volatilitas pasar tujuan Anda karena hal ini juga sangat berhubungan dengan fluktuasi harga dalam chart.

Di sisi lain, ruang bernafas tersebut juga tidak bisa terlalu besar. Perlu dipahami bahwa menaruh titik Stop Loss atau Take Profit yang terlalu berjauhan juga tidak selalu menjamin datangnya untung.

Pada dasarnya, kedua titik tersebut berguna untuk mencegah trader rugi terlalu banyak dengan memperingatkan mereka bahwa pasar ternyata tidak bergerak sesuai dengan yang diharapkan. Jika keduanya diletakkan terlalu jauh dari titik entry, maka fungsi peringatan ini tidak berguna lagi. Selain itu, penting juga untuk memerhatikan rasio Risk/Reward dalam trading Anda.

Misalnya, menempatkan Stop Loss 500 pip dalam perdagangan intraday membutuhkan target keuntungan 1,500 pip untuk bisa mempertahankan rasio Risk/Reward 1:3. Padahal, sebagian besar pair tidak bergerak hingga 1,500 pip dalam sebulan.

 

2. Menggunakan Ukuran Posisi Sebagai Dasar Perhitungan Stop Loss Dan Take Profit

Menggunakan ukuran posisi "x pip" atau "x dolar" untuk menentukan Stop Loss adalah kesalahan besar. Kenyataannya, pasar tidak bergerak berdasarkan jumlah lot yang Anda masukkan, namun justru kebalikannya; Anda-lah yang seharusnya menyesuaikan diri dengan dinamika pasar. Maka dari itu, Anda harus memiliki kemampuan analisis yang baik agar mampu memilih titik Stop Loss atau Take Profit yang paling tepat.

Kemampuan analisa yang baik

Perlu digarisbawahi bahwa alur trading yang paling tepat adalah menganalisis dan menentukan titik Stop Loss dan Take Profit sebelum membuka posisi trading. Keuntungannya adalah karena sebelum ada risiko hilangnya modal, trader dapat terbebas dari pengaruh emosional saat trading, serta dapat menilai secara objektif kapan harus lanjut dan kapan harus berhenti.



 

3. Meletakkan Stop Loss Dan Take Profit Tepat Pada Batas Support Resistance

Selain memilih posisi Stop Loss dan Take Profit yang terlalu rapat dan terlalu jauh, kesalahan lain yang sering dilakukan trader adalah meletakkannya tepat di garis support resistance. Alasannya adalah kembali pada volatilitas pasar.

Trader sering lupa bahwa pasar forex bergerak dalam pola yang tidak menentu, sehingga garis support dan resistance tidak dapat digunakan sebagai patokan penentuan Stop Loss dan Take Profit seutuhnya.

Kemungkinannya yaitu harga dapat melakukan reversal atau perubahan arah sebelum mengenai garis. Harga bahkan dapat melebihi batas terlebih dahulu sebelum akhirnya mengalami perubahan arah, baik dalam bentuk reversal atau breakout.

False Breakout

Sebagai trader, sebaiknya Anda hanya cukup menggunakan batas-batas tersebut sebagai alat bantu saja. Meski memang terlihat menarik dan dapat dipercaya, namun Anda juga harus memperhitungkan risikonya.

Cara terbaik yang bisa Anda lakukan yaitu memilih Stop Loss dan Take Profit di dekat kedua garis pembatas tersebut, namun tidak tepat pada garisnya. Berilah jarak agar harga tetap memiliki ruang untuk menunjukkan arah geraknya meski telah melewati garis pembatas.

Secara umum, jika Anda akan memasang posisi buy, maka pasanglah Stop Loss di bawah batas support. Sedangkan jika Anda akan melakukan sell, maka pasanglah Stop Loss di atas batas resistance. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi false breakout sehingga Stop Loss Anda tidak akan memicu close posisi secara prematur.



Untuk cara khususnya, Fibonacci Retracement dapat menjadi pilihan tepat. Mengapa? Karena umumnya tren akan berbalik arah sekitar 61.8-78.6% hingga kemudian mengubah arahnya seperti semula, sehingga perhitungan ini bisa membantu Anda memilih Stop Loss dan Take Profit yang paling menguntungkan.

 

Kesimpulan

Pada dasarnya, akar permasalahan dari kesalahan-kesalahan fatal menentukan Stop Loss dan Take Profit terletak pada pola pikir trader yang belum sesuai dengan cara kerja pasar forex. Strategi dalam menentukan Stop Loss dan Take Profit tentu tidak dapat disamakan untuk setiap trading karena perbedaan volatilitas dan faktor fundamental yang juga dapat memengaruhi pergerakan pasar.

Volatilitas pasar

Stop loss seharusnya hanya tersentuh apabila prediksi pergerakan harga Anda salah, sehingga dapat menjadi panduan trading Anda berikutnya. Di sisi lain, Take Profit hendaknya diposisikan pada level harga yang sesuai dengan rasio Risk/Reward Anda.

Jangan libatkan emosi dan terlalu tergesa-gesa jika mengambil keputusan dalam trading, karena hal tersebut dapat membuat strategi trading Anda menjadi tidak maksimal. Tidak hanya itu, pengaruh emosi juga dapat membuat Anda rentan memodifikasi Stop Loss dan Take Profit di luar rencana.

 

Untuk belajar mengendalikan emosi agar Stop Loss dan Take Profit tetap terjaga, simak artikel Belajar Mempersiapkan Mental Sebelum Trading.





Forum

Donny Septian (21 Dec 2015)

Bagaimana cara kerja Trailing Stop?? Karena saya seorang mobile trader dan menggunakan MT4 android krna lbh praktis dan efisien dlm menunjang keseharian saya dbanding dgn menggunakan laptop untuk trading. Dan fitur trailing stop ini sangat membantu saya untuk mengamankan profit yg saya dapat. Namun di MT4 platform...

Selengkapnya...


Kirim Komentar/Reply Baru
Pola Candlestick Real-time
Pola Candlestick Real-time
Sistem   7 May 2021   147  
Posisi acount saya apa masih bisa selamat?
Posisi account saya buy 1333.10 2 lot, 1329.20 1lo,t sel masing-masing 1lot  di 1288.90, 1289.10, dan 1290.40. Mohon solusinyaa

Endy Susiyanto 4 Jun 2018

Reply:

M Singgih (05 Jun 2018 05:09)

@ Endy susiyanto:

Menurut saya di-close semua. Usahakan sebisa mungkin jangan main locking. Dengan locking seperti itu berarti Anda sudah mengalami kerugian tetapi belum direalisasikan.

Membuka locking tidak mudah, apa lagi yang jaraknya sudah ribuan pip seperti posisi trading Anda. Pada dasarnya membuka locking sama saja dengan membuka posisi baru, yang mana Anda harus bisa memperkirakan arah trend. Kalau meleset atau salah buka maka jarak kuncian akan bertambah lebar yang berarti kerugiannya akan tambah besar. Jadi lebih baik tutup semua posisi dan cari momentum untuk membuka posisi baru.

Saran kami selalu gunakan money management, yaitu tentukan stop loss sesuai dengan resiko yang Anda sepakati, dan tentukan target profit dengan risk/reward ratio minimal 1:1.

Tetapi kalau tetap ingin membuka locking, amati trend harga saat ini. Misal saat ini sedang uptrend, maka closed semua (atau salah satu) posisi sell Anda, dan biarkan yang buy. Tetapi ketika nanti harga kembali turun hingga melebihi posisi saat Anda membuka locking, maka Anda harus lock lagi di harga tersebut karena kalau tidak kerugian Anda akan bertambah atau lebih besar dari sebelum membuka posisi locking.
Kalau harga berlanjut naik biarkan hingga setidaknya kerugian Anda yang di posisi sell (yang telah direalisasikan) tertutupi atau impas dengan profit yang didapat dari posisi buy.

Contoh cara membuka locking bisa Anda baca di sini.
Baca juga:
Strategi Hedging Dalam Trading Forex
Beberapa Catatan Untuk Trik Hedging

Sempat Terkoreksi, EUR/GBP Kini Berpeluang Menguat
Sempat Terkoreksi, EUR/GBP Kini Berpeluang Menguat
Jujun Kurniawan   6 May 2021   95  
Berbias Bearish, GBP/USD Tunggu Aksi Di R1
Berbias Bearish, GBP/USD Tunggu Aksi Di R1
Kazuki   6 May 2021   103  
Pulih Menuju R1, Pound Sinyalkan Buy
Pulih Menuju R1, Pound Sinyalkan Buy
Jujun Kurniawan   4 May 2021   105  
Live Trading NFP Bareng Finex
Live Trading NFP Bareng Finex
Melati   4 May 2021   235  
Berpotensi Rebound, GBP/CHF Sinyalkan Buy
Berpotensi Rebound, GBP/CHF Sinyalkan Buy
Jujun Kurniawan   3 May 2021   105  
Dolar Australia Sinyalkan Sell Setelah Tertahan Di R2
Dolar Australia Sinyalkan Sell Setelah Tertahan Di R2
Jujun Kurniawan   28 Apr 2021   147  
Harga Emas Masih Berisiko Melemah Hingga S2
Harga Emas Masih Berisiko Melemah Hingga S2
Kazuki   28 Apr 2021   118  
Terjun Dari S2, Dolar AS Kini Berpeluang Pulih
Terjun Dari S2, Dolar AS Kini Berpeluang Pulih
Jujun Kurniawan   27 Apr 2021   118  
GBP/JPY Berpotensi Menuju S2 Dan Sinyalkan Buy
GBP/JPY Berpotensi Menuju S2 Dan Sinyalkan Buy
Jujun Kurniawan   26 Apr 2021   103