4 Pola Candlestick Yang Jarang Diketahui Trader


InvestBro 13 Jul 2021 928Dibaca Normal 5 Menit

Banyaknya pola Candlestick yang muncul di chart memang tidak harus kita hafal. Namun, 4 candlestick yang jarang diketahui trader ini layak diingat karena akurasinya.



Dalam ranah saham, kita tentu akrab dengan yang namanya analisa teknikal. Analisa teknikal merupakan tool yang mesti difungsikan ketika trader hendak membeli atau menjual saham. Analisa teknikal artinya menganalisa grafik atau chart. Salah satu jenis chart paling umum adalah Candlestick. Untuk itu, artikel ini akan membahas 4 pola Candlestick yang jarang diketahui trader.

Pola Candlestick yang jarang diketahui trader

Bagi yang belum tahu, Candlestick muncul kali pertama di Jepang dan diciptakan seorang penjual beras di tahun 1800-an. Lalu Steve Nison mencoba mengaplikasikan Candlestick ini di pasar barat pada tahun 1991, sebagaimana dijelaskan dalam buku karangannya yang berjudul "Japanese Candlestick Charting Techniques ".

Candlestick merupakan perangkat data yang menggambarkan beragam kerangka waktu, kemudian ditampilkan sebagai rerata harga tunggal. Candlestick biasanya lebih akurat dibanding cuma mengandalkan diagram batang tradisional yang merepresentasikan harga Open (pembukaan), High (tertinggi), Low (terendah) dan Close (penutupan) atau disebut OHLC.

Pola candle berguna untuk memperkirakan pola pembalikan arah sekaligus mendeteksi kecenderungan arah pasar selanjutnya. Selain itu, pengaplikasian warna pun cukup penting di diagram Candlestick. 

Sampai kini, sudah ada banyak pola Candlestick yang tercipta. Tentu para trader sering membaca istilah Evening Star, Three Black Crows atau Bearish Dark Cloud Cover. Analisa teknikal dengan grafik Candlestick bukan hanya membantu trader di saham, namun juga bisa dimanfaatkan untuk meraih keuntungan di pasar forex maupun komoditas.

Namun tak setiap pola Candlestick itu berfungsi sesuai harapan. Kelebihan pola Candlestick ternyata dapat dibendung oleh para hedge funds yang memiliki dana tak terbatas. Kalangan hedge funds dengan modal besar tersebut bisa dengan mudah memasang posisi melawan para investor ritel serta trader konvensional yang berstrategi mengandalkan analisa teknikal.

Nah, untuk mengantisipasinya, ada pola Candlestick yang jarang diketahui trader namun memiliki performa cukup bagus untuk menilai arah maupun momentum harga pasar. Tiap-tiap pola Candlestick itu bisa dimanfaatkan untuk memperkirakan harga akan menurun atau sebaliknya. Di samping itu, pola tersebut pun bisa digunakan di setidaknya 2 time frame.

Baca juga: Tips Membaca Candlestick Simpel Dan Akurat, Tak Perlu Hafalan

 

Apa Saja Pola Candlestick Yang Jarang Diketahui Trader?

Dalam strategi trading dengan pola Candlestick, perlu diketahui bahwa pergerakan candle ketiga sampai kelima sangat penting untuk diperhatikan. Sebabnya, posisi tersebut bisa mengkonfirmasi apakah pergerakan tren akan berlanjut atau justru berbalik.



Baca Juga: Pola Candlestick Paling Menguntungkan

Dalam buku "Encyclopedia of Candlestick Charts" karangan Thomas Bulkowski, ada 4 pola Candlestick yang jarang diketahui trader, yaitu: 

 

Three Line Strike

Pola reversal bullish Three Line Strike biasanya dibentuk dari 3 candle hitam ketika terjadi penurunan tren. Tiap candle yang tercipta konsisten ditutup lebih rendah dibanding harga penutupan dari candle sebelumnya.

Ketika candle keempat muncul, harga akan dibuka pada harga close candle sebelumnya atau lebih rendah, tetapi kemudian akan berbalik menanjak di mana harga ditutup lebih tinggi melebihi candle pertama. Bulkowski menjelaskan jika pola reversal ini memiliki ketepatan kira-kira sampai 84%.

three line strikes

 

Two Black Gapping

Pola continuation bearish Two Black Gapping terbentuk begitu trend mengarah turun dari posisi puncak. Tepatnya ketika ada celah yang menghasilkan dua candle hitam yang terus menunjukkan penurunan. Dengan pola tersebut, trader bisa memperkirakan jika downtrend masih berlangsung menuju posisi yang lebih rendah, sehingga bisa mendorong trend bearish dalam cakupan lebih luas. Pola Candlestick ini ditaksir memiliki ketepatan hasil hingga 68%.

Kunjungi juga: Pola Candlestick Real-time

 

Evening Star

Pola reversal bearish Evening Star berawal dari adanya candle putih yang memicu harga naik ke posisi tertinggi baru. Sekilas, harga terlihat terus naik, akan tetapi aksi beli pada akhir perdagangan relatif melemah dan akhirnya membentuk formasi candle dengan body yang amat kecil.

Kesenjangan di candle ke-3 akan menguatkan pola jika penurunan terbentuk dan menandai pembalikan ke bawah. Pergerakan ini bisa memicu penurunan drastis yang membalik trend kenaikan sebelumnya. Pola candle Evening Star yang mampu memperkirakan reversal dianggap mempunyai ketepatan hingga 72%.

evening star pattern

 

Abandoned Baby

Pola Candlestick yang dinamakan Bullish Abandoned Baby merupakan pola Bullish yang muncul ketika harga mencapai level terendah saat mengalami downtrend. Ketika muncul gap yang ditandai dengan candle doji, maka trader harus mencermati gerakan harga selanjutnya.

Jika candle ketiga membentuk kenaikan, maka trend bullish baru akan terpicu. Pola Candlestick yang jarang diketahui trader ini mampu menghasilkan akurasi hingga 70%.

 

Three Black Crows

Pola Candlestick Three Black Crows Bearish berawal di dekat harga puncak ketika pasar sedang mengalami uptrend. Ada 3 candle hitam yang bergerak menuju level terendah secara berurutan dalam pola ini. Skenario tersebut mengawali penurunan yang lebih luas dan biasanya diikuti dengan downtrend signifikan. Pola Candlestick ini dapat memperkirakan pergerakan bearish dengan akurasi hingga 78%.

 

Catatan: Tulisan ini dibuat oleh Yudha Situmorang, Co-Founder InvestBro.Id

Advertisement


Forum

Arga (16 Dec 2015)

Baru belajar tentang pola chart, ternyata ada banyak sekali macamnya. Masing - masing nampaknya bisa dijadikan sinyal baik untuk penerusan atau pembalikan. Karena banyaknya ini, jadi penasaran pola mana yang paling konsisten muncul dan bisa diandalkan untuk entry? Trims

Selengkapnya...

Pola Candlestick
Harami Bearish
Harami Bearish
Indikasi : Bearish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 2 candlestick. Candlestick pertama bersifat bullish dan lebih besar sehingga menelan candlestick kedua yang bersifat bearish. Pola ini menandakan uptrend mulai kehilangan momentum. Sumbu-sumbu candlestick kedua tidak harus berada dalam range candlestick pertama, meski kondisi ini bisa menambah akurasi sinyal.
Advertisement

Orang yang tradingnya maksa seringkali berujung pada kegagalan. Disyukuri saja profit yang sudah didapat hari itu. Jangan kemaruk.

Desmond Wira

Saya hanya kaya karena saya tahu kapan saya salah. Pada dasarnya saya bisa bertahan dengan mengakui kesalahan-kesalahan saya.

George Soros

Saya selalu percaya bahwa passion yang diikuti kerja keras dan doa akan membuahkan hasil yang baik di segala bidang, termasuk forex.

Buge Satrio

Saya akan selalu mengurangi posisi ketika loss. Dengan begitu, saya hanya akan memiliki posisi kecil saat trading berakhir buruk.

Paul Tudor Jones

Ketika mendapat profit, kita jadi lebih berhati-hati. Sedangkan ketika mengalami kerugian, kita justru mulai mengambil risiko lebih banyak dan rugi lebih banyak lagi.... Jadi, trader perlu memutuskan apakah mereka bisa menanggung risiko dan apakah mereka bisa mengambil keputusan dengan cepat sebelum trading.

Paul Rotter

Saya tahu kemana saya akan keluar bahkan sebelum saya masuk (pasar).

Bruce Kovner

Trader yang benar-benar (ingin) sukses haruslah berkomitmen untuk mendalami dunia trading, dan menganggap uang sebagai bonus sampingan.

Bill Lipschutz

Trading bukanlah hanya soal melindungi modal dari kerugian, melainkan juga melindungi diri dari diri sendiri.

Kim Krompass

Untuk menjadi sukses, trading-lah seperti Anda memulai usaha, jangan perlakukan trading sebagai hobi atau pekerjaan rutin. Kalau cuma hobi, tak ada komitmen belajar, dan akhirnya Anda cuma buang-buang uang. Sedangkan kalau diperlakukan sebagai pekerjaan, trading bisa membuat Anda frustasi karena di sini tidak ada gaji bulanan.

Jean Folger

Kehancuran emosional hampir sama buruknya dengan kehancuran finansial.

Kim Krompass

Trader cerdas akan selalu paham dan mengikuti latar fundamental dari instrumen tradingnya, namun untuk mengenali level entry dan exit, ia akan menggunakan analisa teknikal

Kathy Lien

Untuk pemula disarankan lebih baik trading saham dahulu, kalau sudah profit konsisten baru mencoba forex, emas, atau lainnya. Kalau dari awal sudah nekat trading forex, emas, apalagi indeks tanpa bekal ilmu yang cukup, boleh jadi sebentar saja uangnya langsung amblas,

Desmond Wira

Pada dasarnya, forex dan saham tidak jauh berbeda. Yang membedakan adalah risikonya.

Ellen May

Tak ada satupun aturan trading yang bisa 100% profit sepanjang waktu.

Jesse Livermore

Ketika Anda benar-benar percaya bahwa trading hanyalah sebuah permainan probabilitas yang sederhana, konsep seperti benar dan salah atau menang dan kalah tidak lagi memiliki makna yang sama.

Michael Covel

Saya tak banyak melihat korelasi antara trading yang bagus dan kecerdasan. Beberapa trader terkemuka cukup cerdas, tetapi beberapa diantaranya tidak.

William Eckhardt

Masuklah pasar hanya saat pasar trending; jika bullish Anda harus buy, jika bearish masuk posisi sell. Cuma cara itu yang bisa menghasilkan keuntungan sebenarnya.

Jesse Livermore

Dalam berinvestasi Anda harus tahu betul apa-apa yang tidak Anda ketahui, dan berpeganglah hanya pada apa yang Anda ketahui.

Warren Buffett

Tekunilah proses dari setiap proses, kerjakan, rencanakan, investasikan waktu Anda dengan bijak, jadilah produktif, dan jangan buang-buang waktu.

Chris Lori

Anda bisa memperkirakan apa yang terjadi. Tapi bila Anda tidak punya parameter trading, maka sebaiknya jangan masuk hanya karena peluangnya terlihat oke, atau karena seseorang mengatakannya.

Carolyn Boroden

Memilih time frame rendah untuk kemudian mengolah cara trading jangka pendek bukanlah tindakan memalukan apalagi sebuah dosa.

Barbara Rockefeller

Yang penting bukan masalah benar atau salah, tapi seberapa besar profit Anda ketika benar, dan seberapa banyak loss Anda ketika salah.

George Soros

Cara membangun return jangka panjang adalah dengan melindungi modal dan memaksimalkan profit.

Stanley Druckenmiller

Charting itu agak mirip dengan berselancar. Anda tak perlu banyak tahu tentang fisik gelombang untuk menangkap sebuah ombak yang bagus. Anda hanya perlu mampu merasakannya ketika (ombak) itu terjadi dan memiliki keberanian untuk beraksi di saat yang tepat.

Ed Seykota

Saat Anda mengalami kerugian beruntun, segala keraguan dan ketidakpastian akan menyeruak dan membuat Anda sangat ragu untuk menarik pelatuk (entry). Rasanya tak ada satupun yang berjalan dengan benar. Itu adalah sesuatu yang harus Anda kontrol.

Bill Lipschutz
Kirim Komentar/Reply Baru
5 Pola Candle Bullish Terbaik untuk Trading Bitcoin
5 Pola Candle Bullish Terbaik untuk Trading Bitcoin
Fatma Adriana   19 Oct 2021   5  
Cara Trading Inside Bar dan MACD, Layakkah Dicoba?
Cara Trading Inside Bar dan MACD, Layakkah Dicoba?
Fatma Adriana   16 Sep 2021   241  
Teknik Day Trading Dengan Kombinasi Inside Bar
Teknik Day Trading Dengan Kombinasi Inside Bar
Damar Putra   25 Aug 2021   322  
Cara Trading Candlestick Jitu dengan RSI
Cara Trading Candlestick Jitu dengan RSI
Fatma Adriana   11 Aug 2021   574  
3 Cara Trading Inside Bar Ini Wajib Dihindari
3 Cara Trading Inside Bar Ini Wajib Dihindari
Nandini   25 Jun 2021   442  
Teknik Trading Candlestick Dengan Trendline
Teknik Trading Candlestick Dengan Trendline
Novita   23 Jun 2021   786  
Pola Candle Abandoned Baby Dan Cara Tradingnya
Pola Candle Abandoned Baby Dan Cara Tradingnya
Nandini   19 Jun 2021   427  
Cara Membaca Candlestick Piercing Line Dan Kiat Tradingnya
Cara Membaca Candlestick Piercing Line Dan Kiat Tradingnya
Tomy Zulfikar   24 Feb 2021   1263