5 Strategi Forex Andalan Untuk Trading Intraday

SAM 1 Jun 2017
Dibaca Normal 8 Menit
forex > strategi >   #day-trading   #intraday
Intraday adalah model trading harian yang banyak dipakai trader. Berikut ini 5 strategi forex andalan untuk mengoptimalkan cara trading itu.

Trading intraday memang tidak seperti teknik jangka panjang yang menuntut kesabaran trader dalam menantikan kepastian hasil trading. Posisi dibuka dan ditutup di hari yang sama, sehingga trader bisa mendapatkan profit di hari itu juga. Jikapun mendapat kerugian, loss yang dialami tidak akan berlarut-larut.

Teknik yang seperti itu lebih mudah membantu trader untuk cepat move on dan fokus mencari peluang baru di keesokan harinya. Barangkali, itulah yang membuat trading intraday digemari banyak trader.

Namun demikian, ada begitu banyak strategi forex yang bisa diterapkan, hingga seringkali membuat trader bingung menentukan strategi forex andalan. Cocok diterapkan di time frame H1 dan H4, berikut ini 5 pilihan strategi untuk trading intraday yang dapat Anda coba.

Strategi forex andalan untuk intraday trading

 

Trend Following

Mengikuti trend seringkali diplot sebagai strategi forex andalan termudah dalam trading intraday. Pada dasarnya, Anda cukup mengidentifikasi trend harga di chart dan bertindak mengikutinya. Strategi trend following yang kita bahas di sini adalah rekomendasi Roman Sadowski dari HumbleTraders, dan hanya menggunakan kombinasi garis-garis Exponential Moving Average (EMA).

Setup chart untuk strategi forex andalan ini melibatkan:

  • EMA periode 20 sebagai fast MA
  • EMA periode 60 sebagai slow MA
  • EMA periode 100 sebagai indikator trend

Sinyal buy muncul ketika EMA 20 memotong EMA 60 dari bawah ke atas. Apabila EMA 20 yang memotong EMA 60 dari atas ke bawah, maka itu dapat diartikan sebagai sinyal sell.

Di sisi lain, EMA 100 dapat diandalkan sebagai penanda trend yang akurat. Jika garis indikator bergerak secara meyakinkan di atas harga, maka pasar sedang didominasi trend bearish. Sedangkan apabila EMA 100 bergerak di bawah harga, maka trend bullish-lah yang lebih dominan. EMA 100 yang memotong harga dari bawah ke atas menandakan perubahan trend dari bullish ke bearish, begitu pula sebaliknya jika EMA 100 menyilang harga dari atas ke bawah.

Strategi trend following untuk intraday trading
Dalam skenario EMA 100 yang bergerak dekat atau bahkan berdempetan dengan harga, hal itu menandakan ketidakpastian pasar. Persilangan EMA 20 dan EMA 60 dalam kondisi seperti itu sebaiknya diwaspadai baik-baik. Jangan terburu-buru menindaklanjuti sinyal crossing sebelum EMA 100 menunjukkan perubahan arah trend yang jelas.

Strategi trend following untuk intraday trading 1

Selain dengan kombinasi garis-garis EMA di atas, strategi mengikuti trend juga bisa dimodifikasi dengan EMA periode lain. Dalam hal ini, strategi 200 EMA sering digunakan sebagai acuan karena fungsinya sebagai support resistance dinamis yang bisa menandai perubahan trend jangka panjang.

 

News Trading

Respon harga terhadap rilis suatu berita berdampak besar memang cukup signifikan, sehingga bisa menghadirkan peluang yang cukup besar untuk trading intraday. Dalam hal ini, sangat penting bagi Anda untuk memahami kaidah-kaidah trading berdasarkan berita. Mengikuti jadwal rilis berita di kalender forex, serta menarik benang merah dari angka-angka konsensus, previous, dan aktual sebuah data adalah kemampuan yang musti dikuasai oleh seorang news trader.

Pertimbangan entry sangat disarankan untuk menunggu hingga berita sudah benar-benar meluncur dan efek awalnya mereda. Anda bisa menunggu kira-kira 15 sampai 30 menit setelah news release, baru kemudian merencanakan posisi entry dengan price action. Strategi trading NFP sederhana dari Cory Mitchell contohnya, menganjurkan trader untuk menunggu 15 menit sebelum mencari patokan entry dari inside bar.

 

Scalping

Ide dasar scalping yang mencari keuntungan dari pergerakan terkecil harga sejatinya sudah selaras dengan pokok penerapan trading intraday. Dengan acuan time frame rendah dan target profit yang minim tapi sering, scalping tak pelak bisa menjadi strategi forex andalan, jika Anda ingin mengumpulkan beberapa kali keuntungan dalam sehari.

Ada beragam teknik scalping yang bisa digunakan, di antaranya adalah strategi sederhana dengan 3 langkah mudah: menentukan arah trend, mencari momentum, dan mencari level exit sesuai manajemen risiko. Strategi yang menggunakan indikator MA dan CCI itu bisa disimak selengkapnya di artikel: Strategi Untuk Scalping.

Selain itu, ada pula pilihan indikator scalping dengan sistem trading siap pakai seperti:

  • Instant Profit Scalper
  • Sistem Scalping 15 Pips
  • SuperScalper

 

Range Trading

Strategi forex andalan yang satu ini menitikberatkan pada kemudahan trading di pasar sideways, tepatnya ketika pergerakan harga cenderung mematuhi batas-batas support dan resistance. Jika Anda sudah menemukan support resistance itu, maka merencanakan posisi entry dan exit tidaklah terlalu sulit.

Range trading dengan support resistance
Hanya saja, mendapatkan batas support dan resistance yang ideal bisa menimbulkan kesulitan tersendiri, mengingat penentuannya seringkali bersifat subjektif. Anda bisa mengamati high-low harga sendiri, mengaplikasikan Fibonacci, atau mengandalkan pivot point.

Dalam sesi trading harian, waktu paling tepat untuk menjalankan range trading adalah di sesi Asia. Di waktu ini, likuiditas pasar relatif rendah dan minim terjadi pergolakan harga. Sekalipun terdapat rilis data ekonomi dari Jepang, Australia, dan Selandia Baru, dampak yang ditimbulkan biasanya tidak seheboh efek berita di sesi Eropa dan Amerika.

Ada satu lagi alternatif range trading yang tidak memanfaatkan support resistance dan sesi tertentu. Ide ini lagi-lagi datang dari Roman Sadowski yang lebih suka menggunakan pola candlestick untuk menetapkan range. Menurutnya, formasi candle yang bersumbu kecil bisa dijadikan acuan, karena menandakan kerapatan antara level open-close dan high-low harga. Dalam hal ini, break candle berikutnya dari level high atau low candle tersebut bisa menjadi pemicu sinyal entry.

Range trading dengan pola candlestick

 

Strategi Swing Untuk Trading Intraday

Siapa bilang perubahan ayunan harga hanya bisa dimanfaatkan dalam swing trading yang cocok untuk trading jangka menengah hingga panjang? Faktanya, strategi forex andalan satu ini membuktikan bahwa swing trading juga memiliki versi khusus untuk dimanfaatkan dalam trading intraday.

Teori price pattern berperan penting dalam strategi forex andalan ini, karena sinyal perubahan swing harga mula-mula diidentifikasi dari pola harga yang terbentuk di chart. Grafik H4 di bawah ini menunjukkan contoh kombinasi crossing EMA dengan analisa price pattern untuk mendeteksi perubahan arah harga.

Strategi swing untuk day trading
Price pattern yang terbentuk pada chart di atas adalah triangle, atau juga dikenal sebagai pola penanda breakout. Arah breakout kemudian dikonfirmasi dengan persilangan EMA yang menandakan sinyal sell.

Satu lagi contoh penggunaan price pattern dalam strategi swing untuk trading intraday adalah seperti yang ditunjukkan di gambar ini:

Strategi swing untuk day trading 1

Cerminan chart di atas menunjukkan bahwa strategi ini tidak selalu bergantung pada sinyal indikator. Meskipun tak ada sinyal dari garis-garis EMA, perubahan arah harga bisa diprediksi dengan kemunculan falling wedge, suatu pola konsolidasi yang biasanya diikuti oleh bullish reversal. Kondisi tersebut menjadikan strategi ini lebih responsif dari trend following yang harus menunggu sinyal crossing EMA terlebih dulu.

Salah satu kekurangan metode ini adalah identifikasi price pattern yang memerlukan pengamatan secara kasat mata, karena tidak ada indikator bawaan MetaTrader yang bisa menunjukkan parice pattern. Namun demikian, Anda bisa mencari tool tambahan dari sumber lain, seperti contohnya Autochartist yang secara khusus dibuat untuk mengenali price pattern di chart.

 

Apapun Strategi Forex Andalan Anda, Jangan Lupakan 3 Prinsip Ini

Tidak semua trader cocok dan bisa sukses dengan trading intraday. Sekalipun disukai karena cenderung simpel dan bisa memberikan reward harian, cara trading ini masihlah memiliki beberapa kelemahan. Untuk meminimalisir berbagai risiko dari kekurangan-kekurangan tersebut, ada 3 prinsip yang wajib ditaati, yaitu:

  • Selalu uji dulu strategi forex andalan yang akan Anda gunakan. Lakukan backtest dan forward test di akun demo untuk mengetahui probabilitas suatu strategi.
  • Aturan-aturan dalam strategi harus dijalankan dengan disiplin. Trading intraday menuntut lebih banyak fokus dan konsentrasi, karena menangkap peluang trading di time frame rendah artinya harus responsif terhadap perubahan harga yang cepat. Jika Anda tidak disiplin menjalankan strategi, maka pengaruh emosi akan mudah mendominasi pengambilan keputusan trading. Apabila tidak hati-hati, hal seperti itu bisa berujung pada overtrading.
  • Jangan lupa terapkan money management . Baik pengaturan ukuran per trade ataupun penggunaan rasio risk/reward, money management sebaiknya tidak ditanggalkan. Ingat, membatasi risiko tidak kalah pentingnya dari upaya mendapatkan profit. Percuma juga 'kan bisa meraih keuntungan setiap hari jika total loss Anda tidak kalah besar dari jumlah profit yang didapat?

Pelajari lagi cara meminimalisir risiko trading melalui infografis berikut ini.

Meminimalisir risiko trading

 

Secara umum, trading intraday sebenarnya memiliki seperangkat kaidah yang tidak bisa diabaikan, terutama jika Anda masih berstatus pendatang baru. Seperti apakah pedoman-pedoman itu? Simak uraian lengkapnya di artikel ini.

 

FAQ Strategi Trading Intraday

 

1. Apa saja strategi terbaik untuk intraday?

Strategi terbaik intraday adalah yang paling cocok diterapkan pada time frame H1 dan H4. Beberapa yang sering digunakan adalah trend following, news trading, scalping, range trading, dan swing trading.

 

2. Bagaimana cara menerapkan strategi trend following untuk Intraday?

Strategi ini mengharuskan trader mengidentifikasi trend harga di chart dan mengikutinya. Cara paling mudah adalah menggunakan rekomendasi Roman Sadowski dengan menggunakan kombinasi garis-garis EMA.

 

3. Kapan harus entry saat menggunakan news trading untuk intraday?

Entry sebaiknya dilakukan setelah berita sudah benar-benar meluncur dan efek awalnya mereda. Para news trader biasanya menunggu sekitar 15 hingga 30 menit usai news release. Kemudian tentukan titik entry dengan price action.

 

4. Indikator apa yang bisa digunakan untuk scalping intraday?

Umumnya teknik scalping intraday bisa menggunakan indikator MA dan CCI. Selain itu juga bisa menggunakan sistem trading siang pakai seperti instant profit scalper, sistem scalping 15 pips, dan SuperScalper.

 

5. Kapan waktu paling tepat menggunakan range trading intraday?

Sesi trading Asia adalah waktu terbaik untuk menggunakan strategi trading ini. Pasalnya, likuiditas pada sesi ini relatif rendah dan minim pergolakan harga. Bahkan, ketika ada rilis data ekonomi dari Jepang, Australia, dan Selandia Baru, dampaknya tidak sebesar efek berita pada sesi Eropa dan Amerika.

Terkait Lainnya
 

Forum Terkait

 Dadank Batinggelaga ... |  11 Aug 2012

Master dari penjelasan berita Pair GBP?USD kemarin bahwa : Intraday 1.5680 – 1.5730 -1.5825 dan
Support Intraday 1.56 – 1.5580 Yang saya tanyakan kenapa RESISTEN 1.5625 at 38,2% tidak di jadikan resisten juga melainkan langsung menyebutkan ke 1.5680 at 23.6% dan merupakan titik tertinggi minggu saat itu. mhon penjelasannya master.thanks b4

Lihat Reply [10]

satu hal hal yang perlu dikaetahui, analis memang kadang mengambil cara dalam penentukan support / resistance. ada yang berdasarkan Pivot harian seperti H+L+C/3. ada yang berdasarkan. ada yang menggunakan ada yang berdasarkan H atau L tanpa pembagian. ada yang berdasarkan caramilla, termasuk fibo. dalam fibo pun cara penarikan nya kadang berbeda beda. ada yang menggunakan H1, H4 atau D1. Demikian

Thanks

Basir   11 Aug 2012

@Dadank BatingGelaga Anarki:

Alasannya adalah karena dalam pengambilan titik support dan resisten tidak semua angka fibonacci retracement bisa digunakan. Angka fibo yang paling bagus peluang pembalikannya/reversal adalah yang sejajar dengan support/resisten pada harga yang telah terjadi sebelumnya. Dengan demikian resisten pada 1.5680 (FR 23.6%) lebih valid daripada FR 38.2% sebagai resisten intraday.

Selain itu perlu dipahami bahwa harga tidak pasti akan selalu memantul/reversal pada suatu titik tertentu. Yang bisa kita lakukan adalah melihat tanda-tanda pelemahan di area tersebut untuk bisa mengambil kesimpulan bahwa resisten/support tersebut valid.

Terima Kasih

Kiki R   16 Oct 2019

@ agung:
Tergantung dari time frame trading yang Anda gunakan. Kalau Anda trading di chart daily dan ada sinyal untuk sell maka Anda bisa entry sell, tidak harus terpengaruh oleh chart weekly. Time frame yang lebih tinggi biasanya digunakan untuk konfirmasi arah trend.

M Singgih   17 Apr 2016

@ edwin widianto:

Supaya akurat, dimulai dari time frame yang lebih tinggi.

M Singgih   13 May 2019

bagaimana cara menentukan suprt dan resistance yang benar dalam timeframe D1?

Edwin Widianto   11 May 2019

Ketika harga di resistance chart daily dan ada sinyal pembalikan tapi masih berada di bawah resistance weekly apakah kita sudah bisa open sell?

Agung   14 Apr 2016

Apakah level S/R harian lebih mudah ditentukan dibanding S/R yang menggunakan time frama kecil?

Dan apakah para scalper juga menggunkan analisa dengan SnR? Makasih

Imam   11 Aug 2022

@Imam: Apakah level S/R harian lebih mudah ditentukan dibanding S/R yang menggunakan time frama kecil?

Benar, karena time frame yang lebih kecil seperti S/R di M15 atau M5 terlalu banyak support resisten yang terbentuk sehingga rawan noise.

Semakin tinggi time frame yang digunakan, maka S/R lebih sedikit karena waktu yang dibutuhkan untuk membentuk S/R tersebut lebih lama.

Dengan demikian, biasanya para trader harian akan menggunakan S/R di time frame Daily, H4 atau H1.

Dan apakah para scalper juga menggunkan analisa dengan SnR?

Iya, namun tidak semua. Para scalper bermain pada kondisi yang spesifik sehingga tidak sembarangan masuk ke market hanya karena S/R saja.

Biasanya trader scalper akan menunggu momentum market yang tepat. Kesalahan memilih kondisi market akan berakibat fatal pada seringnya terkena SL.

Kiki R   12 Aug 2022

Pak ijin bertanya. untuk trading intraday, lebih baik pakai SnR dengan tarik garis atau perhitungan dengan pivot ya kak? saya selama ini lebih suka menggunakan breakout level snr pivot karena tidak repot lagi. tapi beberapa bulan belakangan banyak sinyal palsu jadi saya berpikir untuk mengganti

Anita Shalehah   12 Sep 2022

Baik SnR garis maupun SnR pivot sama-sama populer di kalangan ritel. Itu berarti, keduanya sama-sama baik untuk trading intraday. Hanya saja, memang ada keunggulan/kelemahan masing-masing yang mungkin membuatnya lebih cocok untuk kondisi pasar berbeda.

Kita mendapatkan SnR pivot berdasarkan range (rentang) pergerakan harga yang sudah terbentuk dalam hari-hari perdagangan sebelumnya. Oleh karena itu, SnR tipe ini lebih cocok untuk kondisi pasar yang volatilitasnya wajar dan tidak terlalu besar.

Kenapa beberapa bulan belakangan ini "banyak sinyal palsu"? Karena pasar forex belakangan ini punya volatilitas yang sangat tinggi, banyak breakout, dan pergerakan cenderung trending dengan range yang tidak menentu. Akibatnya, pivot jadi kurang andal.

Apakah lebih baik ganti model SnR? Ya, boleh-boleh saja. Tapi, kembali lagi, yang terpenting adalah menyesuaikan dengan kondisi pasar.

Aisha   21 Sep 2022
 Feri |  29 Jul 2016

Untuk day trading lebih baik mana,fokus pada satu/dua pair saja secara intensif atau selalu melihat 15-20 pair dan mencari pair yang paling jelas sinyalnya untuk op?

Lihat Reply [21]

Untuk Feri..

Karena tiap mata uang mempunyai karakter tersendiri, anda bisa fokus pada salah satu pair. Hal ini untuk lebih memudahkan anda dalam mengambil keputusan. Jika anda melibatkan diri dalam banyak pair, anda perlu melakukan analisa lebih rumit

Jika anda trading EUR/USD, dan EUR menguat, maka mata uang EUR terhadap lawannya bisa menguat termasuk mata uang yang serumpun semisal GBP. Jika EUR/USD menguat biasanya USD/CHF akan melemah

Setelah anda bisa menguasai range EUR/USD, anda bisa trading pada mata uang cros lainnya.

Thanks

Basir   1 Aug 2016

15-20 pair apa ndak terlalu banyak tuh? kalo nyari pair trading bukannya ada teorinya? seperti yg disarankan om basir kalo pilih lebih dari 1 pair memang mustinya berdasarkan korelasi. kalo yg seperti itu, max berapa pair yg bisa dipilih untuk fokus ya?

Jeki   1 Aug 2016

@jeki saya membuka 20 pair dan hanya menggunakan bolinger band dan mencari pair yang sudah berada di bolinger atas/bawah.

Feri   2 Aug 2016

Untuk Para Trader...

Cara ini membutuhkan keuletan dan ketelatenan. Lebih lanjut anda bisa melakukan trading dengan Cara Basket Trading.

Thanks

Basir   4 Aug 2016

Kenapa ya saya kalo banyak pairs mudah distract

Hanif   1 Jun 2018

@ Feri:

Day trader biasanya punya target minimal entry dalam sehari. Jadi sebaiknya mengamati banyak pair, karena kalau hanya mengandalkan satu pair saja belum tentu ada sinyal pada hari Anda trading.

@ Hanif:

Supaya tidak distract (bingung), Anda harus menyiapkan metode dan strategi entry dan exit untuk beberapa pair. Metode meliputi kombinasi indikator teknikal yang digunakan. Strategi entry berdasarkan breakout atau bouncing (strategi buy the dip sell the rally), mana yang Anda gunakan tentunya tergantung dari kondisi pergerakan harga pair tersebut. Misal jika sedang trending sebaiknya gunakan strategi breakout, bukan strategi buy the dip sell the rally.

Kemudian uji metode dan strategi tersebut dengan backtest (ditest pada kondisi pasar yang telah lewat), atau forward test (ditest pada kondisi pasar sekarang dalam account demo), dan lihat persentase profitnya. Kalau persentasi profit kurang dari 50% benahi lagi metode dan strategi tersebut.

Jadi tiap pair metode dan strateginya bisa berbeda, tergantung dari kondisi saat itu. Misal pair A sedang sideways maka Anda bisa gunakan strategi bouncing, dan sebaliknya jika sedang trending.
Jangan lupa untuk selalu menggunakan money management, yaitu membatasi risiko dan mengatur risk/reward ratio selalu lebih besar dari 1:1.

M Singgih   5 Jun 2018

@Feri pilih 20 pair yg punya spread rendah kemudian urutkan berdasarkan mata uang utama. kalau sudah dapat sinyal, pilih 2 sinyal terbaik, jangan banyak open posisi di waktu yg bersamaan karena menguras tenaga dan emosi, pilih saja 2 pair terbaik kemudian open buy atau open sell. Perhatikan juga arah trend, entry ketika arah trend cukup kuat.

Shahrul Khan   18 Oct 2019

@ Gonam:

Tidak ada ketentuan yang membatasi banyaknya pair. Anda bisa trading di beberapa pair selama equity mencukupi untuk keperluan margin (jaminan) dalam membuka posisi.
Ratio win/loss bisa diketahui setelah Anda lakukan beberapa kali trade. Yang bagus tentu saja jika persentase win lebih tinggi dari loss.

 

M Singgih   13 Jan 2021

Target profit idelanya untuk trader pemula seperti saya ini perbulannya berapa % dari modal pak? Kebetulan akun saya modalnya $100, leverage 1:500. Makasih

Gonam   14 Jan 2021

@ Gonam:

Sebenarnya target profit tergantung dari hasil uji coba dari sistem trading yang Anda gunakan, tidak bisa ditentukan harus bisa profit sekian persen dalam periode waktu tertentu. Jika Anda telah mempunyai sistem trading yang profitable, maka uji sistem tersebut dengan backtest (ditest pada kondisi pasar yang telah lewat) dan atau forward test (ditest pada kondisi pasar sekarang dalam akun demo), dan lihat persentase profitnya. Kalau persentase profit kurang dari 50% benahi lagi sistem tersebut.

Dari hasil test tersebut Anda akan mengetahui winning rate (W%) atau persentase profit, dan losing rate (L%) atau persentase loss dari keseluruhan trade backtest tsb. Selain itu juga bisa diketahui besarnya profit rata-rata (Av W) dan besarnya loss rata-rata (Av L) (dalam satuan uang). Dari sini bisa dihitung angka harapan profit = (W% x Av W) - (L% x Av L) (dalam satuan uang). Baca juga: Risk And Reward Ratio Dalam Trading Forex.

M Singgih   14 Jan 2021

Apakah win rate 60% sudah bagus pak untuk pemula?

Wahyoe   28 Jan 2021

@ Wahyoe:

Win rate di atas 50% bagus Pak, untuk jangka panjang masih profitable.

 

M Singgih   29 Jan 2021

Pair yang bagus untuk Day-trader itu harus punya likuiditas dan volatilitas yang tinggi. Jadi, fokusnya pada mata uang yang paling banyak diperdagangkan di dunia, yaitu EUR/USD. USD/JPY, dan GBP/USD. 

Ketiga pair itu punya pergerakan yang bagus pada sesi London dan New York. Tapi seandainya ingin trading pada sesi Asia, maka pair USD/JPY dan AUD/USD akan jadi pilihan yang lebih baik.

Aisha   16 Mar 2022

@M Ariansyah:

Untuk memilih instrument yang cocok dalam intraday trader sebenarnya ada banyak sekali faktor yang harus diperhatikan pak. Beberapa di antaranya adalah kesesuaian atau tendensi sistem trading yang digunakan. Jika sistem trading yang digunakan berbasis Trend Following, maka ada baiknya memilih instrument yang kecenderungannya sering berada dalam keadaan trending dan tidak Sideways seperti XAU/USD, GBP/USD, dll. Begitu pula sebaliknya, jika sistem trading yang digunakan berbasis Mean Reversion atau Countertrend, maka ada baiknya memilih instrument dengan kecenderungan Sideways dan sangat jarang trending seperti AUD/NZD, EUR/CHF, EUR/GBP, EUR/USD, dll

Selain faktor dari selarasnya sistem trading yang digunakan dengan tendensi atau kecenderungan instrumen yang digunakan, ada satu lagi faktor penting yang penting untuk dijadikan pertimbangan dalam memilih instrument yang digunakan. Faktor tersebut adalah rata-rata atau Range pergerakan harian pada instrument tersebut atau biasanya dikenal dengan nama Volatilitas pasar. Bapak bisa menggunakan indikator Average True Range pada time frame Daily untuk melihat rata-rata pergerakan harian ini. Dalam memilih instument yang ingin digunakan untuk intraday trader, pilihlah instrument dengan rata-rata pergerakan harian yang tinggi. Hal ini penting dilakukan karena sebuah posisi tidak boleh ditahan hingga menginap dalam market atau harus ditutup sebelum pergantian Candlestick Daily.

Di sinilah peran rata-rata atau Range pergerakan harian berguna. Nilai ini berfungsi sebagai patokan seberapa jauh posisi dapat menghasilkan keuntungan. Sehingga jika rata-rata pergerakan harian instrument yang dipilih tinggi, maka potensi profit yang didapatkan pun akan menjadi lebih tinggi. Di sinipula kelebihan dari intraday trader, seiring dengan meningkatnya keuntungan yang bisa didapat, kerugian tidak akan ikut menjadi lebih besar karena tingkat risiko terukur pada rata-rata pergerakan di time frame tempat Entry dilakukan.

Perhatikan contoh perbandingan antara EUR/USD dan GBP/USD di bawah ini:

EUR/USD

eu-atr

GBP/USD

GU-atr

Seperti yang telah dijelaskan sedikit pada gambar, saat ini instrument EUR/USD memiliki rata-rata pergerakan harian yang lebih tinggi daripada GBP/USD dengan nilai 117 Pips berbanding dengan 110 Pips. Ini berarti instrument EUR/USD saat ini memiliki potensi nilai profit yang lebih tinggi daripada GBP/USD. Namun tentu saja ini semua akan kembali lagi terhadap sistem trading apa yang bapak gunakan.

Terima kasih, semoga membantu.

Nur Salim   22 Mar 2022

@ Yudhoyono:

Semua pair (pasangan mata uang) bagus untuk ditradingkan baik untuk jangka pendek maupun untuk jangka panjang, selama volatilitasnya lumayan tinggi dan ada sinyal dari price action.
Dalam trading, sebaiknya tidak fokus pada satu pair saja karena semua pair berpeluang memberikan sinyal untuk entry.

M Singgih   23 Mar 2022

Pasangan mata uang apa yang bagus untuk day trading? Haruskah fokus pada 1 pasangan mata uang saja?

Yudhoyono   23 Mar 2022

selamat pagi pak, pair apa yg kira2 yang baik untuk intraday trader?

M Ariansyah   22 Mar 2022

pair yang bagus digunakan untuk day trader?

Fatih Alfath   14 Mar 2022

Untuk trader harian, idealnya trading di berapa pair? Dan persentase win rationya berapa pak?

Gonam   13 Jan 2021

Untuk master trader di sini kalau day trading mainnya di pair apa aja? Mohon rekomendasinya...

Kamil   12 Jul 2022

@Kamil: Kebanyakan di emas (gold/XAUUSD). Selain emas, mereka juga trading di major pair seperti EUR/USD, GBP/USD, USD/JPY dan AUD/USD.

Kiki R   13 Jul 2022
 Hanung Adityo |  7 Apr 2022

Apa saja yang diperlukan dalam mengatur setup untuk Day Trading

Lihat Reply [5]

@ Hanung Adityo:

Maaf, maksudnya setup untuk apa ya?
Kalau saya pribadi selalu mengamati chart yang telah diset dengan beberapa indikator, yaitu indikator trend dan indikator momentum. Indikator trend untuk mengetahui arah pergerakan harga, sementara indikator momentum untuk menentukan saat entry yang tepat. Indikator trend yang biasa digunakan adalah moving average, MACD, ADX, parabolic SAR dan juga Bollinger Bands, sementara indikator momentum biasanya berupa oscillator seperti RSI atau stochastic.

Selain itu, sebelum entry kita harus tahu data ekonomi apa yang akan dirilis hari itu. Hindari entry menjelang atau pada saat rilis data ekonomi berdampak tinggi untuk menghindari terjadinya slippage atau loncatan harga. Entry beberapa saat setelah data dirilis.

M Singgih   8 Apr 2022

@Rezki Hamdan: Jenis analisa yang bisa Anda gunakan untuk day trading adalah analisa teknikal dan analisa fundamental.

Anda bisa menggunakan salah satu atau bisa menggunakannya sekaligus.

Bagaimana cara analisa teknikal untuk day trading?

Ini ada pengetahuan dasarnya sebelum melaksanakan analisa teknikal. Contohnya seperti pengetahuan mengenai struktur market, cara mengetahui kekuatan trend, cara menentukan support/resisten, dst.

Kiki R   23 Apr 2022

Jenis analisa apa yang digunakan untuk day trading?

Rezki Hamdan   22 Apr 2022

Tolong dong min, buatkan analisa hingga proses entry day trading untuk pair EUR/USD...biar dpaat gambaran cara entry day trading. Makasih

Rafli   8 Sep 2022

@Rafli: Pada dasarnya, proses analisa sama di semua pair yang terdiri dari 3 langkah.

1. Tentukan struktur harga 

Anda bisa menentukan struktur harga denga menggunakan indikator atau price action.

Gunakan indikator berjenis tren seperti moving average, MACD, Bollinger bands, dst. Atau bisa juga menggunakan price action dengan melihat high dan low terakhir.

Contoh jika menggunakan MA:

- Tren naik >> harga berada di atas garis MA

- Tren turun >> harga berada di bawah garis MA

- Sideways >> harga bolak balik di garis MA

2. Tentukan level area penting

Selanjutnya, tentukan area level penting dengan menggunakan indikator maupun tanpa indikator.

Anda bisa menggunakan indikator RSI, bollinger bands, dst. Atau bisa juga menggunakan support/resisten dan supply/demand.

3. Tentukan kapan entry menggunakan trigger

Trigger entry bisa menggunakan indikator dan tanpa indikator.

Dengan indikator, misalnya stochastic (persilangan di overbought/oversold), divergence, persilangan garis MA, dst.

Tanpa indikator, misalnya menggunakan pola candlestick dan pola grafik.

Kiki R   9 Sep 2022
 

Komentar @inbizia

konsep nya icimoku kinki ini allinone tapi sayang kenapa buat timeframe yang tinggi2 aja, padahal yg paling sering diminati disini ya scalping sama intraday trading. klo hanya bisa buat trading jangka panjang berarti mesti tambah modal biar akun nya juga kuat nahan floating. ini sayang padahal banyak juga yang bisa dianalisa dari indikator ini.
 Somat_49 |  21 Jul 2014
Halaman: Mengenal Indikator Ichimoku Kinko Hyo
@ Kiki Riana:
Saya kira maksud pertanyaan Anda: kenapa kemarin saat suku bunga The Fed naik, XAU/USD juga ikut naik? Seharusnya USD menguat dan XAU/USD turun...

Yang Anda lihat adalah jangka pendek. Untuk jangka menengah panjang banyak analis memprediksi emas (XAU/USD) masih akan melemah (XAU/USD bearish), baik secara teknikal maupun fundamental.
Secara teknikal tampak pada chart XAU/USD weekly:



Dari indikator MACD, RSI dan Bollinger Bands tampak XAU/USD masih cenderung bearish.

Secara fundamental, tahun depan The Fed merencanakan kenaikan suku bunga sebanyak 3 kali, dan itu akan cenderung menekan emas. Kalau UU pajak jadi disahkan dan berdampak pada naiknya pertumbuhan, maka laju inflasi AS juga akan ikut naik dan bisa menyebabkan The Fed menambah frekuensi kenaikan suku bunganya. Tentu saja ini murni dari faktor fundamental ekonomi. Kalau misalnya terjadi perang nuklir dengan Korea Utara atau konflik di Timur Tengah ceritanya tentu akan lain.

Nah, untuk jangka pendek kenaikan suku bunga The Fed yang kemarin itu memang tidak menyebabkan USD menguat, malah melemah, karena:

1. Kenaikan tersebut sudah diperkirakan beberapa bulan sebelumnya, bahkan Janet Yellen dan beberapa pejabat The Fed menyatakan akan ada sekali lagi kenaikan suku bunga dalam tahun ini. Jadi pelaku pasar sudah mendiscount kenaikan suku bunga tersebut.

2. Yang diharapkan pasar dari FOMC meeting kemarin adalah proyeksi kenaikan (dot plot) suku bunga untuk tahun depan lebih dari 3 kali, tetapi ternyata tetap 3 kali (tidak berubah dari proyeksi sebelumnya).

3. Dalam meeting kemarin, kenaikan suku bunga tidak diambil dengan aklamasi, tetapi ada 2 anggota FOMC yang tidak setuju. Ini diluar dugaan pelaku pasar sehingga berdampak negatif pada USD.

4. Kenaikan suku bunga ini hampir bersamaan dengan penentuan UU reformasi pajak yang sedang diperdebatkan sehingga cenderung menekan USD.
Jika Anda trading jangka pendek (scalping atau day trading) yang paling penting perhatikan sentimen pasar dengan mengamati price action, dan konfirmasikan dengan indikator sebelum entry.
 M Singgih |  19 Dec 2017
Halaman: Harga Emas Hari Ini
Sekedar info:trading menggunakan teknik ini cocok digunakan untuk tf rendah 1 hour untuk trader intraday dengan target 30 - 60 point atau s n r terdekat dipadukan dengan fundamental karena saya banyak mendapat pelajaran dari masta Buge satrio dan Bang Martin. Trims.
 Enias |  27 Apr 2018
Halaman: Trading Dengan Strategi Inside Bar
Day trading hanya bisa berprofit apabila pekerjaanmu memang trader, karena biasanya hanya dibuka dan ditutup di hari yang sama, jadi kamu harus fokus di depan laptop seharian
 Tama |  19 Feb 2021
Halaman: Kiat Sukses Menerapkan Strategi Day Trading Dalam Forex
Mmmm, gimana ya. Karena sainganmu biasanya adalah day trader profesional jadi mereka punya koneksi dan teknologi canggih. Biasanya mereka pasti berujung profit. Kalau kamu cuma ikut2an day trading, biasanya justru jadi makanan mereka hehe.
 Jati |  19 Feb 2021
Halaman: Kiat Sukses Menerapkan Strategi Day Trading Dalam Forex
Ichimoku bisa digunakan untuk intra day trading di pasar forex dengan menyesuaikan interval waktu menjadi 30 menit, 60 menit bahkan 15 menit. Ichimoku sangat bermanfaat (oke banget) untuk swing trading di saham bluechips di Bursa Efek Indonesia. Saya sejak 1998 sudah gunakan Ichimoku untuk trading forex, index future, emas, dan sejak tahun 2006 sampai sekarang tahun 2021 untuk swing trading di saham di Bursa Efek Indonesia.
 Surya Wirawan |  5 Oct 2021
Halaman: Mengenal Indikator Ichimoku Kinko Hyo

Komentar[1]    
  Tiara   |   27 Jun 2022

yg plg cocok bwt pemula yg mana y?