7 Strategi Trading Forex Terbaik Menurut Grace Cheng

SAM 5 May 2017 8124
Dibaca Normal 8 Menit

Mulai dari trend riding hingga news straddling, inilah kumpulan strategi trading forex terbaik yang menjadi andalan Grace Cheng.



Banyak trader mencari strategi trading forex paling sempurna yang bisa diterapkan sepanjang waktu dan relevan di semua kondisi pasar. Padahal, kunci sukses menemukan strategi trading forex terbaik ada pada pemahaman dan penerapan di kondisi pasar yang tepat.

Dengan prinsip tersebut, Grace Cheng menemukan 7 strategi trading forex terbaik versinya sendiri. Namun sebelum mengupas satu persatu strategi yang dimaksud, mari kita mengenal lebih dekat sosok Grace Cheng terlebih dulu.


Siapakah Grace Cheng?

Sebelum menjelma sebagai trader forex sukses, Grace Cheng adalah lulusan National University of Singapore di bidang Biologi. Didasari keinginan kuat untuk bisa mandiri secara finansial, ia pun melahap berbagai buku investasi, hingga akhirnya memutuskan untuk mendalami trading forex.

Grace Cheng
Grace Cheng menghabiskan banyak waktu di akun demo sebelum akhirnya memantapkan diri menjadi full-time trader. Ia suka trading di pair mayor seperti EUR/USD dan USD/CHF, serta menggunakan strategi day trading.

Grace Cheng kemudian membuat blog dan mempublikasikan diary tradingnya di sana. Tak disangka, keberaniannya tersebut berbuah manis karena kesuksesan trading yang dituangkan di blog-nya berhasil menarik banyak pengunjung dari berbagai negara, termasuk Inggris dan Amerika Serikat. Selain itu, Grace Cheng berkontribusi di berbagai media populer seperti Technical Analysis of Stocks & Commodities, The Trader's Journal, The Forex Journal, Investopedia, dan Smart Investor.

Grace Cheng lalu dihubungi oleh salah satu perusahaan penerbit asal Inggris, Harriman House, yang menawarinya kerja sama untuk membuat buku trading forex. Dari situ, lahirlah karya Grace Cheng yang menjadi inspirasi artikel ini, yaitu buku berjudul 7 Winning Strategies for Trading Forex.

Lantas, apa sajakah 7 strategi trading forex yang dibahas dalam bukunya?


1. Mengikuti Sentimen Pasar

Teknik ini sebenarnya cuma menjadi salah satu bagian dari keseluruhan strategi trading yang biasanya melibatkan aturan entry dan exit. Meski demikian, mengikuti sentimen pasar bisa menjadi landasan paling penting dalam pengambilan keputusan trading.

Grace Cheng menggunakan ilmu fundamental untuk mengetahui sentimen pasar, yang menurutnya bisa dikenali dalam 3 jenis: bullish, bearish, dan tidak tentu. Pemahaman terhadap indikator-indikator ekonomi pun disorot sebagai ilmu yang perlu dipelajari trader untuk bisa menguasai strategi ini.

Tak cukup hanya dengan mengetahui sentimen pasar, Grace Cheng juga merekomendasikan trader untuk mengukur kekuatannya. Metode yang dipilihnya untuk mengidentifikasi kekuatan sentimen adalah dengan menyimak rilis data Commitment of Traders (COT), dan analisa pergerakan harga setelah suatu data fundamental penting diterbitkan.


2. Trend Riding

Trend riding, atau yang sering dikenal sebagai trend following adalah salah satu strategi andalan Grace Cheng. Trader wanita asal Singapura ini mengaku tak pernah meributkan cara mengantisipasi perubahan arah trend agar bisa menangkap peluang seawal mungkin. Berdasarkan pengalamannya selama ini, mengikuti trend yang sudah terbentuk saja sudah bisa memberinya keuntungan yang memuaskan.

Ada 6 langkah eksekusi dalam strategi trend riding yang diaplikasikan Grace Cheng, di antaranya adalah:

  1. Tentukan berapa lama Anda ingin menahan posisi. Hal ini akan menentukan pilihan time frame trading yang paling sesuai dengan kondisi Anda. Menurut Grace Cheng, ada 3 jenis time frame yang perlu diamati dalam strategi trend riding, yaitu time frame besar, sedang, dan kecil.

    Time frame besar menggambarkan trend jangka panjang, sedangkan time frame sedang dan kecil masing-masing menunjukkan identifikasi trend jangka menengah dan pendek. Teori pengamatan trend di 3 time frame ini tidak jauh berbeda dengan sistem trading triple screen yang dijelaskan di artikel ini.

  2. Pastikan sentimen pasar saat ini sudah sesuai dengan trend yang terbentuk di chart. Untuk mengenali dan mengukur sentimen tersebut, Anda dapat menerapkan strategi sebelumnya.

    Sedangkan untuk mengetahui arah trend, Anda bisa menggunakan trendline. Dalam mengenali trend harga, Anda juga sebaiknya memahami tahap-tahap pembentukan trend yang menurut Grace Cheng terjadi dalam 4 fase: nascent (baru terbentuk), fully charged (bergerak kencang), aging (melambat), dan end (berakhir).

    Fase trend menurut Grace Cheng
    Keberhasilan mengidentifikasi trend akan mempermudah Anda menghindari salah entry di fase trend yang tidak terlalu menguntungkan.

  3. Amati validitas trendline. Hal itu bisa dilihat dari seberapa sering harga menguji trendline. Semakin sering kondisi itu terjadi, maka semakin valid trendline tersebut.

  4. Konfirmasi arah dan kekuatan trend. Di tahap ini, Grace Cheng menyarankan penggunaan indikator ADX atau oscillator seperti Stochastic dan MACD.

  5. Entry order berdasarkan trend di time frame jangka pendek. 

  6. Tempatkan Stop Loss paling tidak 20 pips dari trendline.


3. Breakout Fading

Strategi ini berlawanan dengan trading breakout yang mencari keuntungan dari penembusan harga di level-level penting. Dengan kata lain, breakout fading mengidentifikasi sinyal false breakout dan cenderung selaras dengan cara trading di pasar sideways. Strategi ini sangat tepat diterapkan pada pasar tenang, dengan pergerakan harga yang tidak terlalu bergejolak dan relatif mematuhi batas-batas support dan resistance.

Untuk entry order, Grace Cheng merekomendasikan trader untuk berpatokan pada time frame kecil seperti H1. Sementara itu, Stop Loss ada baiknya diposisikan 20-30 pips di luar range support resistance.


4. Breakout Trading

Hampir semua trader tertarik memanen keuntungan besar dalam waktu singkat. Salah satu strategi trading forex terbaik untuk mendapatkannya adalah breakout trading. Namun agar tidak terjebak sinyal false breakout, Grace Cheng mengkonfirmasi tanda-tanda breakout dengan melihat penguatan momentum harga.

False breakout
Beberapa cara ideal yang disebutnya bisa digunakan untuk mengetahui momentum adalah, mengamati pergerakan histogram MACD dari level 0, memperhatikan level overbought dan oversold RSI, serta menggunakan sinyal divergence yang bisa didapat dari perbedaan gerak harga dengan MACD atau RSI.

Di samping itu, memastikan entry setelah harga benar-benar tertutup di bawah support atau di atas resistance, serta mengetahui sentimen pasar juga bisa memberi konfirmasi lebih lanjut untuk menghindari false breakout.


5. Breakout Dari Volatilitas Rendah

Masih seputar strategi breakout, Grace Cheng kali ini menekankan pengambilan peluang saat volatilitas harga sedang surut. Dari sini, Anda mungkin bertanya-tanya, mengapa justru mencari peluang saat volatilitas rendah? Bukankah potensinya akan sangat kecil jika dibandingkan dengan breakout saat pasar ramai?

Yang perlu diketahui di sini adalah, Grace Cheng mencari peluang hanya di saat menjelang rilis berita atau pengumuman fundamental penting. Dengan demikian, ia bisa mengambil keuntungan dari perubahan volatilitas harga. Secara teknikal, trader yang pernah mengelola kursus trading PowerFXCourse ini menyarankan aplikasi indikator Bollinger Bands untuk mendeteksi volatilitas.

Sedangkan untuk melihat peluang breakout, ia menggunakan analisa price pattern dan mencermati pola harga yang terbentuk di chart. Jika harga sedang membentuk salah satu dari pola-pola segitiga, maka itulah peluang terbaik untuk entry dengan strategi ini.




6. Carry Trade

Dikategorikan sebagai strategi jangka panjang yang bertujuan mendapatkan profit dari swap positif, Grace Cheng mengenali carry trade sebagai strategi favorit para pemain besar di pasar forex. Kunci keberhasilan strategi ini sebagian besar terletak pada pemilihan pair trading. Hal itu karena pair dengan 2 mata uang yang suku bunganya berbeda jauh akan memberikan keuntungan lebih banyak.

Selain itu, analisa fundamental turut menjadi fondasi keberhasilan carry trade, karena sangat penting bagi trader untuk bisa memahami dan mengikuti update kebijakan suku bunga bank sentral. Seperti yang telah dijelaskan dalam artikel ini, strategi carry trade nyatanya sangat rentan terhadap perubahan keputusan bank sentral, terutama jika pemerintahnya gemar melakukan intervensi.


7. News Straddling

Strategi trading forex terbaik paling akhir yang disebutkan Grace Cheng adalah news straddling. Sesuai namanya, strategi ini berpatokan pada berita forex berdampak tinggi, untuk mencari peluang profit dari pergerakan besar pasca rilis berita.

news straddling
Rekomendasi Grace Cheng untuk strategi ini adalah:

  • Fokus pada pair mayor, terutama EUR/USD.
  • Gunakan time frame intraday (H1 ke bawah).
  • Tentukan support dan resistance yang membentuk channel harga.
  • Pasang Pending Order buy dan sell di atas resistance dan di bawah support.
  • Entry hanya pada level harga yang diinginkan. Jika hal itu tak bisa terpenuhi karena risiko requote ataupun slippage, sebaiknya jangan trading.
  • Untuk memperkecil kerugian jika kedua Pending Order sama-sama tersentuh, tempatkan Stop Loss pending buy pada jarak 20 pips di bawah resistance, dan Stop Loss pending sell 20 pips di atas support. Ini merupakan solusi manual yang tidak perlu melibatkan plugin eksternal seperti OCO Order.


Akhir Kata

Suatu strategi trading bisa menjadi yang terbaik bagi seorang trader jika ia mampu memahami dan menerapkannya dengan tepat. Percuma Anda menerapkan strategi trading forex terbaik jika gagal memahami kaidah-kaidahnya. Tak ada gunanya pula Anda menggunakan strategi trading forex terbaik jika tak tahu kapan dan di mana harus mengaplikasikannya.

Untuk itu, sebaiknya pilih strategi yang paling mudah menurut Anda dan pelajari baik-baik penggunaannya. Dalam hal ini, 7 strategi trading forex terbaik versi Grace Cheng bisa menjadi tempat Anda memulai seleksi strategi paling ideal.

 

Sama seperti Grace Cheng, tokoh wanita Jean Folger juga mengadopsi strategi day trading. Ia memiliki sekumpulan tips sukses yang siap dibagikan pada para trader. Apa sajakah itu? Simak informasi selengkapnya di artikel ini.



Forum

Maulana (03 Mar 2021)

Apakah ini ada error di brokernya? Kok ada jarak antar candlenya ya..ini artinya apa, dan saya harus gimana ya? Mohon pencerahannya suhu. Makasih...

Selengkapnya...

Pola Candlestick
Three Line Strike
Indikasi : Bullish Continuation
Akurasi :

Terdiri dari 4 candlestick. Tiga candlestick pertama adalah candle bullish yang ditutup menguat secara berturut-turut, sementara candlestick keempat adalah candlestick bearish panjang yang dibuka di harga lebih tinggi, tapi ditutup jauh di bawah harga penutupan tiga candlestick sebelumnya.

Kirim Komentar/Reply Baru
Peluang Sell NZD/CAD Menuju Support 1
Peluang Sell NZD/CAD Menuju Support 1
Jujun Kurniawan   16 Apr 2021   13  
Apa penyebab kenaikan suku bunga?
1. Apakah faktor yang menyebabkan terjadinya kenaikan suku bunga? apakah karena mata uang tersebut membaik / karena mata uang tersebut memburuk ?
2. Apa yang terjadi terhadap USD sebelum dan sesudah kenaikan suku bunga?
thanks

Ricco 1 Jun 2017

Reply:

M Singgih (04 Jun 2017 18:29)

@ Ricco:

1. Faktor yang menyebabkan bank sentral menaikkan suku bunga adalah tingkat inflasi yang sudah melebihi target yang ditetapkan oleh bank sentral tersebut. Tidak ada hubungannya dengan penguatan atau pelemahan mata uang negara itu.

Tujuan bank sentral suatu negara mengatur suku bunga (menaikkan atau menurunkan) bukan untuk memperkuat atau memperlemah nilai tukar mata uangnya, tetapi untuk mengatur tingkat inflasi. Baca juga: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Suku Bunga Di AS.

2. Sebelum FOMC meeting (yang bisa menaikkan atau menurunkan suku bunga), maka pergerakan USD akan dipengaruhi oleh:
- Data fundamental ekonomi AS yang bisa menyebabkan kemungkinan suku bunga naik atau turun, yaitu data tenaga kerja, pengangguran dan inflasi.
- Pernyataan pejabat tinggi The Fed yang termasuk dalam anggota FOMC dimana ia mempunyai hak voting dalam menetapkan suku bunga.

Sesudah FOMC meeting, jika memang ada kenaikan suku bunga, maka kemungkinan USD bisa menguat, melemah atau tidak bereaksi:
- USD bisa menguat jika kenaikan suku bunga tidak diantisipasi sebelumnya, atau kemungkinannya dianggap kecil.
- USD tidak bereaksi jika kenaikan suku bunga tersebut sudah di-discount pasar (sudah diperkirakan sebelumnya).
- USD bisa melemah jika kenaikan suku bunga tersebut sudah di-discount pasar, dan statement FOMC dovish, atau ada isu lain yang menyebabkan ketidak-pastian seperti isu politik.

Ricco (06 Jun 2017 00:42)

melalui data perekonomian US bisa menentukan apakah terjadi kenaikan / penurunan suku bunga. Berarti jika data perekenomian US memburuk maka kemungkinan terjadi kenaikan suku bunga? thanks

M Singgih (07 Jun 2017 01:39)

@ Ricco:

- melalui data perekonomian US bisa menentukan apakah terjadi kenaikan / penurunan suku bunga…
Jawaban:
tidak semua data fundamental ekonomi. Yang paling diperhatikan The Fed adalah data tenaga kerja, inflasi dan pertumbuhan (GDP).

- Berarti jika data perekenomian US memburuk maka kemungkinan terjadi kenaikan suku bunga?
Jawaban:
kalau data fundamental ekonomi memburuk, misal pertumbuhan turun, tingkat pengangguran naik dan inflasi turun, maka bank sentral (dalam hal ini The Fed) akan mempertimbangkan untuk menurunkan suku bunga, untuk memacu investasi agar roda perekonomian bisa kembali berjalan.

Fauzi (26 Oct 2018 07:15)

Bagaimana dengan negara maju yang tingkat suku bunganya rendah?

Dolar NZ Mulai Bangkit Targetkan R1
Dolar NZ Mulai Bangkit Targetkan R1
Kazuki   16 Apr 2021   41  
EUR/CHF Berpotensi Melemah Dan Sinyalkan Sell
EUR/CHF Berpotensi Melemah Dan Sinyalkan Sell
Jujun Kurniawan   15 Apr 2021   60  
Terhambat R1, Mampukah NZD/JPY Naik Lebih Lanjut?
Dolar New Zealand Berpotensi Bullish Menuju S1
Dolar New Zealand Berpotensi Bullish Menuju S1
Jujun Kurniawan   13 Apr 2021   56  
Sempat Bullish Di H4, CAD/CHF Sinyalkan Buy
Sempat Bullish Di H4, CAD/CHF Sinyalkan Buy
Jujun Kurniawan   9 Apr 2021   126  
Ngabuburit Bersama Finex Lewat Live Webinar
Ngabuburit Bersama Finex Lewat Live Webinar
Melati   9 Apr 2021   61  
EUR/USD Berpotensi Melemah Setelah Rebound
EUR/USD Berpotensi Melemah Setelah Rebound
Jujun Kurniawan   8 Apr 2021   101