Strategi Trading Bitcoin dari Perintis Indodax

Linlindua 18 Jun 2021Dibaca Normal 5 Menit
kripto>strategi-trading>   #trading-bitcoin   #indodax   #strategi-trading
Ada banyak strategi trading Bitcoin yang bisa Anda coba untuk menambah pundi-pundi keuntungan. Salah satunya adalah strategi dari perintis Indodax berikut ini.

Trading Bitcoin menjadi satu hal yang menarik untuk dipelajari selain forex. Hal ini bermula pada tahun 2017 lalu, ketika nilai Bitcoin nyaris menembus 300 juta Rupiah, sehingga banyak orang menjadi kaya mendadak kala itu. Demi mengikuti jejak kesuksesan mereka, orang-orang dari berbagai kalangan mulai melirik trading Bitcoin di exchanger, salah satunya di Indodax. Namun, sudahkah Anda paham tentang strategi trading Bitcoin?

Teknik Trading Bitcoin

Trading Bitcoin lebih mirip dengan jual beli online untuk mendapat keuntungan dari selisih harga; ada istilah Sell dan Buy. Buy berarti trader membeli barang berupa Bitcoin, sementara Sell berarti trader menjual barang berupa Bitcoin. Dalam Bitcoin, tidak ada istilah Margin Call sebagaimana dalam trading forex, serta tingkat kesulitannya jauh lebih mudah ketimbang forex.

Berikut ini tiga strategi trading Bitcoin yang dibagikan oleh perintis Indodax, Oscar Darmawan. Bagi Anda yang ingin sukses seperti dia, sebaiknya ikuti kiat-kiatnya ini ya!

 

Teknik Trading Bitcoin Di Berbagai Kondisi Market

Saat trading Bitcoin, trader harus memiliki tujuan yang jelas. Sebab, sering ditemukan pemula -terutama Bitcoiner idealis- mengalami kesulitan dalam menentukan target tradingnya; apakah untuk mengumpulkan Bitcoin atau meraup profit dalam bentuk Rupiah.

Jika sudah memutuskan untuk menjadi trader Bitcoin, sebaiknya kubur jiwa idealis Anda. Ingat, tujuan utama adalah mengumpulkan keuntungan Rupiah dari selisih harga Buy dan Sell, bukan mengumpulkan barang berupa Bitcoin.

Pada dasarnya, ketika Anda memegang Bitcoin, artinya ada barang yang harus segera dijual. Sementara ketika Anda memegang Rupiah, artinya harus mencari posisi terbaik untuk membeli Bitcoin.

Perlu Anda ketahui, setiap kondisi pasar yang berbeda memiliki strategi trading Bitcoin yang berbeda pula. Agar lebih jelas, simak ulasan berikut ini.

 

1. Teknik Trading Bitcoin Saat Market Positif

Kondisi market super positif berarti ada kecenderungan harga Bitcoin akan terus naik sepanjang hari. Misalnya pagi ini harga Bitcoin adalah Rp3,500,000. Beberapa jam kemudian, harganya mencapai Rp3,700,000, berikutnya Rp4,000,000, dan seterusnya.

Pada kondisi pasar yang seperti ini, trading Bitcoin akan jadi lebih mudah. Sebab, Anda hanya perlu membeli Bitcoin ketika harganya murah, kemudian menjualnya saat harga sedikit lebih tinggi dari harga beli. Ketika harga sudah mencapai level jenuhnya (overbought), saat itulah Anda bisa exit dari market dan menikmati profit yang sudah terkumpul sebelumnya. Ingat, jangan serakah dalam menentukan target profit meski kondisi market cenderung naik ya!

Waktu Trading Bitcoin(Baca Juga: Waktu Yang Tepat Untuk Trading Bitcoin)

 

2. Teknik Trading Bitcoin Saat Market Negatif

Kondisi inilah yang paling ditakutkan oleh trader Bitcoin. Pasalnya, harga cenderung semakin turun dari waktu ke waktu. Katakanlah pagi ini harganya Rp4,000,000. Beberapa jam kemudian harganya menjadi Rp3,900,000, lalu turun lagi ke angka Rp3,800,000, dan seterusnya. Apa yang harus dilakukan? Untuk lebih jelasnya, pahami studi kasus di bawah ini.

Anton memiliki saldo 3 BTC yang dibeli di harga Rp4,300,000. Namun, saat ini harganya menjadi Rp4,200,000. Jika Anton memaksa menjualnya, maka akan rugi Rp300,000. Namun, Anton memprediksi harga akan cenderung turun sampai Rp3,900,000. Oleh karena itu, ia memutuskan untuk menjualnya di harga Rp4,200,000 dan mendapatkan cash sebesar Rp12,600,000.

Uang tersebut lantas digunakan untuk membeli Bitcoin di harga Rp4,000,000, sehingga Anton memiliki 3.15 BTC sekarang. Esoknya, harga kembali naik mencapai Rp4,200,000, dimana harga penjualan 3.15 BTC bernilai Rp13,230,000. Artinya, Anton mendapatkan profit senilai Rp630,000.

Dengan mempelajari strategi trading Bitcoin yang tepat, bahkan kondisi pasar super negatif sekalipun bisa menghasilkan untung.

 

3. Teknik Trading Bitcoin Saat Market Stagnan

Kondisi pasar stagnan artinya keadaan pasar Bitcoin seolah tidak ada perubahan. Kondisi ini umumnya bisa membuat para investor dan trader Bitcoin bosan, bahkan malas bertrading. Kendati demikian, kondisi stagnan masih bisa dimanfaatkan untuk ambil keuntungan.

Anda bisa melakukan trading dengan strategi Scalping, yakni perdagangan Bitcoin jangka pendek dengan frekuensi sering dan target penjualan kecil.

Pergerakan harga saat kondisi pasar stagnan sebetulnya mudah diprediksi. Kuncinya, pasang harga beli di Low, lalu jual saat harga naik sedikit. Di sinilah profit bisa Anda kantongi.

 

Kondisi Market Bitcoin di Indonesia

Pasar Bitcoin di Indonesia bisa dibilang "follower" karena trader-nya enggan rugi dan takut mengambil risiko. Mereka cenderung melihat harga luar terlebih dahulu, sehingga bisa memanfaatkan harga internasional di ticker. Dengan demikian, Anda juga bisa memantau harga dengan mudah.

Harga Bitcoin di Indonesia jarang berada di bawah pasar Rusia karena pasarnya positif dengan supply terbatas. Sebaliknya, harga Bitcoin di Indonesia cenderung jarang di atas harga Bitcoin Amerika Serikat, Jepang, dan Eropa. Hal ini karena masyarakat Indonesia belum terlalu spekulatif dan aktif seperti trader di negara-negara tersebut. Jadi saat pasar Indonesia berada di atas harga rata-rata pasar Bitcoin, maka bisa diestimasikan bahwa harga Bitcoin di Indonesia akan menurun atau jatuh.

 

Kesimpulan

Seperti halnya forex, cryptocurrency bukanlah hal yang pasti. Meskipun sudah paham terhadap strategi trading Bitcoin, masih ada parameter lain yang harus Anda pertimbangkan. Jangan lupa pula untuk pelajari teknik trading cryptocurrency yang menguntungkan dari pakar lain guna membantu Anda membuat keputusan selama trading.

Terkait Lainnya
 

Forum Terkait

 Michael |  18 Apr 2018
saya mau tanya untuk strategi trading yang short term sekitar 3-5 hari open order itu pake stochastic atau rsi yang lebih baik dan periodenya berapa ya?

Lihat Reply [1]

 Abdul Munawari |  11 Jan 2019

Mohon penjelasannya mengenai pola rectangle berikut:

Pola


Pola

Lihat Reply [1]

 Asmila |  20 Feb 2019

Saya sudah menemukan strategi trading dengan MA dan Oscilator. Sudah saya coba di Demo Account dan berkali-kali profit. Adakah hal lain yang harus saya persiapkan untuk menyempurnakan strategi trading saya?

Lihat Reply [1]

 Yudhayana |  11 Dec 2020

Apakah menjual strategi trading buatan kita sendiri diperbolehkan oleh broker?

Lihat Reply [3]

 Anton Pedro |  9 Mar 2022

Strategi trading apa yang paling banyak digunakan oleh para trader sukses?

Lihat Reply [1]

 

Komentar @inbizia

> Android dengan spesifikasi apa yang dibutuhkan , untuk bisa menjalankan proses mining bitcoin? Android dengan spesifikasi yang cukup tinggi, misalnya dengan RAM 4GB + Processor dengan kecepatan 1.6 Ghz, mampu menghasilkan sekitar 30 hingga 50 hashrate per detik. > Android dengan spesifikasi apa yang dibutuhkan , untuk bisa menjalankan proses mining bitcoin? Tentu saja ini cukup berbahaya bagi smartphone Anda, karena proses mining akan menggunakan hampir seluruh kemampuan pemrosesan di smartphone. Efeknya adalah : smartphone cepat panas, dan baterai cepat habis. > Penghitungan profitnya Seperti apa, dan proses mencairkan bitcoin hingga menjadi uang asli, sehingga bisa di gunakan secara real kayak mana min.?? Untuk penambangan Bitcoin melalui smartphone saat ini sudah tidak menguntungkan lagi. Anda bisa beralih ke pertambangan altcoin dengan tingkat kesulitan yang masih rendah, mis : Monero (XMR) dan Electroneum (ETN). Untuk mencairkannya, setelah anda mendapatkan beberapa koin, ada fitur transfer dari wallet aplikasi mining yang digunakan. Anda bisa menggunakan wallet yang disediakan exchanger (seperti Indodax yang sudah support berbagai macam altcoins), kemudian menukarkan / menjualnya ke rupiah.
 Prasetyo |  17 Nov 2018
Halaman: Cara Menambang Bitcoin Di Android
Kita bisa mengirimnya ke wallet bursa seperti indodax dan triv, kemudian menukarkannya ke rupiah. Setelah itu, proses penarikan rupiah ke bank lokal bisa dilakukan. Namun perlu dicatat bahwa bursa Indonesia menerapkan prosedur KYC (verifikasi identitas) sehingga beberapa dokumen seperti KTP, SIM, buku tabungan, diperlukan untuk verifikasi. Thx
 Prasetyo |  27 Jun 2019
Halaman: Cara Mendapatkan Uang Dengan Bitcoin
@ Surodjo:

Berakhirnya trend bisa diketahui setelah koreksi atau retracement mencapai lebih dari 100%. Perkiraan kemungkinan akan terjadi trend reversal jika Fibo Retracement telah melewati 61.8%.

Keadaan reversal tidak menunjukkan berakhirnya trend, tetapi menunjukkan terjadinya koreksi. Keadaan koreksi sendiri bisa berakhir ketika telah mencapai level tertentu misalnya 38.2% Fibo atau 50% Fibo, dan kemudian berbalik meneruskan arah trend. Jika koreksi melebihi Fibo retracement 100%, baru bisa diasumsikan terjadi trend reversal.

Keadaan reversal bisa diamati dari bar candlestick yang membentuk formasi price action tertentu, seperti pin bar, doji, engulfing, morning star atau evening star. Baca juga: Dasar-Dasar Strategi Trading Dengan Price Action
Meski demikian, untuk validitasnya price action tsb harus dikonfirmasi oleh indikator trend misalnya ADX, parabolic SAR, MACD, atau Bollinger Bands.

Konfirmasi dengan Bollinger Bands untuk keadaan reversal adalah jika penutupan bar candlestick berada di bawah middle band (untuk yang sebelumnya uptrend), atau di atas middle band (untuk yang sebelumnya downtrend). Untuk akurasi, sebaiknya dikonfirmasi lagi dengan indikator trend yang lain.

Mengenai tanda bahwa trend masih akan berlanjut adalah jika koreksi atau retracement telah berakhir, dan harga mulai bergerak searah dengan trend semula. Dalam hal penunjukan indikator Bollinger Bands, bar candlestick tidak menembus middle band.

Sebagai masukan, untuk analisa trend jangka menengah panjang biasanya trader menggunakan analisa dengan gelombang Elliot (Elliot wave). Baca juga: 3 Hal Pokok Dalam Trading Dengan Gelombang Elliot
 M Singgih ... |  29 May 2020
Halaman: Cara Sederhana Untuk Menentukan Support Dan Resistance
Kesalahan yang dilakukan oleh trader pada umumnya tidak disiplin dalam eksekusi trading sesuai dengan risk dan reward yang telah direncanakan dan ditetapkan sebelumnya. Jika kita benar-benar menerapkan metode risk/reward ratio dengan disiplin pada setiap posisi yang kita buka, dan disertai dengan strategi trading yang memadai, maka penerapan risk/reward ratio ini adalah benar-benar faktor "holy grail" dalam trading.
 Meta |  7 Sep 2020
Halaman: Risk And Reward Ratio Dalam Trading Forex
Yang pasti sebelum ikut promo harus baca terms and conditions-nya terlebih dahulu. Pilih bonus yang sudah ada positif reviewnya. Bisa baca di testimonial broker banyak. Terus verifikasi akun. Terus belajar strategi trading.
 Rr. |  28 Dec 2020
Halaman: Tips Penting Seputar Penarikan Profit Bonus Broker
Menang kontes trading bukan berarti kamu langsung jadi pinter trading dan langsung percaya diri mengaplikasikannya di trading pada umumnya karena trading contest semacam simulasi... dan kebanyakan kita dikasih modal. Strategi trading contest pun beda dengan trading biasa. Jadi jangan dipraktikkan di luar kontes.
 Dwis |  11 Jan 2021
Halaman: Kiat Menjuarai Kontes Trading Forex
Komentar[1]    
  Adhi   |   20 Apr 2022

"Anton memiliki saldo 3 BTC yang dibeli di harga Rp4,300,000. Namun, saat ini harganya menjadi Rp4,200,000. Jika Anton memaksa menjualnya, maka akan rugi Rp300,000. Namun, Anton memprediksi harga akan cenderung turun sampai Rp3,900,000. Oleh karena itu, ia memutuskan untuk menjualnya di harga Rp4,200,000 dan mendapatkan cash sebesar Rp12,600,000.

Uang tersebut lantas digunakan untuk membeli Bitcoin di harga Rp4,000,000, sehingga Anton memiliki 3.15 BTC sekarang. Esoknya, harga kembali naik mencapai Rp4,200,000, dimana harga penjualan 3.15 BTC bernilai Rp13,230,000. Artinya, Anton mendapatkan profit senilai Rp630,000."

Andai semudah itu memprediksikan naik turunnya harga.

Info Karir
Kontak Kami
Tentang Kami
Peraturan
Terms Of Use
Privacy Policy
Arsip