Data inflasi Inggris mendukung Poundsterling, dolar AS menguat sebelum pidato the Fed, 9 jam lalu, #Forex Fundamental   |   GBP/JPY menarik beberapa pembeli di atas level 192.00 setelah data IHK Inggris, 9 jam lalu, #Forex Teknikal   |   EUR/USD: Level rintangan utama terlihat di area 1.0600-1.0605, 12 jam lalu, #Forex Teknikal   |   Harga emas tetap menguat karena ketegangan Geopolitik masih berlanjut, 12 jam lalu, #Emas Fundamental   |   Dow Jones Industrial Average naik 0.17% menjadi 37,798, S&P 500 kehilangan 0.21% menjadi 5,051, dan Nasdaq Composite kehilangan 0.12% menjadi 15,86, 15 jam lalu, #Saham Indonesia   |   Menilik laporan keuangan tahun buku 2023, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) memperoleh pendapatan usaha sebesar Rp8.54 triliun, terkoreksi 15.70% secara tahunan dari Rp10.14 triliun. , 15 jam lalu, #Saham Indonesia   |   Saham-saham top gainers LQ45: PT Charoen Pokphand Tbk (CPIN) +3.48%, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) +2.41%, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) +2.34%, 15 jam lalu, #Saham Indonesia   |   IHSG rebound pada perdagangan Rabu (17/April), naik 0.82% ke level 7,223, 15 jam lalu, #Saham Indonesia

Beberapa Faktor Penggerak Dolar AS Menurut Finex

Evan 20 Mar 2023
Dibaca Normal 6 Menit
forex > broker > panduan >   #dolar   #dolar-as   #finex
Pasangan mata uang dolar AS merupakan instrumen paling banyak diperdagangkan. Karena itu, dengan memahami semua faktor penggerak dolar AS, potensi keuntungan Anda bisa lebih optimal.

Faktor Penggerak Dolar AS

Dalam dunia ekonomi global, nilai tukar mata uang menjadi faktor krusial dalam menentukan daya saing suatu negara di pasar internasional. Mata uang yang nilainya terus meningkat dapat memberikan keuntungan bagi ekonomi suatu negara karena mempermudah perdagangan dan menarik minat investor untuk menanamkan modal. Oleh karena itu, pemahaman mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi pergerakan nilai tukar mata uang menjadi sangat penting.

Salah satu mata uang yang paling sering diperhatikan pergerakannya adalah Dolar Amerika Serikat (USD). USD dianggap sebagai mata uang cadangan dunia dan digunakan sebagai acuan dalam perdagangan internasional, sehingga pergerakan nilai tukar USD memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pasar keuangan global.

Sebagai broker forex tepercaya, Finex memahami pentingnya pemahaman mendalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi pasar forex. Oleh karena itu, broker Finex tidak hanya menyediakan layanan perdagangan forex, tetapi juga memberikan edukasi dan informasi yang komprehensif tentang pasar forex. Dalam artikel ini, kita akan membahas faktor-faktor yang mempengaruhi pergerakan nilai tukar USD dan bagaimana pengaruhnya terhadap pasar keuangan global menurut broker Finex.

 

5 Faktor Penggerak Dolar AS

Sebagai mata uang yang paling banyak digunakan dan berpengaruh secara global, USD tidak bergerak atas kehendaknya sendiri. Setidaknya ada 5 faktor penggerak dolar AS yang telah dipaparkan oleh broker Finex. Berikut di bawah ini adalah faktor-faktornya:

 

Kebijakan Moneter Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed)

Kebijakan moneter The Fed adalah faktor yang sangat penting dalam pergerakan USD. Kebijakan ini meliputi tingkat suku bunga, program pembelian obligasi, dan kebijakan lainnya yang mempengaruhi jumlah uang yang beredar di AS. Kenaikan suku bunga dapat memperkuat nilai tukar USD, karena investor cenderung memilih untuk menanamkan uangnya di AS untuk memperoleh return yang lebih tinggi. Sebaliknya, penurunan suku bunga dapat melemahkan nilai tukar USD, karena investor cenderung beralih ke negara lain yang menawarkan return yang lebih tinggi.

Coba kita ingat lagi ketika The Fed menaikkan suku bunga pada 2018, yang memperkuat nilai tukar USD terhadap sebagian besar mata uang dunia. Hal ini terjadi karena kenaikan suku bunga menunjukkan penguatan ekonomi AS, sehingga investor cenderung memilih untuk menanamkan uangnya di AS. Sebaliknya, pada awal 2020, The Fed menurunkan suku bunga hingga mendekati nol persen sebagai respons terhadap pandemi COVID-19 yang memukul perekonomian AS. Hal ini membuat nilai tukar USD melemah terhadap sebagian besar mata uang dunia.

Baca Juga:

How to Use US Dollar Index (DXY) for Analysis

 

Kondisi Ekonomi AS

Kondisi ekonomi AS juga mempengaruhi pergerakan USD. Saat ekonomi AS tumbuh dengan baik, nilai tukar USD cenderung menguat, karena investor cenderung memilih untuk menanamkan uangnya di AS untuk memperoleh return yang lebih tinggi. Sebaliknya, ketika terjadi resesi atau ketidakpastian ekonomi, nilai tukar USD cenderung melemah.

Contoh konkret dari pengaruh kondisi ekonomi AS terhadap nilai tukar USD adalah ketika terjadi resesi global pada 2008-2009. Pada saat itu, nilai tukar USD melemah secara signifikan terhadap sebagian besar mata uang dunia, karena ekonomi AS mengalami perlambatan yang signifikan.

Baca Juga:

The Best Investment Tips During a Recession

 

Kebijakan Moneter Bank Sentral Negara Lain

Selain kebijakan moneter The Fed, kebijakan moneter bank sentral negara lain juga dapat mempengaruhi pergerakan USD. Ketika bank sentral negara lain menaikkan suku bunga, hal ini dapat memperkuat nilai tukar mata uang negara tersebut dan melemahkan nilai tukar USD. Sebaliknya, ketika bank sentral negara lain menurunkan suku bunga, hal ini dapat melemahkan nilai tukar mata uang negara tersebut dan memperkuat nilai tukar USD.

Contoh konkret dari pengaruh kebijakan moneter bank sentral negara lain terhadap nilai tukar USD adalah ketika Bank of Japan (BOJ) menurunkan suku bunga hingga negatif pada 2016. Langkah ini membuat nilai tukar yen Jepang melemah terhadap USD, karena investor cenderung memilih untuk menanamkan uangnya di AS yang menawarkan return yang lebih tinggi.

Baca Juga: Tugas - Tugas Bank Sentral

 

Kondisi Ekonomi Negara Lain

Selain kondisi ekonomi AS, kondisi ekonomi negara lain juga dapat mempengaruhi pergerakan USD. Ketika ekonomi suatu negara tumbuh dengan baik, nilai tukar mata uang negara tersebut cenderung menguat, sehingga nilai tukar USD cenderung melemah terhadap mata uang tersebut. Sebaliknya, ketika terjadi resesi atau ketidakpastian ekonomi di suatu negara, nilai tukar mata uang negara tersebut cenderung melemah, sehingga nilai tukar USD cenderung menguat.

Contoh dari pengaruh kondisi ekonomi negara lain terhadap nilai tukar USD adalah ketika terjadi krisis keuangan di Eropa pada 2010-2012. Pada saat itu, nilai tukar euro melemah secara signifikan terhadap USD, karena ekonomi Eropa mengalami perlambatan yang signifikan dan terjadi kekhawatiran mengenai krisis utang di beberapa negara Eropa. Pada tahun itu, pasangan mata uang EUR/USD sempat jatuh dari 1.49401 menjadi 1.20424.

Baca Juga:

5 Key Tips on Trading with the News

 

Faktor Geopolitik

Faktor geopolitik juga dapat mempengaruhi pergerakan USD. Ketika terjadi ketegangan geopolitik, seperti konflik militer atau sanksi ekonomi terhadap suatu negara, nilai tukar USD cenderung menguat, karena investor cenderung mencari aset safe haven atau yang dianggap aman seperti USD. Sebaliknya, ketika terjadi perdamaian atau ketenangan geopolitik, nilai tukar USD cenderung melemah.

Contoh konkret dari pengaruh faktor geopolitik terhadap nilai tukar USD adalah ketika terjadi ketegangan antara AS dan Korea Utara pada 2017. Pada saat itu, nilai tukar USD menguat terhadap sebagian besar mata uang dunia, karena investor mencari aset yang dianggap aman seperti USD. Namun, ketika terjadi perdamaian dan ketenangan geopolitik pada 2018, nilai tukar USD melemah.

 

Kesimpulan

Dalam dunia ekonomi, nilai tukar mata uang sangatlah penting karena dapat mempengaruhi daya saing ekonomi suatu negara dalam perdagangan internasional, serta mempengaruhi inflasi dan suku bunga dalam negeri. Pergerakan nilai tukar USD terutama menjadi perhatian karena USD dianggap sebagai mata uang cadangan dunia dan digunakan sebagai acuan dalam perdagangan internasional.

Berdasarkan faktor-faktor yang telah dijelaskan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa pergerakan nilai tukar USD sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi AS dan faktor eksternal seperti kebijakan moneter bank sentral negara lain, kondisi ekonomi negara lain, dan faktor geopolitik.

Dengan memahami faktor-faktor yang mempengaruhi pergerakan nilai tukar USD, investor dan pelaku pasar dapat membuat keputusan yang tepat dan mengambil manfaat dari pergerakan nilai tukar USD. Namun, perlu diingat bahwa pergerakan nilai tukar mata uang tidak dapat diprediksi dengan pasti karena dipengaruhi oleh banyak faktor yang kompleks dan dinamis. Oleh karena itu, sebaiknya selalu lakukan riset dan analisis sebelum melakukan keputusan trading dengan membuka akun di broker Finex.

 

Selain bisa trading forex dengan mata uang USD, Anda juga bisa trading emas di broker Finex. Meski demikian, agar potensi keuntungan trading emas lebih optimal, Anda harus terlebih dahulu mengetahui keuntungan trading emas di broker Finex.

Terkait Lainnya
 
Data inflasi Inggris mendukung Poundsterling, dolar AS menguat sebelum pidato the Fed, 9 jam lalu, #Forex Fundamental

GBP/JPY menarik beberapa pembeli di atas level 192.00 setelah data IHK Inggris, 9 jam lalu, #Forex Teknikal

EUR/USD: Level rintangan utama terlihat di area 1.0600-1.0605, 12 jam lalu, #Forex Teknikal

Harga emas tetap menguat karena ketegangan Geopolitik masih berlanjut, 12 jam lalu, #Emas Fundamental

Dow Jones Industrial Average naik 0.17% menjadi 37,798, S&P 500 kehilangan 0.21% menjadi 5,051, dan Nasdaq Composite kehilangan 0.12% menjadi 15,86, 15 jam lalu, #Saham Indonesia

Menilik laporan keuangan tahun buku 2023, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) memperoleh pendapatan usaha sebesar Rp8.54 triliun, terkoreksi 15.70% secara tahunan dari Rp10.14 triliun. , 15 jam lalu, #Saham Indonesia

Saham-saham top gainers LQ45: PT Charoen Pokphand Tbk (CPIN) +3.48%, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) +2.41%, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) +2.34%, 15 jam lalu, #Saham Indonesia

IHSG rebound pada perdagangan Rabu (17/April), naik 0.82% ke level 7,223, 15 jam lalu, #Saham Indonesia


Komentar @inbizia

Salam gan, dalam penjelasan abang terkait fixed rate ini, abang nyebutin nih "nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS yang fluktuatif bisa cukup memusingkan. Tak heran, beberapa trader mencari broker penyedia Fixed Rate untuk memudahkan transaksinya." Sepertinya abang terlalu melebih lebihkan deh terkait fixed rate. Seolah oleh lebih unggul gitu dari floating rate.
Yg jadi pertanyaan adalah apa klbhihan dari Fixed Rate it sndiri? Klu ngehindari fluktuasi currenci rate sihh emang iya menguntungkan dri sisi deposit tpi kyknya ga banget buat withdrawal. misalnya klu fixed rat RP 12.000 Brrti stiap withdraw $1 kita bakal ngerugi Rp 3.000 krna $1 saat ini adalah Rp 15,000. Makanya saya merasa bang, klu klebihan dari sisi deposit kyknya ga bakaln cukup buat trader mau melakukan depoist dngn fixed rate. Jadi ada ga kelbihan yg mngkn bsa di dapatkan dri Fixed Rate it sndiri?
 Fatime |  1 Aug 2023
Halaman: Apakah Mifx Menyediakan Fixed Rate
Hendra: Iyap betul banget bang! Suku bunga memang berpengaruh dalam trading forex terutama soal swap. Nah, swap itu semacam biaya kalau posisi tradingmu masih dibuka waktu malam. Kalau abang "buy" EUR/USD, artinya abang bakal dapat suku bunga dari mata uang Euro tapi bayar buat Dolar AS. Kalau ECB (yang atur suku bunga Euro) naikin suku bunganya, biasanya swap buat posisi "buy" Euro bisa jadi lebih besar. Tapi, ya, nggak cuma suku bunga aja yang berpengaruh. Ada banyak faktor lain juga. Jadi, swap bisa aja positif atau negatif, tergantung pada banyak hal termasuk aturan broker dan situasi pasar. Jadi, intinya, suku bunga memang ikut main, tapi nggak cuma itu aja yang nentuin swap dalam forex. Baca Juga: Panduan Lengkap Tentang Biaya Swap, Long, dan Short Swap 6 Biaya Tersembunyi dalam Trading Forex
 Setta |  30 Aug 2023
Halaman: Pengaruh Gdp Dalam Trading Forex Menurut Mifx
Emas hampir selalu diperdagangkan berpasangan dengan Dolar, jadi pergerakan harga emas sangat tergantung pada fluktuasi Dolar. Ketika Dolar naik, harga emas cenderung turun. Jadi, seringkali penting untuk selalu memantau perubahan nilai tukar Dolar. Terdengar mudah, bukan? Tapi saya pernah melihat situasi di mana Dolar melemah, tapi harga emas juga turun bersamaan. Nah, ini membuat saya bertanya-tanya, apa yang menyebabkannya? Pada dasarnya, harga emas selalu berbanding terbalik dengan Dolar AS. Mengapa? Mari kita perhatikan simbol emas, yaitu XAU/USD. - XAU adalah kode internasional untuk emas.
- USD adalah kode internasional untuk Dolar AS.
- Nilai tukar emas yang kita kenal selalu dibandingkan dengan Dolar AS. Jadi, secara logis:
- Jika Dolar AS menguat, maka nilai XAU/USD akan melemah.
- Sebaliknya, jika Dolar AS melemah, maka nilai XAU/USD akan menguat. Namun, saya juga pernah melihat grafik di mana Dolar AS melemah, tetapi harga emas juga turun. Nah, hal ini menunjukkan ada faktor-faktor fundamental yang tidak selalu sejalan, sehingga Dolar AS dan harga emas dapat melemah secara bersamaan. Penurunan Dolar AS bisa disebabkan oleh faktor-faktor ekonomi makro, sementara penurunan harga emas mungkin dipicu oleh sentimen risiko global yang cenderung menguntungkan. Jika keduanya mengalami penurunan, kita dapat memeriksa indeks Dolar AS untuk melihat apakah sebagian besar Dolar AS bergerak berlawanan dengan harga emas, walaupun ada saat-saat di mana pergerakan Dolar AS dan harga emas bisa sejalan. Baca Juga: Teknik Scalping Emas 5 Menit untuk Pemula Strategi Scalping Dengan Candlestick 1 Menit
 Genta |  14 Aug 2023
Halaman: Tips Mifx Cara Memanfaatkan Tipe Order Sesuai Strategi
Hai All, mau nanya2 dikit nih Harga emas emang kadang naek dan ada kalanya juga turun nah selain terpengaruh dg nilai mata uang dolar US apa aja sih faktor yg bs mempengaruhi naek trnnya hrga emas? Trus st lg nih yg mau gw tanyain knp ketika nilai dolar US turn banyak investor yg beralih investasi emas? shg bisa bikin hrg emas melonjak. apa gak ada investasi atau komoditas lain yg bs jd alternatif selain emas ktka nilai dolar US turun? mkash sbnlnya.
 Sansan |  4 Sep 2023
Halaman: Mengupas Korelasi Harga Emas Dan Dolar As
Mau numpang nanya nih min, gw emang sering denger ttng reksadana dan itu mrpkan slh satu jenis investasi, tp gw blm paham2 bener nih ttg investasi itu. Jd gw mo nanya gimna sih crnya investasi reksadana? Trus apa investasi reksadana itu langkah2nya ribet ya? Itu sih yg gw denger dr temen, ktrnya butuh macem2 utk bs inves reksadana, gak smudah klo kita inves emas, dolar, forex atau saham. Kata temn gw lg nih, klo inves reksadana ktnya jg dikit untungnya jd gak cocok utk investor pemula apalgi yg utk org br mau mulai masuk ke dunia reksadana ini. Bener gak sih min? mhon ptnjuk dan informasinya ya min. thanks.
 Martha |  13 Sep 2023
Halaman: Peluang Investasi Saat Dolar As Melemah
Kalo masalah memeilih leverage yang tinggi atau yang rendah, menurut ku tergantung kebutuha trader masing masing. saya pemula, saat ini saya pake leverage 1:500. menurut saya leverage makin tinggi makin enak, karena balance tidak tergerus banyak untuk kebutuhan margin, dan margin level juga jadi besar banget. aturan saya setiap trading total margin yang kepake tidak lebih dari 2% dari total balance. dan menjaga margin level saya di kisaran 30.000% jadi jauh dari MC. Ada yang perlu saya tekankan disini kalo MEKANISME LEVERAGE BUKAN MEKANISME HUTANG. Leverage itu kan meningkatkan modal secara proposional.
Contoh: Ketika trading dengan leverage 1:100, maka kamu yang punya modal 100 dolar saja bisa trading seolah-olah punya modal 10 ribu dolar. Tapi hasil laba dan rugi kamu juga akan disesuaikan dengan rasio 1:100 tadi. Umpama kamu dapat untung 100 dolar saat trading, maka realisasinya nanti kamu cuma bisa bawa pulang keuntungan 1 dolar (karena disesuaikan dengan rasio 1:100).
Leverage dinotifikasikan sebagai rasio perbandingan, misal 1:1, 1:100, 1:500, dan sebagainya. Artinya, kalau ada dana $100 di leverage 1:100 maka $100 tersebut memiliki kekuatan setara $10.000. Jika leverage 1:500, maka dana $100 tadi memiliki kemampuan untuk melakukan transaksi setara $50.000 atau 500x lipat lebih besar dari nominal dana itu sendiri.
 Lalisa |  23 Sep 2023
Halaman: Panduan Buka Akun Foreximf

Komentar[26]    
  Rodrigo   |   21 Mar 2023

Permisi, baru2 ini kan terjadi tuh kehebohan bank bangkrut di US. Desas desus sih ada kaitannya dengan kebijakan The FED dimana kebijakan ini adalah kebijakan moneter ya. Dan kebijakan ini baik The FED maupun kebijakan bank sentral lain bisa pengaruh ke mata uang USD dan pastinya ke market Forex. Dimana bisa terlihat tar di chart bakalan naik atau turun harga pasangan mata uang yg ada USD nya.

Tetapi, gw jga pernah dngr istilah kebijakan fiskal min. Meski ga masuk daftar ya di artikel ini yg gerakin US Dollar, mengapa kebijakan ini ada dan apakah sbnrnuya ada pngaruh dengan mata uang Dollar itu sndiri tdak?

  Evan   |   21 Mar 2023

Sbnrnya ad pengaruh kok tetapi trgntng kebijakannya krna bagaimanapun kebijkan makroekonomi baik itu fiskal maupun moneter itu fokusnya ke ekonomi suatu negara. Yang membedakan adalah urusan moneter ato keuangan baik itu suku bunga misalnya maupun yg berkaitan ama uang itu sndiri diurus oleh kebijakan moneter sedangkan fiskal lebih ke neraca keuangan suatu negara misalnya kebijakan pajak, anggaran belanja, dan termasuk infrastruktur.

Nah, dari beberapa yg saya sebutkan, ada yng menguatkan mata uang seperti peningkatan belanja pemerintah atau pengurangan pajak dapat meningkatkan permintaan domestik, sehingga dapat memperkuat nilai mata uang dalam jangka pendek. Jdi bisa dikatakan bisa tpi memiliki pengaruh jga. Ada satu kebijakan fiskal yg mngkn boleh dijadikan perhatian yakni stimulus fiskal. Ini benaran hrs diperhatikan oleh trader. Selengkapnya baca disini

  Rodrigo   |   21 Mar 2023

Oh jadi ada pengaruh ya gan. Asli berarti dengan memplejari Forex, secara ga langsung kita jga mempelajari makro ekonomi suatu negara n terinfo kan. Gw jga asli kurang begitu mengerti tentang moneter dan fiskal. Tetapi dri yang elo paparin, berarti bisa dikatakn klu Moneter itu uang, Fiskal itu pemerintah dan itu bisa aja menggerakan USD ato pun mata uang lainnya. Pengetahuan baru sih ini, btw thanks ya informationnya @Evan dan Finex!

  Fuad   |   21 Mar 2023

Untuk mengetahui kebijakan moneter dan sebagainya sesuai list yang disertakan di artikel, bukankah ini sumber pastinya kan dari berita ya. Berarti sebagai trader kita harus sering ngebaca berita dong, cuma masalah utamanya kan pasar Forex itu kan cepat dan dinamis. Elo telat 1 menit aja bsa meleset itu nilai mata uang dan bagaimana si trader bsa nemukan berita yg tepat gt. Contoh seperti kebijakan moneter, itu kan kebijakan pasti diumumin dong dan berita seperti itu kan gmana ya, klu buka TV ya ga tiap TV ada tayangin atau beritain itu. Sedangkan di HP misalnya, kita bakalan susah cari berita seprti itu dan butuh waktu. Belum lgi kenanya berita tahun lalu misalnya.

Ada ga solusi dari Broker Finex mengingat kebijakan, kondisi geopolitik, kondisi ekonomi AS itu smua butuh berita.

  Haryo   |   21 Mar 2023

Bntu jawb ye, biasnya nih gan broker pasti nyediaiin berita ekonomi ama kalender ekonomi. Dan di Finex, utk berita ekonomi bisa aksesnya ke websitenya maupun diaplikasi Finex. Trus kalender ekonomi bsa diakes via aplikasi Finex. Jadi ntar kalender ekonomi bakalan tmpilin semua jadwal ekonomi baik itu yg ada kaitan dngn currency secara lngsung maupun ga langsung. Smua tanggal ama jam pengumuman misalnya pengumuman The Fed itu bakaln tersaji smua disitu lengkap dri tahun, jam, dan hari, and bila sewaktu2 berubah maka kalender ekonomi jga ikutan berubah.

  Milfa   |   24 Mar 2023

"Namun, ketika terjadi perdamaian dan ketenangan geopolitik pada 2018, nilai tukar USD melemah."

Moon maaf ini kok agak sus ya. Bisa dijelaskan ga ya min mengapa klu lagi damai2 gitu dan ga ada perang, USD bisa melemah? Terus apakah dengan USD melemah, ekonomi di US itu baik2 aja ato malah turun ya? Krna terkadang ada yang nganggap klu sekali perang, US slalu diuntungkan dan adakah faktor faktor yg meneybabkan US selalu diuntungkan ketika kondisi ga baik2 aja di dunia? Dan mengenai bila dunia lagi tenang dan ga ada gjolak, apakah pasar Forex lebih mudah diprediksi arahnya ato justru susah krna volatilitas kurang?

  Justin   |   24 Mar 2023

Jadi, gini nih, saat keadaan geopolitik lagi damai dan tenang pada 2018, nilai tukar dolar Amerika atau USD melemah, gitu deh. Nah, sebenernya kenapa USD melemah saat kondisi tenang gitu? Ada banyak faktor yang mempengaruhi, tapi salah satu penyebabnya adalah investor mencari alternatif investasi yang lebih menguntungkan, jadi mereka cenderung keluar dari USD dan mencari aset investasi lain yang lebih menarik.

Terkait dengan ekonomi di Amerika, meskipun nilai tukar USD melemah, belum tentu langsung berarti ekonomi negaranya juga ikut melemah. Ada banyak faktor lain yang mempengaruhi kinerja ekonomi, seperti tingkat inflasi, pengangguran, suku bunga, dan sebagainya. Jadi, nilai tukar USD bisa jadi indikator, tapi bukan satu-satunya indikator untuk mengukur kesehatan ekonomi di Amerika.

Untuk pertanyaan mengenai untung atau rugi Amerika saat kondisi dunia lagi kacau balau atau sedang damai, hal itu sebenarnya tergantung dari situasi yang terjadi. Jadi, ga bisa dipastikan selalu untung atau selalu rugi. Namun, pada umumnya, ketika terjadi ketidakpastian politik atau konflik, investasi ke aset-aset yang dianggap safe haven, seperti USD atau emas, cenderung meningkat. Ada artikel tambahan yang bisa dibaca mengenai US Dollar, bisa baca disini : 3 Alasan US Dollar Terus Menguat

Untuk pertanyaan terakhir, apakah pasar forex lebih mudah diprediksi saat keadaan dunia tenang atau kacau balau, sebenarnya tidak bisa dipastikan begitu saja. Karena pada saat tenang, volatilitas pasar cenderung rendah, sehingga pergerakan harga relatif stabil, tapi pada saat kacau, volatilitas pasar meningkat dan pergerakan harga bisa lebih liar dan sulit diprediksi

  Henry   |   24 Mar 2023

Maaf, kita sebagai trader Forex apalagi yg fundamentalis kan perlu tau tuhh keadaan ekonomi AS biar tau USD itu arahnya kemana, apakah menguat atau menurun shingga bisa prediksi tar pasar forex bakal kemana arahnya jga. Nah yg jadi permsalahan kan trader harus tentu tau keadaan ekonomi AS ini sedangkan kita di Indonesia kan ga tau pasti keadaan ekonomi disana. Ga mungkin dong kita disuruh kesana atau terus mantengin berita ekonomi AS krna berita disini jga ga gitu sorotin kinerja ekonomi di AS.

Untuk itu, sebagai trader, cara untuk mengetahui keadaan ekonomi di AS itu ada ga cara lain selain cara yang agak konvesional ya seperti yang saya paparkan?

  Tio Hans   |   24 Mar 2023

Ya, tentu saja ada cara lain yang lebih mudah dan praktis untuk mengetahui keadaan ekonomi di AS, meskipun kita berada di Indonesia. Salah satu caranya adalah dengan mengikuti media finansial yang terpercaya dan mengakses berita-berita terbaru di internet. Banyak situs dan aplikasi keuangan yang menyediakan berita-berita terbaru tentang ekonomi AS dan perkembangan mata uang USD.

Selain itu, ada juga indikator ekonomi seperti data inflasi, data pengangguran, dan data pertumbuhan ekonomi yang dikeluarkan oleh pemerintah AS secara teratur. Indikator-indikator tersebut dapat memberikan gambaran tentang kesehatan ekonomi AS dan mempengaruhi nilai tukar USD di pasar Forex.

Tidak perlu khawatir tentang sulitnya mengakses informasi ekonomi AS, karena dengan teknologi dan informasi yang tersedia saat ini, kita dapat memperoleh informasi tersebut dengan mudah dan cepat dari mana saja. Dan kebetulan di Finex juga menyediakan portal berita terutama di bidang yang berkaitan dengan Forex. Selain itu terdapat juga kalender ekonomi di Finex sehingga mengetahui kapan akan terjadi perilisan berita data Inflasi, pengangguran ataupun data ekonomi lainnya juga.

  Samuel   |   24 Mar 2023

SEtuju ama agan Tio, bnyk jalan menuju Roma. Untuk perilisan data ekonomi dapat di cek di kalender ekonomi yg disediaiin ama broker. Terus sebenarnya, berita ekonomi dari Amerika Serikat seperti data GDP, tingkat pengangguran, dan inflasi biasanya dirilis secara berkala setiap bulan atau setiap kuartal. Misalnya, data GDP untuk kuartal pertama akan dirilis pada akhir kuartal kedua, sementara data pengangguran akan dirilis setiap bulan pada hari Jumat pertama. Tetapi karena trader ga bakalan hafal itu datanya krna bisa aja lebih cepat rilis atau lebih lambat, dan jga terkadang pengaruh kebijakan DST (Daylight Saving Time), jam perilisan terkadang cepat ato lambat jga, maka diciptakanlah kalender ekonomi. Dan itu penting utk mengetahui faktor penggerak USD terutama dari sisi ekonomi di US ataupun perilisan kebijakan The FED. Moga membantu!

  Esther   |   19 May 2023

Saya sepertinya udah cukup mengerti dengan apa yang dibahas di artikel emngenai faktor penggerak USD.

Recently, kita dhadapkan dengan perang antara Rusia dan Ukraina, terus memunculkan ketegangan geo politik di Eropa. Dan menurut Finex dan artikel ini, ketegangan seperti ini memunculkan US Dollar menguat terhadap beberapa mata uang negara lain. Ketika terjadi krisis keuanngan di US, mata uang US jga akhirnya melemah terhadap mata uang negara lain jga. Ini membuktikan bahwa, analisis fundamental itu sangat penting dalam trading di Forex. Bagaimana tidak, entar beberapa saat lagi di tahun 2024, entar bakal ada pemilu Presiden AS. Ini jga bisa ngebuat dollar AS antara naik atau jga turun, blm lagi ada kebijakan The Fed yang dirilis juga bakal pengaruh ke dollar AS.

Naik turunnya dollar AS ini kayaknya bakal bikin pasar forex mngkn naik turun jga karena kan USD itu mata uang berpengaruh gitu. Saya sejauh ini udah cukup ngerti, cuma sbagai pemula, saya ingin mengetahui, mengapa ketika dollar AS naik, ada beberpaa pasangan mata uang justru ikutan naik, dan sebagian lainnya turun. Mengapa bsa seperti itu?

  Ardi   |   21 May 2023

Esther: Sblm ane ngejawab, kita mesti tau bahwa ada pasangan pair disebut major pair dan jga ada isitlh cross pair ama exotic. Khusus major pair dan exotic pair ini cukup berpengaruh di trading dn sering trader trading jenis psngn mata uang tsb.

Major pair sndiri trdiri dari Direct pair dan indirect pair, dmana direct pair adalah nilai tukar mata uang sprti EUR, GBP, AUD, NZD terhadap USD. Krna nilai tukar thdp USD, misalkan USD naik, maka pasangan direct pair ini mengalami penurunan. Sedangkan utk indirect pair, dikarenakan nilai mata uang USD thdp mata uang lain, sprti JPY, maka ketika USD naik, pasngan indirect pair akan mengalami kenaikan.

Maka dri itu, bila USD naik atau turun maka ada pasangan mata uang yg bergerak ga searah dngn arah pergerakan USD.

Semoga jelas ya!

  Boris   |   3 Jun 2023

Halo gan! mau tanya dong! Mengenai kebijakan Moneter the Fed itu kan dikatakan bsa menggerakan US Dollar gitu. Nah kebijakan yg dipaparkan di artikel itu mengenai bsa meningkatkan tingkat suku bunga dan jga pembelian obilgasi gitu.

Saya sih udah cukup jelas mengenai bagaimana tingkat suku bunga bisa berpengaruh thdp poergerakan USD, tetapi utk obligasi, jujur saja, saya pertama kali membaca bahwa obligasi itu trnyata bsa pengaruh ke pergerakan suatu mata uang. Kira2 nih, apa aja faktor2 obligasi bisa memperkuat ato memperlemah suatu mata uang? Selain itu, utk obligasi sndiri ada ga laporan ekonominya kyk NFP gitu. Jdi klu emang ada, kan kita bsa siap2 trading ato menghindari jam2 rilisan obligasi di umuman gitu. Mhhn penjelasannya, makasih!

  Alex   |   12 Jun 2023

Boris: Jd begini nih. Obligasi itu bisa ngaruh ke pergerakan mata uang, ada faktor2 yg bisa bikin mata uang jadi kuat atau lemah gara2 obligasi.

Pertama, suku bunga obligasi bs jdi penentu. Kalo suku bunga naik, investor bsa tertarik beli obligasi, itu bsa bikin mata uang negara itu menguat.

Kedua, risiko jg penting. Kalo obligasi negara itu dianggap berisiko, misalnya politiknya kacau ato ekonominya nggak stabil, investor bisa jual obligasi, dan itu bsa bikin mata uang melemah.

Lalu, ada laporan ekonomi terkait obligasi. Tapi, nggak ada laporan khusus obligasi kayak NFP, Bro. Yang ada laporan penjualan obligasi, hasil lelang, atau perubahan kebijakan pembelian obligasi sama bank sentral. Itu bisa pengaruhi sentimen pasar dan pergerakan mata uang. (baca : Kiat Trading Sukses dengan Sentimen Market)

Jadi, penting banget ngikutin berita dan paham faktor2 yg bisa bikin obligasi berpengaruh. Dengan informasi yang oke dan analisis yang jeli, kita bisa siap menghadapi pergerakan pasar yang terkait obligasi. Semoga jelas ya, Bro!

  Norma   |   9 Jun 2023

Mantap artikelny... bisa dijadikan acuan fundamental untuk analisa forex. paling enggak bisa tau mana yg bener2 berpengaruh langsung ke nilai tukar mata uang terkait. sebelum ini sempet bingung sama hubungan data2 penting yg musti ditandai high impact di kalender2. Saya kira itu semuanya berdampak ke nilai tukar.

  Arumi   |   10 Jun 2023

Halo @norma

Semua yang sudah dipilih sebagai indikator penting tentu punya dampak yang besar untuk menentukan pergerakan harga suatu pair. Sebenarnya ada lebih banyak indikator ekonomi, namun kalau sudah mengandalkan kalender ekonomi maka berita-berita yang dipilih sudah pasti akan memiliki tingkat pengaruh yang besar pada pergerakan harga.

Contoh 6 faktor di atas ini memang yang paling penting, namun hanya sebagian kecil saja dan bisa jadi diambil dari yang mempunyai pengaruh langsung. Padahal kalau dipelajari lebih dalam lagi setiap indikator ekonomi yang kerap diamati untuk analisa fundamental forex selalu berdampak besar pada pergerakan naik turunnya harga.

  Victor   |   14 Jun 2023

Dikatakan di artikel bahwa faktor geopolitik jg dapat mempengaruhi pergerakan USD. Ketika terjadi ketegangan geopolitik, seperti konflik militer atau sanksi ekonomi terhadap suatu negara, nilai tukar USD cenderung menguat, karena investor cenderung mencari aset safe haven atau yang dianggap aman seperti USD.

Nah, istilah yg paling menarik buat gue adalah sanksi ekonomi. Soalnya belakangan ini kan terjadi perang antra rusia ama ukraina, dmana negara2 barat itu ngejatuhin sanksi ekonomi buat rusia. Sanksi ekonomi itu sebetulnyaa kyk gmana ya? Soalnya meskipun ikut andil membuat Rusia agak terganggu tetapi kyknya ga gitu pengaruh ke Rusia jga. Sbtulnya sanksi ekonomi itu sperti apa dan contohnya kkyk gmana ya?

  Pandu Wijaya   |   2 Jul 2023

Victor: Bntu jawab yaa! Ane jelasin secara simple aja, Sanksi ekonomi adlh tindakan yg diambil oleh negara2 lain untuk menghukum negara tertentu yg dianggap melanggar aturan internasional. Misalnya, jika negara A marah dengan negara B, negara A bisa membatasi perdagangan, investasi, atau akses ke uang internasional negara B. Tujuannya adalah membuat negara B menderita dan mengubah perilakunya.

Contohnya, sanksi ekonomi bisa meliputi larangan ekspor-impor, larangan berdagang, atau pembatasan akses ke uang internasional. Sanksi ini bisa bikin perekonomian negara yang kena sanksi jadi kacau karena dagangannya terhenti atau uangnya nggak bisa dipakai dengan bebas.

Cma utk kasus Rusia mengapa dirasakan ga begitu pengaruh, dikarnakan sumber daya alam Rusia yg sangat dibutuhkan oleh negara lain kayak ekspor biji2an, kmdian masih ada sumber gas dan minyak bumi yg sangat dibutuhkan oleh negara lain. So, meskipun di sanksi sana sini , merka masih tetap bertahan krna sumber daya alam mreka meski ga 100% baik2 aja

  Bagas   |   5 Jul 2023

Waduh klu ngebaca satu per satu komentar dan tanggapan mengenai artikel ini, butuh waktu utk ngebaca. Yg gue ingin cari itu sbnrnya adalah mata uang apa aja yg berpengaruh bila USD itu bergejolak. Misalkan mata uang dari negara mana aja yg mngkn kena dampak bila USD naik ato USD turun, soalnya dngn metode ini, gue bisa lebih nge filter berita ekonomi negara. Krna berita ekonomi itu terkadang memberitakan bnyk negara dan terkadang utk analisa fundamental itu agak sulit dliakukan gitu.

Smoga ada yg menanggapi pertanyaan gue yaa, sblmnya gue ucapin thanks!

  Gilang   |   14 Jul 2023

Menillik saat ini, misalnnya aja terjadi perang gitu. Apalagi dnger2 perang dunia 3 udah didpn mata akibat Rusia Ukraina yg secara ga langsung AS terlibat didalamnyaa, apakh ada jaminan bahwa US Dollar tetap jadi safe haven di saat itu? Soalnya per 14 juli ini, harga emas udah mulai naik ke level 1.957 dan berpotensi menglami kenaikan lagi.

Kmudian manakah yg lebih aman utk ngelindungi aset antara US Dollar atau emas ya? Dan ada ga bukti nyata safe haven US dollar saat terjadi ketidakpasstian dunia seperti saat krisis moneter 1998 ato 2008? Terima kasih!

  Galuh   |   16 Jul 2023

Secara umum yaa, kalo lagi ada perang atau ketidakpastian geopolitik, biasanya Dollar AS (USD) dianggap sebagai "safe haven" atau pelindung yg relatif aman buat aset investor. Tapi inget ya, ga ada jaminan pasti dalam investasi, dan pasar keuangan selalu ada risikonya.

USD punya reputasi sebagai safe haven tradisional karena beberapa alasan:

  • Yg utama adalah USD itu mata uang cadangan global yang dominan di sistem keuangan internasional. Artinya, USD punya likuiditas tinggi dan diterima luas di pasar keuangan dunia. Ini bikin USD dianggap stabil dan aman buat dipegang saat ada ketidakpastian. Sehingga, meski ekonomi AS juga bisa terdampak ketidakpastian, kepercayaan pada institusi AS, likuiditas pasar yang gede, dan posisinya sebagai negara adidaya bikin USD keliatan stabil.

Tapi lagi, ga ada jaminan bahwa USD selalu jadi safe haven yang mutlak di semua situasi. Pasar bisa bereaksi beda tergantung banyak faktor yang kompleks dan susah diprediksi. Misalnya, dalam beberapa krisis di masa lalu, kayak krisis keuangan global 2008, para investor lebih pilih safe haven lainnya, misalnya emas.

Emas sering dianggap sebagai salah satu bentuk perlindungan aset yang aman. Pas lagi ketidakpastian, harga emas cenderung naik karena investor nyari aset yang dianggap stabil dan berharga. Jadi, emas juga bisa jadi alternatif safe haven yang bisa melindungin nilai aset pas situasi krisis. So far, klu gue mngkn mempertimbangkan emas, ato ga trading emas CFD akan jadi pilihan yg lebih baik.

  Afen   |   14 Jul 2023

Belkaangan ini yaa, dunia seprti nya tertuju pada ekonomi AS krna sepertinya ekonomi AS itu lagi sulit, dan bila sulit, ekonomi dunia jga bakalan kena dampak. Mengingat pengaruh ekonomi AS thdp dunia itu emang lumayan adaa. Nah, trus krna berita2 tertuju pada eknomi AS, yg lagi rame skrng adalah kenaikan suku bunga AS yg THE FED putuskan. Mau tanya aja, apakah keputasan the FED yg naikin suku bunga bakalan selalu berdampak pada menguatnya mata uang US Dollar? BRrti klo aku trading di EUR/USD, kira2 gerakannya naik ato justru turun ya? Mohon bantuannya! Terima kasih!

  Reza   |   15 Jul 2023

Klu apakah dollar AS menguat ato ga, jawabannya ya antara iya dan tidak. Pasalnya ktika The Fed naikin suku bunga, otomatis investor akan menukarkan aset lain ke bentuk US Dollar dan menyimpannya di bank2 AS ato menaruh deposito disana. SImplenya gitu yaa, dngn harapan agar mereka mendapatkan return yg cukup okee. Apa yg terjadi? Maka US dollar nilainya akan meningkat, krna permintaan US Dollar tinggi.

Dan apakah akan selalu menguat? Ga juga, krna pasalnya ada beberapa faktor selain The Fed yg bakal ngaruhin nilai mata uang USD. Makanya bsa aja ya atau bsa aja tidak.

Mengenai EUR/USD yaa, klo USD menguat, maka nilai Euro akan turun terhadap USD, dan berpotensi bearish di EUR/USD.

  Andreas   |   16 Jul 2023

Oh iyaa ga selalu banget klu The FED naikin suku bunga maka US Dollar selalu naik, faktor2 seperti misalnya kayak kondisi ekonomi global, sentimen pasar, politik, dan teknikal yang bisa mempengaruhi pergerakan mata uang US Dollar. Makanya di artikel dipaparkan beberapa faktor penggerak nilai US Dollar. Jd, bisa aja dikombinasiin antara The FED dngn faktor2 lain yg udah dipaparkan di artikel, maka akan menghasilkan sentimen pasar yg antara ke arah naik maupun turun. Ga berarti selalu The Fed itu klo naikin suku bunga, US Dollar pasti naik. Krna biasanya kenaikan suku bunga itu pnya tujuan utk nekan inflasi, bukan nguatin mata uang USD Dollar.

  Paul   |   23 Sep 2023

Agak bingung aku nak milih akun mana yg ingin ku buka di Finex. Klu diliat baik2 itu beda akun ultra low dan standard hanya di spread dan komisi saja. Dari sisi deposit misalnya ga ada bedanya jga. Jdi agak rancu dan bingung klu disuruh pilih akun ultra low dan akun starndard. Selain spread dan komisi, ada ga perbedaan lain yg mngkn bsa buat trader utk memilih ultra low atau standard sbagai akun tradingnya. Jujur klu spread dan komisi mahh, klu kita cm buka 1 posisi per hari rasanya ga gt pngruh , apalgi buka di 0.01 lot, utk capai komisi 1 lot aja butuh 100 kli trading

  Iwan   |   24 Sep 2023

Halo, mau lurusin aja utk akun2 di FINEX emang bedanya hnya di spread dn komisi. Perbedaan lainnya klu disamain itu tergntng kebijakan dri broker itu sndiri. Biasanya ada broker yg menerapkan beda spread, komisi, jumlah lot yg dbuka, maupun margin call level dan stop out level.

Khusus utk FINEX hnya beda di spread dn komisi aja gan. Dan jgn salah, beda spread dn komisi akan terasa meski agan buka posisi trading 1 kli sehari dan bila diakumulasikan 100 hari, bsa ketauan kena berapa spread dan komisi serta total biaya trading yg terjadi di trading. So, alangkah baiknya agan itu itung2an lg dan nyesuain cara trading agan yg sesuai dngn jnis akun yg tersedia agar bsa ngurangin dampak biaya trading