Strategi Masuk Pasar Berdasarkan Breakout

SAM 26 Sep 2012 1515
Dibaca Normal 4 Menit

Pernahkah Anda mendengar strategi masuk pasar dengan memanfaatkan Breakout? Artikel kali ini akan memberikan gambaran bagaimana strategi tersebut dilakukan.



Trading berdasarkan breakout (penembusan pada suatu level harga) bisa beresiko tinggi bila tidak dilakukan dengan tepat. Tulisan ini adalah pengalaman Sam Seiden, seorang trader, fund manager dan trainer tentang bagaimana ia menerapkan strategi masuk pasar breakout. Melalui strateginya ini, Sam berhasil melakukan trading dengan probabilitas profit cukup tinggi dan resiko yang sekecil mungkin.

Banyak trader yang emosional dengan strategi breakout sehingga strategi yang seharusnya sederhana dan profitable ini menjadi beresiko tinggi dan mengakibatkan stress.

masuk pasar berdasarkan breakout

Sebelum membahas strategi ini, penting diketahui bahwa ada dua unsur kunci dalam pasar forex, yaitu:

1. Mengapa harga bergerak?

Di sini, Anda harus memahami bahwa pergerakan harga dalam pasar forex terjadi pada level dimana penawaran dan permintaan (supply and demand) tidak seimbang. Trader yang telah berpengalaman bisa profit dengan konsisten karena ia bisa mengidentifikasi ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran dalam pasar, atau dengan kata lain ia tahu dimana posisi pembeli (buyer) dan penjual (seller) dalam pasar.

2. Siapakah yang membuka posisi berlawanan dengan Anda?

Secara sederhana, trading forex bisa digambarkan sebagai perpindahan sejumlah dana dari trader Loss ke trader yang menaruh posisi dengan benar (dan meraih profit). Trader yang telah meraih profit konsisten, sudah paham bahwa para trader pemula berada disisi lain dari trading mereka. Karena itulah, ada pemahaman "Follow the trend" alias jangan melawan market apabila dana Anda terbatas.

 

Tinjauan Logis Sebelum Trading Menggunakan Breakout

Setelah memahami 2 prinsip di atas, saatnya beralih pada chart dan mulai mempelajari kemungkinan apa saja yang bisa terjadi. Perhatikan area A pada gambar dibawah. A adalah area asal dimulainya gerak kenaikan harga (Rally/Uptrend) yang kuat. Kebanyakan trader dengan strategi Breakout akan masuk pasar setelah harga menembus area A.

     Strategi Masuk Pasar Berdasarkan

Walaupun dalam trading forex tidak dibenarkan adanya anggapan bahwa harga sudah terlalu mahal atau terlalu murah, tetapi secara logika ketika harga bergerak menembus area A, terjadi ketidak seimbangan antara permintaan dan penawaran. Pada chart di atas, terlihat bahwa yang mendominasi pasar adalah buyer.

Trader yang telah berpengalaman menunggu hingga harga kembali ke area asalnya (area A). Momen itu terjadi pada titik C. Titik ini adalah level keseimbangan harga sebelumnya yang pernah terjadi, dan trader yang berpengalaman segera membuka posisi buy pada titik C ini.



Para trader berpengalaman tahu bahwa order Buy mereka akan mendapat perlawanan dari para trader pemula yang umumnya memasang posisi Sell pada titik C. Karena trader-trader pemula ini mengantisipasi momen dimana seharusnya permintaan melebihi penawaran seperti yang terjadi ketika harga menembus area A (Overbought), terjadilah pinbar dengan ekor bawah yang panjang. 

oversold dan overbought

(Baca Juga: Arti Overbought Dan Oversold Dalam Trading)

 

Setup Dalam Menggunakan Strategi Breakout

Untuk menemukan titik Entry menggunakan strategi breakout, Anda perlu mengetahui trend apa yang sedang berlangsung. Pada platform trading, Simple Moving Average merupakan indikator populer dan dapat diaplikasikan dengan mudah. Strategi Breakout ala Sam Seiden pun menggunakan indikator Moving Average. Berikut setup yang ia gunakan:

  • Identifikasi trend dengan indikator Simple Moving Average 20 period. 
  • Langkah selanjutnya, cari dan temukan area dimana terjadi keseimbangan permintaan dan penawaran, yaitu area asal terjadinya pergerakan harga (naik ataupun turun) yang kuat.
  • Buat dua garis sejajar pada level atas dan level bawahnya sebagai tanda area keseimbangan harga. Untuk target profit (level reward), tetapkan titik tertinggi sebelum harga kembali ke area A pada titik C, dalam hal ini target profit bisa ditetapkan pada level B.

area entry dan take profit

 

Action Yang Diambil Ketika Masuk Pasar Berdasarkan Breakout

Setelah Anda menentukan besarnya ukuran lot (position size), Anda bisa open buy pada titik C dengan stop loss pada level dibawah garis area A. Untuk target profit, dapat dipasang pada level B. 

Strategi masuk pasar berdasarkan breakout ini berlaku untuk semua time frame, walaupun tentu saja time frame yang lebih tinggi akan lebih akurat. Bila Anda terbiasa trading pada time frame rendah, sebaiknya area keseimbangan yang Anda buat dikonfirmasikan dengan time frame yang lebih tinggi. Selain itu, perhatikan juga gaya trading yang digunakan, apakah Scalper, Day Trader, atau Swing Trading. 



 

Demikianlah strategi masuk pasar berdasarkan Breakout menurut Sam Seiden. Prinsipnya adalah kita harus memahami alasan di balik pergerakan harga serta peka dengan trend yang sedang berlangsung. Selain menggunakan cara di atas, Anda juga bisa mempelajari strategi trading sukses ala Kathy Lien yang menarik untuk dipraktekkan. 



Forum

Ilung (04 Dec 2020)

Min, kalo melihat atau menganalisa pola candlestick apakah harus sama persis banget biar sinyalnya valid? Soalnya saya beberapa kali praktik, pake candlestick  dan bentuknya ga 100% mirip sinyalnya jadi salah. 

Selengkapnya...

Pola Candlestick
Falling Three Methods
Indikasi : Bearish Continuation
Akurasi :

Terdiri dari beberapa candlestick. Diawali dengan candlestick bearish panjang yang kemudian diikuti oleh beberapa candlestick pendek membentuk koreksi bullish. Pola terkonfirmasi apabila terbentuk lagi candlestick bearish panjang yang menyentuh harga terendah baru.

Kirim Komentar/Reply Baru

Reply Pembaca : 12    

Gunawan
27 AUG 2014
sangat mudah sebenarnya. kuncinya cuma sabaar dan menunggu. kadang kita takut ketinggalan momen. yang terjadi malahan floating minusnya ga ketulungan. intinya sabar, sabar dan tunggu ..
M Singgih
16 AUG 2015
@Gunawan:
Supaya minusnya masih ketulungan pakai stop loss Pak. Jangan pernah trading tanpa stop loss. Dari pengalaman saya kalau sering-sering begitu bisa cepat kena margin call. Pakai stop loss atau trailing stop…
Aliferdian
30 SEP 2014
maksudnya mungkin cari support yg kuat dulu kali ya sebelum open buy? kalau keburu open di A rasanya emang masih rawan dan belum ada sinyal yang valid buat menjamin harga tdk akan jatuh lagi melebihi posisi A itu. Tapi kalau sudah yakin di level itu harga berikutnya gagal menembusnya berarti itu emang sudah jadi support dan makanya bisa lebih baik open buy di area itu.
M Singgih
16 AUG 2015
@Aliferdian:
Maksud penulisnya (Sam Seiden) memang begitu. Area support atau resistance dianggap area keseimbangan harga. Semakin sering harga ‘mampir’ di area tersebut maka semakin valid / kuat area tersebut.
Hamidan Sr
6 OCT 2014
Tp nampakx kl ambil sinyal a profitx bs lbh bnyk lg tuh. seumpama sl diposisin d bwh hrg trndh dr candle sblmnya pst posisi bkl ttp aman walaupun hrg smpt drop di titik c. Dan lagian kl yg digunain cm ma itu sinyalx dah ckp valid, soalx hrg udh cross dr bawah ke atas ma. seumpama punya tmbhn indi lain dan trnyt nunjukin sinyal yg sama knp nggak langsung ja diambil ksmptn order di titik a? pnguatan uptren jg nggak ada yg tau, gmn kl trnyata breakoutx nggak sekuat itu dan order ditempatin diposisi yg telat?
M Singgih
16 AUG 2015
@Hamidan Sr:
Menurut penulisnya (Sam Seiden) kita diminta untuk menunggu konfirmasi pada titik C. Area A dianggap sebagai area dimana harga sudah dianggap murah sehingga permintaan pada level harga di area ini cenderung meningkat (sentimen buy). Tanpa terjadi breakout pada area A kita tidak bisa menentukan area tersebut sebagai area support dimana sentimen buy pada area ini cenderung tinggi. Jadi entry buy ketika harga kembali ke area ini (C).
Evolve
17 OCT 2014
edunn... setelah harga merosot sebanyak itu di C darimana kita bisa yakin penurunannya itu tdk akan berlanjut? apa dari price actionnya? sy kalau lihat inside bar paling tidak tunggu sampai candlestick ketiga muncul, dan memang bnar candlestick setelahnya itu ditutup di atas harga tertinggi inside bar. tapi tetap saja, masih akan sulit mengenali A sebagai area asal kalau trader tidak kepikiran untuk trading breakout. kalau ini diperjelas dengan indikator support dan resistance akan bisa lebih membantu tidak ya?
M Singgih
16 AUG 2015
@Evolve:
Kalau dari analisa price action candle pada C itu adalah rejection pin bar oleh kurva sma 20, jadi mengisyaratkan bullish, tetapi mesti dikonfirmasi. Anda benar ada inside bar, dan level tertinggi mother bar belum ditembus, seharusnya sabar menunggu break mother bar-nya.

Tetapi penulis artikel ini (Sam Seiden) bukan penganut analisa price action melainkan penganut teori permintaan dan penawaran (supply and demand), jadi cara analisanya memang agak berbeda dengan price action.

Menurut Seiden area A itu memang area support, dan dari teori supply and demand kemungkinan besar akan terjadi bouncing dimana sentimen buy naik (permintaan meningkat).
Andra Sang Petualang
24 OCT 2014
bagaimana mw mengonfirmasi breakout ditimeframe lebih tinggi? konfirmasix butuh waktu lama ndak? ini kira2 cocok ndak buat scalping? Tk
M Singgih
16 AUG 2015
@Andra Sang Petualang:
Yang dikonfirmasi adalah level-level harga pada area A (area keseimbangan), apakah level-level tersebut pada time frame yang lebih tinggi juga merupakan level support, jika ya berarti area support A cukup kuat. Untuk scalping: kalau menurut saya kurang cocok. Untuk scalping lebih cocok menggunakan analisa formasi candle stick, price action dengan kombinasi indikator moving average dan oscillator (RSI, stochastic).
Asep Nugraha
16 NOV 2014
Wah master...
Apa cukup nie trading breakout cuman ama SMA 20 aje?
Yg banyak diperhatiin buat ngonfirmasi breakout ada banyak kan bahkan sampe ke fibonacci pola candel & pola chart juga.
Bahkan yg dicantumin disini cuman satu jenis SMA. Cukup valid ya master kalau caranya cuman lihat posisi SMA sama tunggu harga balik ke area awal?
Ane kok rada sangsi, jangan2 ini sama sekali enggak cocok buat pemula.
M Singgih
16 AUG 2015
@Asep Nugraha:
Kalau mau jujur saya juga kurang mantap kalau hanya menggunakan sma 20 aja. Penulis artikel ini (Sam Seiden) memang menggunakan kurva sma sebagai support dinamis sekaligus indikator arah trend. Ia lebih menekankan pada pengamatan level dan area keseimbangan dan kapan terjadi sentimen buy atau sell (permintaan atau penawaran yang dominan).
Kirim Komentar/Reply Baru
Peluang Sell NZD/CAD Menuju Support 1
Peluang Sell NZD/CAD Menuju Support 1
Jujun Kurniawan   16 Apr 2021   13  
Indikator Untuk Memprediksi Arah Trend

Master saya sudah membaca hampir seluruh pembelajaran yang ada di blog ini.Terima kasih sebelumnya atas pembelajaran dari master. Saya ingin bertanya master,
1.untuk memperediksi arah trend (uptrend/downtrend/sideways)baik jangka pendek/menengah/panjang sebaiknya saya menggunakan indikator apa ya master.
2.Untuk mengukur bahwa akan terjadi retracement dari trend yang sedang berlangsung.menurut master sebaiknya saya menggunakan indikator akurat apa ya...nuwunnn

Hesron 4 Aug 2013

Reply:

Basir (04 Aug 2013 15:31)

Tidak ada yan tahu pasti bahwa harga akan uptrend/downtrend/sideways atau  retracement dari trend yang sedang berlangsung. Coba anda kunjungi  Analisa Forex.

Namun. Informasi, materi, rekomendasi, dan data dibuat sebaik mungkin namun tidak menjamin 100% keakuratannya.

Thanks.



M Singgih (02 Jul 2015 05:43)

@ hesron:
1. Dengan 2 indikator moving average dan ADX. Agar lebih sensitif pilih yang exponential moving average (ema).
2. Dengan kombinasi antara 2 indikator ema dan Fibonacci expansion.
Berikut contohnya pada GBP/USD H1, dengan ema 50 dan ema 100 serta ADX (14):



Terjadinya perpotongan antara kedua kurva ema tersebut menunjukkan terjadinya perubahan arah trend (pada contoh diatas sedang terjadi uptrend). Semakin lebar jarak antara ema 50 dan ema 100 maka semakin kuat trend tersebut. Selain itu kurva indikator ADX yang berada diatas level 25 juga menunjukkan trend sedang kuat. Sideways terjadi jika jarak kurva kedua ema tsb makin menyempit dan datar, serta kurva indikator ADX makin turun dan berada dibawah level 25.
Untuk mengukur kemungkinan terjadinya retracement bisa menggunakan Fibonacci expansion. Perhatikan pergerakan harga pada level-level Fibonacci expansion pada chart diatas, tampak terjadi retracement pada hampir semua level Fibonacci expansion (38.2%, 50% dan 61.8%).
Sebagai penjelasan bisa menyimak:
- Mengukur Kekuatan Trend Dengan Indikator ADX
- Menggunakan Level Ekspansi Fibonacci

Dolar NZ Mulai Bangkit Targetkan R1
Dolar NZ Mulai Bangkit Targetkan R1
Kazuki   16 Apr 2021   42  
EUR/CHF Berpotensi Melemah Dan Sinyalkan Sell
EUR/CHF Berpotensi Melemah Dan Sinyalkan Sell
Jujun Kurniawan   15 Apr 2021   60  
Terhambat R1, Mampukah NZD/JPY Naik Lebih Lanjut?
Dolar New Zealand Berpotensi Bullish Menuju S1
Dolar New Zealand Berpotensi Bullish Menuju S1
Jujun Kurniawan   13 Apr 2021   57  
Sempat Bullish Di H4, CAD/CHF Sinyalkan Buy
Sempat Bullish Di H4, CAD/CHF Sinyalkan Buy
Jujun Kurniawan   9 Apr 2021   126  
Ngabuburit Bersama Finex Lewat Live Webinar
Ngabuburit Bersama Finex Lewat Live Webinar
Melati   9 Apr 2021   61  
EUR/USD Berpotensi Melemah Setelah Rebound
EUR/USD Berpotensi Melemah Setelah Rebound
Jujun Kurniawan   8 Apr 2021   101