Strategi Masuk Pasar Berdasarkan Breakout


SAM 26 Sep 2012 2041Dibaca Normal 4 Menit

Pernahkah Anda mendengar strategi masuk pasar dengan memanfaatkan Breakout? Artikel kali ini akan memberikan gambaran bagaimana strategi tersebut dilakukan.



Trading berdasarkan breakout (penembusan pada suatu level harga) bisa beresiko tinggi bila tidak dilakukan dengan tepat. Tulisan ini adalah pengalaman Sam Seiden, seorang trader, fund manager dan trainer tentang bagaimana ia menerapkan strategi masuk pasar breakout. Melalui strateginya ini, Sam berhasil melakukan trading dengan probabilitas profit cukup tinggi dan resiko yang sekecil mungkin.

Banyak trader yang emosional dengan strategi breakout sehingga strategi yang seharusnya sederhana dan profitable ini menjadi beresiko tinggi dan mengakibatkan stress.

masuk pasar berdasarkan breakout

Sebelum membahas strategi ini, penting diketahui bahwa ada dua unsur kunci dalam pasar forex, yaitu:

1. Mengapa harga bergerak?

Di sini, Anda harus memahami bahwa pergerakan harga dalam pasar forex terjadi pada level dimana penawaran dan permintaan (supply and demand) tidak seimbang. Trader yang telah berpengalaman bisa profit dengan konsisten karena ia bisa mengidentifikasi ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran dalam pasar, atau dengan kata lain ia tahu dimana posisi pembeli (buyer) dan penjual (seller) dalam pasar.

2. Siapakah yang membuka posisi berlawanan dengan Anda?

Secara sederhana, trading forex bisa digambarkan sebagai perpindahan sejumlah dana dari trader Loss ke trader yang menaruh posisi dengan benar (dan meraih profit). Trader yang telah meraih profit konsisten, sudah paham bahwa para trader pemula berada disisi lain dari trading mereka. Karena itulah, ada pemahaman "Follow the trend" alias jangan melawan market apabila dana Anda terbatas.

 

Tinjauan Logis Sebelum Trading Menggunakan Breakout

Setelah memahami 2 prinsip di atas, saatnya beralih pada chart dan mulai mempelajari kemungkinan apa saja yang bisa terjadi. Perhatikan area A pada gambar dibawah. A adalah area asal dimulainya gerak kenaikan harga (Rally/Uptrend) yang kuat. Kebanyakan trader dengan strategi Breakout akan masuk pasar setelah harga menembus area A.

     Strategi Masuk Pasar Berdasarkan

Walaupun dalam trading forex tidak dibenarkan adanya anggapan bahwa harga sudah terlalu mahal atau terlalu murah, tetapi secara logika ketika harga bergerak menembus area A, terjadi ketidak seimbangan antara permintaan dan penawaran. Pada chart di atas, terlihat bahwa yang mendominasi pasar adalah buyer.

Trader yang telah berpengalaman menunggu hingga harga kembali ke area asalnya (area A). Momen itu terjadi pada titik C. Titik ini adalah level keseimbangan harga sebelumnya yang pernah terjadi, dan trader yang berpengalaman segera membuka posisi buy pada titik C ini.



Para trader berpengalaman tahu bahwa order Buy mereka akan mendapat perlawanan dari para trader pemula yang umumnya memasang posisi Sell pada titik C. Karena trader-trader pemula ini mengantisipasi momen dimana seharusnya permintaan melebihi penawaran seperti yang terjadi ketika harga menembus area A (Overbought), terjadilah pinbar dengan ekor bawah yang panjang. 

oversold dan overbought

(Baca Juga: Arti Overbought Dan Oversold Dalam Trading)

 

Setup Dalam Menggunakan Strategi Breakout

Untuk menemukan titik Entry menggunakan strategi breakout, Anda perlu mengetahui trend apa yang sedang berlangsung. Pada platform trading, Simple Moving Average merupakan indikator populer dan dapat diaplikasikan dengan mudah. Strategi Breakout ala Sam Seiden pun menggunakan indikator Moving Average. Berikut setup yang ia gunakan:

  • Identifikasi trend dengan indikator Simple Moving Average 20 period. 
  • Langkah selanjutnya, cari dan temukan area dimana terjadi keseimbangan permintaan dan penawaran, yaitu area asal terjadinya pergerakan harga (naik ataupun turun) yang kuat.
  • Buat dua garis sejajar pada level atas dan level bawahnya sebagai tanda area keseimbangan harga. Untuk target profit (level reward), tetapkan titik tertinggi sebelum harga kembali ke area A pada titik C, dalam hal ini target profit bisa ditetapkan pada level B.

area entry dan take profit

 

Action Yang Diambil Ketika Masuk Pasar Berdasarkan Breakout

Setelah Anda menentukan besarnya ukuran lot (position size), Anda bisa open buy pada titik C dengan stop loss pada level dibawah garis area A. Untuk target profit, dapat dipasang pada level B. 

Strategi masuk pasar berdasarkan breakout ini berlaku untuk semua time frame, walaupun tentu saja time frame yang lebih tinggi akan lebih akurat. Bila Anda terbiasa trading pada time frame rendah, sebaiknya area keseimbangan yang Anda buat dikonfirmasikan dengan time frame yang lebih tinggi. Selain itu, perhatikan juga gaya trading yang digunakan, apakah Scalper, Day Trader, atau Swing Trading. 

 

Demikianlah strategi masuk pasar berdasarkan Breakout menurut Sam Seiden. Prinsipnya adalah kita harus memahami alasan di balik pergerakan harga serta peka dengan trend yang sedang berlangsung. Selain menggunakan cara di atas, Anda juga bisa mempelajari strategi trading sukses ala Kathy Lien yang menarik untuk dipraktekkan. 

Advertisement


Forum

Kurniawan Huda (22 Jan 2019)

Apakah bisa trading berdasarkan analisa candlestick saja? Kalau bisa gmn caranya?

Selengkapnya...

Advertisement

Saya selalu percaya bahwa passion yang diikuti kerja keras dan doa akan membuahkan hasil yang baik di segala bidang, termasuk forex.

Buge Satrio

Ketika Anda benar-benar percaya bahwa trading hanyalah sebuah permainan probabilitas yang sederhana, konsep seperti benar dan salah atau menang dan kalah tidak lagi memiliki makna yang sama.

Michael Covel

Saat Anda mengalami kerugian beruntun, segala keraguan dan ketidakpastian akan menyeruak dan membuat Anda sangat ragu untuk menarik pelatuk (entry). Rasanya tak ada satupun yang berjalan dengan benar. Itu adalah sesuatu yang harus Anda kontrol.

Bill Lipschutz

Pada dasarnya, forex dan saham tidak jauh berbeda. Yang membedakan adalah risikonya.

Ellen May

Kehancuran emosional hampir sama buruknya dengan kehancuran finansial.

Kim Krompass

Masuklah pasar hanya saat pasar trending; jika bullish Anda harus buy, jika bearish masuk posisi sell. Cuma cara itu yang bisa menghasilkan keuntungan sebenarnya.

Jesse Livermore

Saya akan selalu mengurangi posisi ketika loss. Dengan begitu, saya hanya akan memiliki posisi kecil saat trading berakhir buruk.

Paul Tudor Jones

Memilih time frame rendah untuk kemudian mengolah cara trading jangka pendek bukanlah tindakan memalukan apalagi sebuah dosa.

Barbara Rockefeller

Untuk menjadi sukses, trading-lah seperti Anda memulai usaha, jangan perlakukan trading sebagai hobi atau pekerjaan rutin. Kalau cuma hobi, tak ada komitmen belajar, dan akhirnya Anda cuma buang-buang uang. Sedangkan kalau diperlakukan sebagai pekerjaan, trading bisa membuat Anda frustasi karena di sini tidak ada gaji bulanan.

Jean Folger

Trading bukanlah hanya soal melindungi modal dari kerugian, melainkan juga melindungi diri dari diri sendiri.

Kim Krompass

Tak ada satupun aturan trading yang bisa 100% profit sepanjang waktu.

Jesse Livermore

Ketika mendapat profit, kita jadi lebih berhati-hati. Sedangkan ketika mengalami kerugian, kita justru mulai mengambil risiko lebih banyak dan rugi lebih banyak lagi.... Jadi, trader perlu memutuskan apakah mereka bisa menanggung risiko dan apakah mereka bisa mengambil keputusan dengan cepat sebelum trading.

Paul Rotter

Anda bisa memperkirakan apa yang terjadi. Tapi bila Anda tidak punya parameter trading, maka sebaiknya jangan masuk hanya karena peluangnya terlihat oke, atau karena seseorang mengatakannya.

Carolyn Boroden

Dalam berinvestasi Anda harus tahu betul apa-apa yang tidak Anda ketahui, dan berpeganglah hanya pada apa yang Anda ketahui.

Warren Buffett

Untuk pemula disarankan lebih baik trading saham dahulu, kalau sudah profit konsisten baru mencoba forex, emas, atau lainnya. Kalau dari awal sudah nekat trading forex, emas, apalagi indeks tanpa bekal ilmu yang cukup, boleh jadi sebentar saja uangnya langsung amblas,

Desmond Wira

Saya tak banyak melihat korelasi antara trading yang bagus dan kecerdasan. Beberapa trader terkemuka cukup cerdas, tetapi beberapa diantaranya tidak.

William Eckhardt

Yang penting bukan masalah benar atau salah, tapi seberapa besar profit Anda ketika benar, dan seberapa banyak loss Anda ketika salah.

George Soros

Tekunilah proses dari setiap proses, kerjakan, rencanakan, investasikan waktu Anda dengan bijak, jadilah produktif, dan jangan buang-buang waktu.

Chris Lori

Saya hanya kaya karena saya tahu kapan saya salah. Pada dasarnya saya bisa bertahan dengan mengakui kesalahan-kesalahan saya.

George Soros

Trader yang benar-benar (ingin) sukses haruslah berkomitmen untuk mendalami dunia trading, dan menganggap uang sebagai bonus sampingan.

Bill Lipschutz

Charting itu agak mirip dengan berselancar. Anda tak perlu banyak tahu tentang fisik gelombang untuk menangkap sebuah ombak yang bagus. Anda hanya perlu mampu merasakannya ketika (ombak) itu terjadi dan memiliki keberanian untuk beraksi di saat yang tepat.

Ed Seykota

Orang yang tradingnya maksa seringkali berujung pada kegagalan. Disyukuri saja profit yang sudah didapat hari itu. Jangan kemaruk.

Desmond Wira

Saya tahu kemana saya akan keluar bahkan sebelum saya masuk (pasar).

Bruce Kovner

Cara membangun return jangka panjang adalah dengan melindungi modal dan memaksimalkan profit.

Stanley Druckenmiller

Trader cerdas akan selalu paham dan mengikuti latar fundamental dari instrumen tradingnya, namun untuk mengenali level entry dan exit, ia akan menggunakan analisa teknikal

Kathy Lien
Kirim Komentar/Reply Baru

Reply Pembaca : 14    

Gunawan
27 AUG 2014
sangat mudah sebenarnya. kuncinya cuma sabaar dan menunggu. kadang kita takut ketinggalan momen. yang terjadi malahan floating minusnya ga ketulungan. intinya sabar, sabar dan tunggu ..
M Singgih
16 AUG 2015
@Gunawan:
Supaya minusnya masih ketulungan pakai stop loss Pak. Jangan pernah trading tanpa stop loss. Dari pengalaman saya kalau sering-sering begitu bisa cepat kena margin call. Pakai stop loss atau trailing stop…
Aliferdian
30 SEP 2014
maksudnya mungkin cari support yg kuat dulu kali ya sebelum open buy? kalau keburu open di A rasanya emang masih rawan dan belum ada sinyal yang valid buat menjamin harga tdk akan jatuh lagi melebihi posisi A itu. Tapi kalau sudah yakin di level itu harga berikutnya gagal menembusnya berarti itu emang sudah jadi support dan makanya bisa lebih baik open buy di area itu.
M Singgih
16 AUG 2015
@Aliferdian:
Maksud penulisnya (Sam Seiden) memang begitu. Area support atau resistance dianggap area keseimbangan harga. Semakin sering harga ‘mampir’ di area tersebut maka semakin valid / kuat area tersebut.
Hamidan Sr
6 OCT 2014
Tp nampakx kl ambil sinyal a profitx bs lbh bnyk lg tuh. seumpama sl diposisin d bwh hrg trndh dr candle sblmnya pst posisi bkl ttp aman walaupun hrg smpt drop di titik c. Dan lagian kl yg digunain cm ma itu sinyalx dah ckp valid, soalx hrg udh cross dr bawah ke atas ma. seumpama punya tmbhn indi lain dan trnyt nunjukin sinyal yg sama knp nggak langsung ja diambil ksmptn order di titik a? pnguatan uptren jg nggak ada yg tau, gmn kl trnyata breakoutx nggak sekuat itu dan order ditempatin diposisi yg telat?
M Singgih
16 AUG 2015
@Hamidan Sr:
Menurut penulisnya (Sam Seiden) kita diminta untuk menunggu konfirmasi pada titik C. Area A dianggap sebagai area dimana harga sudah dianggap murah sehingga permintaan pada level harga di area ini cenderung meningkat (sentimen buy). Tanpa terjadi breakout pada area A kita tidak bisa menentukan area tersebut sebagai area support dimana sentimen buy pada area ini cenderung tinggi. Jadi entry buy ketika harga kembali ke area ini (C).
Evolve
17 OCT 2014
edunn... setelah harga merosot sebanyak itu di C darimana kita bisa yakin penurunannya itu tdk akan berlanjut? apa dari price actionnya? sy kalau lihat inside bar paling tidak tunggu sampai candlestick ketiga muncul, dan memang bnar candlestick setelahnya itu ditutup di atas harga tertinggi inside bar. tapi tetap saja, masih akan sulit mengenali A sebagai area asal kalau trader tidak kepikiran untuk trading breakout. kalau ini diperjelas dengan indikator support dan resistance akan bisa lebih membantu tidak ya?
M Singgih
16 AUG 2015
@Evolve:
Kalau dari analisa price action candle pada C itu adalah rejection pin bar oleh kurva sma 20, jadi mengisyaratkan bullish, tetapi mesti dikonfirmasi. Anda benar ada inside bar, dan level tertinggi mother bar belum ditembus, seharusnya sabar menunggu break mother bar-nya.

Tetapi penulis artikel ini (Sam Seiden) bukan penganut analisa price action melainkan penganut teori permintaan dan penawaran (supply and demand), jadi cara analisanya memang agak berbeda dengan price action.

Menurut Seiden area A itu memang area support, dan dari teori supply and demand kemungkinan besar akan terjadi bouncing dimana sentimen buy naik (permintaan meningkat).
Andra Sang Petualang
24 OCT 2014
bagaimana mw mengonfirmasi breakout ditimeframe lebih tinggi? konfirmasix butuh waktu lama ndak? ini kira2 cocok ndak buat scalping? Tk
M Singgih
16 AUG 2015
@Andra Sang Petualang:
Yang dikonfirmasi adalah level-level harga pada area A (area keseimbangan), apakah level-level tersebut pada time frame yang lebih tinggi juga merupakan level support, jika ya berarti area support A cukup kuat. Untuk scalping: kalau menurut saya kurang cocok. Untuk scalping lebih cocok menggunakan analisa formasi candle stick, price action dengan kombinasi indikator moving average dan oscillator (RSI, stochastic).
Asep Nugraha
16 NOV 2014
Wah master...
Apa cukup nie trading breakout cuman ama SMA 20 aje?
Yg banyak diperhatiin buat ngonfirmasi breakout ada banyak kan bahkan sampe ke fibonacci pola candel & pola chart juga.
Bahkan yg dicantumin disini cuman satu jenis SMA. Cukup valid ya master kalau caranya cuman lihat posisi SMA sama tunggu harga balik ke area awal?
Ane kok rada sangsi, jangan2 ini sama sekali enggak cocok buat pemula.
M Singgih
16 AUG 2015
@Asep Nugraha:
Kalau mau jujur saya juga kurang mantap kalau hanya menggunakan sma 20 aja. Penulis artikel ini (Sam Seiden) memang menggunakan kurva sma sebagai support dinamis sekaligus indikator arah trend. Ia lebih menekankan pada pengamatan level dan area keseimbangan dan kapan terjadi sentimen buy atau sell (permintaan atau penawaran yang dominan).
Ridho
24 AUG 2021

Kalau untuk scalping cocok g ya..

Nugraha
24 AUG 2021

seperti yang sudah diinfokan oleh Master
Untuk scalping menurut Master kurang cocok. Untuk scalping lebih cocok menggunakan analisa formasi candle stick, price action dengan kombinasi indikator moving average dan oscillator (RSI, stochastic)

Kirim Komentar/Reply Baru
Tips Merancang Strategi Trading Saat Pandemi
Tips Merancang Strategi Trading Saat Pandemi
Cahyaning   24 Aug 2021   83  
Bagaimana Cara Memakai OCO Order yang Efisien?
Bagaimana Cara Memakai OCO Order yang Efisien?
Cahyaning   16 Aug 2021   70  
Benarkah Price Action Lebih Baik Dari News Trading?
Benarkah Price Action Lebih Baik Dari News Trading?
Cahyaning   23 Jul 2021   184  
Cara Trading 1 Jam Dengan Pair USD/JPY
Cara Trading 1 Jam Dengan Pair USD/JPY
Cahyaning   22 Jul 2021   299  
Teknik Scalping 1 Menit Dengan Trendline
Teknik Scalping 1 Menit Dengan Trendline
Cahyaning   21 Jul 2021   443  
Tips Cepat Kaya Dengan Trading Forex
Tips Cepat Kaya Dengan Trading Forex
Linlindua   23 Mar 2021   840  
5 Strategi Trading Paling Aneh, Layakkah Dicoba?
5 Strategi Trading Paling Aneh, Layakkah Dicoba?
Jujun Kurniawan   27 Feb 2021   876  
Strategi Trading Untuk Mengembangkan Akun Kecil
Strategi Trading Untuk Mengembangkan Akun Kecil
Jujun Kurniawan   13 Nov 2020   1900  
Strategi Trading Paling Cocok Untuk Part Time Trader
Strategi Trading Paling Cocok Untuk Part Time Trader
Jujun Kurniawan   10 Nov 2020   1234